Jumat, Desember 31, 2010

Terimakasih 2010

Terimakasih 2010.
Terimakasih Desember 2010.
Terimakasih

Minggu, Desember 26, 2010

Singing, #2

Semua kata rindumu semakin membuatku,
tak berdaya menahan rasa ingin jumpa,

Percayalah padaku akupun rindu kamu,
ku akan pulang melepas semua kerinduan,
yang terpendam

Sabtu, Desember 25, 2010

Untuk Kakakku Tercinta :)

Happy birthday kakakku sayang.
Semoga Allah mengabulkan doamu, doaku, doa orang tua kita, dan doa semua orang untukmu.

Aku sayang kamu Kak,
dan untuk selamanya aku akan tetap sayang kamu. Meskipun aku sering membuatmu jengkel.


Semarang, December, 25th 2010

your sister,

-rida-

Mencoba Berpikir Positif

Aku sedang mencoba berpikir positif.
Tapi, entah mengapa, hanya sedikit berpikir positif tentangmupun terasa begitu sulit.

Hanya sedikit pikiran positif,
tapi sangat berat bagiku.

Aku hanya akan mencoba berpikir positif.

Semarang, December, 25th 2010

Jumat, Desember 24, 2010

Hatiku Cuma Satu

Dari dulu,
hatiku cuma satu.

Dari dulu,
hatiku cuma ada satu.

Dari dulu,
cuma satu hatiku.

Dari dulu,
hatiku cuma ada satu.

Dari dulu,
hatiku cuma satu.

Hahahahaha.....

;)
hehe
haha :D


Semarang, December, 24th 2010 ; 01.16 p.m.



--tidak penting--

Minggu, Desember 19, 2010

Ternyata Benar, Aku Harap Bisa Terbalik Lagi

Dulu, ketika aku masih sanggup menggenggammu. Merengkuhmu dalam bahagiaku. Mungkin, aku hanya tidak bisa menjagamu dengan baik.


Dulu, ketika aku memiliki tanggungjawab yang lain. Yang tidak kalah hebat dan penting aku rasa. Aku bisa memilikimu dan yang lain itu dalam hiduoku.


Dulu, ketika kamu adalah jaminan. Untuk aku tetap bisa miliki yang lain itu. Aku bisa menjagamu dalam genggamku.


Dulu, ketika kamu sebenarnya jauh. Dan jarang aku kunjungi. Mungkin aku duakan. Mungkin aku jadikan prioritas kesekian dalam daftarku. Kamu tetap berakhir padaku dengan senyum.


Dulu, ketika aku hanya sekejap saja menengokmu. Setelah aku sadar kamu adalah jaminan agar aku tetap pada yang lain itu. Dan sering lelah kalahkan niatku untuk mengunjungimu. Tetap saja aku da kamu berhasil bertemu pada akhir cerita yang bahagia.


Sekarang, ketika tak ada yang lain itu. Dan hanya ada aku dan kamu. Berjalan  bersama. Bukan bahagia yang mempersatukan,


Sekarang, ketika hanya aku dan kamu. Dan semua dariku bisa hanya untukmu. Pada akhir cerita bukan senyum yang aku dapat. Dan kamupun menjadi begitu buruk di mataku.






kepada semua mata pelajaran dan nilai
-Rida-
Semarang, 18 Desember 2010 ; 08.00 a.m.

Kamis, Desember 16, 2010

Endless Love

Tahu Endless Love? Pasti pada tahu kan?

Aku suka banget sama musik-musik yg jd ost.Endless Love. Meskipun, jujur aku ngga tahu bener filmnya itu gimana haha. Tapi, aku bener-bener suka sama instrumen musiknya.

Ada satu yang paling aku sukai. Judulnya Romance d'Amor. Aku suka banget sama yang itu. Mungkin karena emang yang pertama aku bisa cerna dengan baik. Atau karena itu satu-satunya yang paling bener-bener bisa aku mainin dengan benar dan baik dan dengan hati (hahaha bahasaku).

Dulu, waktu masih zaman awal-awal aku bisa main keyboard, lagu ketiga yang pelajari ya lagu itu. Dan aku seneng banget begitu aku bisa. Dan aku jadi sering banget mainin itu lagu. Dan kalau kemana-mana (paling ke tempat saudara atau temen) kalau mau main musik, ya aku langsung mainin itu lagu. Hahaha.

Orang yang ngajarin lebih tepatnya ngasih tahu teks musik/lagu itu adalah temen baikku. Namanya Rieza. Dia jago banget lho main keyboardnya. Haha.

Rabu, Desember 15, 2010

Boleh ralat?

Tahu ngga arti dari kalimat-kalimat ini itu berbeda lho, meski hampir sama. Tapi, beneran deh beda banget.

1. - aku tidak ingin tahu. tidak sama dengan. aku tidak mau tahu.

2. - aku tidak suka tidak sama dengan. aku sudah tidak suka tidak sama dengan. aku tidak pernah suka.

3. - aku tidak ingin pergi. tidak sama dengan. Aku tidak akan pergi.

4. - aku ingin setia. tidak sama dengan. Aku akan setia. tidak sama dengan. Aku setia.

5. - aku tidak berbohong. tidak sama dengan. Aku tidak mau berbohong.

Itu hanya beberapa. Coba cermati sendiri. Berbeda kan?

Minggu, Desember 05, 2010

Kerjaan Orang Ngga Penting, I (Playlist minggu ini)

1. Fall to Pieces -Avril Lavigne-
2. I Will Fly -Ten 2 Five-
3. Seandainya -Vierra-
4. Tak Lekang Oleh Waktu -Kerispatih-
5. When You're Gone -Avril Lavigne-
6. Leaving on a Jet Plane -Chantal Kreviazuk-
7. Tapi Bukan Aku -Kerispatih-


---

Lagu'lagu tersebut di atas itu adalah lagu-lagu yang paling sering aku nyanyikan dan dengarkan minggu ini.
Tapi anehnya, dari sekian lagu itu ngga ada lagunya Padi sama Sheila on 7, tapi untung masih ada Avril.
Dari sekian lagu di atas masing-masing bisa ada alasan sendiri-sendiri mengapa sering aku dengan minggu ini lho, tapi ngga semua lagu itu ada ceritanya sama aku haha.

Rabu, Desember 01, 2010

Sudahlah, Bosanku Saja

Sudahlah sudah,
Aku lelah menapak di sini
Bukan inginku menjadi pejalan begini
Aku hanya ingin terbang

Sudahlah sudah,
Berhenti saja dan jangan acuhkan,
Aku hanya tak ingin dengar,

Sudahlah sudah,
Pola ini cukup membosankan,
Aku jenuh..

Semarang, December, 1st 2010 ; 08.19 p.m.

Sabtu, November 27, 2010

Ganesha Pramodha Branita Sandhini

Ganesha Pramodha Branita Sandhini, nama dari sebuah organisasi kemanusiaan yang ada di SMA N 3 Semarang, atau bisa juga disebut sebagai PMR-nya Smaga. Organisasi ini juga yang aku geluti dalam masa SMA-ku sekarang. Tapi, karena sekarang aku sudah ada pada tahun terakhir di sekolah ini (amin), jadi aku sudah bukan pengurus lagi. Karena masa jabatanku ada di tahun kemarin.

Jadi tahun pertama itu, aku berusaha masuk organisasi ini.
Tahun kedua, resmi menjadi pengurus yang bertanggung jawab mengurusi dan membawa organisasi ini.
Tahun  ketiga, menyerahkan jabatan kepada adik kelas.


Selama aku berada di organisasi ini, banyak yang aku dapat dan aku pelajari.

Dari sini aku mengerti tentang kebersamaan, kekeluargaan, berorganisasi, kepemimpinan, kekompakan, kerja sama, pentingnya sebuah proses meski yang dilihat hanya output, kebijaksanaan, profesionalitas, keseriusan.
Dari sini juga banyak yang aku dapat, aku dapat keluarga, bahagia, kekuatan, ilmu, dll.



Di sini juga aku bisa tahu tentang pentingnya, kepercayaan, tanggung jawab, usaha, kesetiaan, ketulusan, dll.

Di sini aku kenal mereka teman-teman, sahabat atau lebih tepatnya keluarga angkatan 22.
Aku sayang mereka.
Nanti, suatu saat, kalau aku sempat, aku akan menulis tentang mereka satu-persatu.


27, November 2010

Petualangan, Part I

September, 23rd 2010

Hari Sabtu itu, hari Sabtu pertama di mana ada pelajaran, di mana aku harus berangkat pagi ke sekolah (jam 07.00 WIB). Jujur, rasanya ngga enak. Sampai di sekolahan ya biasa aja, belajar dan lagi-lagi rasanya aneh (masa hari Sabtu harus ada pelajaran, setahu saya hari Sabtu adalah hari bebas dari pelajaran dan urusan akademik sekolah karena itu yang saya tahu dan saya alami selama ini, tapi harus bersyukur, ini tidak seperti KBM biasa di mana kalau telat di hukum ngga bisa masuk jam pertama, mungkin juga kena skorsing, atau harus memakai seragam yang lengkap sesuai aturan).

Setelah selesai KBM yang ternyata selesai sangat siang(untuk hari Sabtu ini sangat siang, tapi untuk hari Senin-Jumat ini masih siang haha). Terus ketemuan sama Kak Pee-Q(Ika) terus sms-an sama yang lain janjian ketemu di (kalau ngga salah) deket mushola. Terus ngrayu tante Riang sama kak Ajeng buat tetep ikut wisata. Alhasil, mereka berdua jadi ikut + Lulu’ juga. Jadi, kita pergi berdelapan (Rida, Ika, Nurul, Riang, Ajeng, Gema, Ali, Lulu’). Setelah beres-beres naruh semua barang ngga penting (sebenernya penting sih) di loker serta beli makanan, aku sama Ika langsung ke parkiran depan ketemu kak Ali, terus ada kak Gema. Jadi, kita sekarang berempat bersuwung-suwung tidak ria menunggu para cewe-cewe yang lagi beli makanan di kantin. Aku sudah sedikit merasa gimana gitu karena jam sudah sangat siang dan artinya itu molor dari jadwal awal yang rencananya jam 1.00-an siang kita berangkat, tapi ternyata jam 2.00-an baru mulai berangkat masuk mobil (hahaha aku kebawa suasana jadi sie.acara ni). Di mobil ya biasa bergeje ria, tapi aku ngga cerewet (kaya biasa sih, kalau di mobil aku agak pendiem gitu). Oh iya, makasih dulu ni buat Kak Ali yang udah mau minjemin mobil sekaligus nyetir itu mobil dan makasih sama kakakku tercinta –kak Pee-Q(ika)- yang sudah membawa Kak Ali. Perjalanan kira-kira 90 menitan. Dan jangan tanya apakah ada acara nyasar apa ngga, karena jawabannya sudah pasti IYA. Saat nyasar, si Lulu’ sempet menghubungi Bang Rendi yang susah diajak ngomong di dalam telepon yang akhirnya cukup dikirimi sms saja yang mengakibatkan akhirnya Bang Rendi menelepon balik, tapi teleponnya malah ke nomorku. Rendi tanya gitu kita nyasar di mana, berhubung aku ngga tahu apa-apa aku kasihin deh ke kak Gema itu hp-ku yang malang. Dan merekapun mengobrol (entah mengobrol apa saya tak memperhatikan karena saya tidak begitu suka memperhatikan pembicaraan orang lain). Oh iya, sebenernya waktu Bang Rendi balik nelepon itu kita udah nemu jalan yang bener dan ngga lagi nyasar. Tapi, tetep makasih deh kita sama Rendi yang sudah berbaik hati siap menolong kita dan mengkhawatirkan kita (aku ngga tahu khawatirnya ikhlas apa ngga, tapi kita yakin Bang Rendi orang baik, -aku mulai ngaco-).

Akhirnya sampai di kawasan masuk gerbangnya Curug (belum sampai Curug, dan ternyata sampai parkiranpun masih tidak dekat). Oh iya, waktu di pintu masuk itu, kan para lelaki ngurusin perijinan masuk, nah kita para cewe, sempet foto-foto ngga penting di mobil lho, hanya untuk mengisi kesuwungan kita haha. Setelah dua manusia lelaki menyelesaikan perijinan buat masuk, kita lanjutin perjalanan menuju parkiran yang sudah aku katakan, itu tidak dekat.


 ini ni foto-foto sambil nunggu

Setelah sampai di parkiran, aku merasa cukup lega. Aku lihat langit mendung dan aku hanya bisa berdoa dan berharap tidak turun hujan. Lalu sebelum kita melanjutkan perjalan menuju tujuan utama, kita berhenti buat shalat dan siap-siap dulu, sekalian berdoa. Dan jam empat-an kita baru mau mulai mendaki (sebenarnya tidak mendaki). Dan mulai dari sinilah perjalanan hebat tak terlupakan dimulai :)





-bersambung...

Senin, November 22, 2010

Terkadang Manusia Juga Susah Ikhlas

Entah sebenarnya terkadang atau sering, manusia tak bisa ikhlas.
Dan saya juga manusia.
Saya juga terkadang (entah terkadang entah sering) tak bisa (saya harap belum bisa) ikhlas.
Saya tak tahu pasti apa ini namanya tidak ikhlas atau iri atau cemburu atau apalah itu.
Tapi, saya merasa masih tidak rela.
Meski itu sudah berlalu satu tahun lebih.
Dan meski hal itu juga sudah berakhir dan berganti.
Tapi, setiap ingat, entah apa, ada sesuatu di batin saya yang mendesak.
Mungkin itu adalah ketidakikhlasan(saya harap kebelumikhlasan), atau keirian, atau kecemburuan, atau apalah itu namanya.
Mengapa bisa begitu?
Entah saya juga tidak mengerti.
Mungkin karena saya yang tidak cepat bicara.
Mungkin karena orang tua saya sudah memberi izin.
Mungkin karena saya sangat inginkan sejak bertahun-tahun lalu sebelum mengenal bahkan mengetahui mereka pun belum.
Mungkin juga karena saya tinggal di rumah orang tua saya yang sangat berjarak dari tempat itu.
Atau mungkin karena yang mendapatkannya akhirnya adalah mereka.

Entah entah.
Apapun alasan-alasan tersebut, tetap saja tidak menghilangkan rasa aneh di batin saya.

Sekarang, yang saya ingin itu sudah tidak mungkin saya dapat.
Ya, karena hanya ada satu kali kesempatan.
Dan itu hanya ada di tahun lalu.
Mestinya saya sudah ikhlas,
tapi entahlah.
Saya tidak bisa ikut ikhlas berbahagia atas usaha mereka-mereka (bukan berarti saya tak bisa ikut bahagia, jujur saya juga sedikit cukupbahagia).

Sudahlah, sudahlah
jangan buat saya iri dan ingat,
kalu saya boleh katakan,
mereka-mereka yang lain juga iri pada mereka-mereka yang mendapat kesempatan itu.

Sabtu, November 20, 2010

Tentang Hidup

TENTANG HIDUP
Sheila on 7


Akhirnya semua terjadi juga
Yang kutakutkan, yang kuelakkan
Keresahan ini tak seharusnya terjadi
Seakan jurang tercipta untuk kita

Slalu ku coba menghangatkanmu
Dengan sebatang lilin di tengah badai ini
aku pun tak ingin kau meredup dan membeku
Dan lilin ini segalanya yang tersisa

Coba berusaha tuk lebih mencintaiku
Aku kan mencoba hal yang sama
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kau rasakan aku juga merasakan

Bertahan sayang dengan doaku
Ku coba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang
Ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk slalu di sini

Coba berusaha tuk lebih mencintaiku
Aku kan mencoba hal yang sama
Bentangkan maumu kita raih semuanya
Apa yang kau inginkan
Aku juga memimpikan

Rindukanlah diriku selagi punya waktu
Hargailah diriku, ku tahu engkau mampu

---

Aku lagi suka lagu ini. Ngga tau deh kenapa, yang jelas lagi suka aja. Kalau aku suka lagu ini, bukan berarti aku lagi ada cerita yang sama seperti lagu ini. Bukan berarti aku mengalami apa yang ada di cerita lagu ini. Tapi, ya karena aku lagi suka sama lagu ini.

Aku juga suka banget sama bagian ini
...dengan sebatang lilin di tengah badai ini...
Paling suka bagian itu, tapi bukan berarti ngga suka bagian yang lain.

Aaaa...pokoknya aku lagi suka sama lagu ini, ngga peduli ini lagu lama (banget) dan (banyak) orang ngga tahu lagu ini, aku sekarang tetep lagi suka lagu ini.
:)

Semarang, November, 20th 2010 ; 10.43 p.m..

Rabu, November 17, 2010

Aku Memerah Lagi?

Aaaa...aku memerah lagi. Dan aku tadi langsung lari ke kamar, meuju cermin untuk membuktikan kebenaran yang sudah jelas benar itu. Dan memang benar aku lihat bayangan di cermin memang merah.

Ternyata aku kalau ketawa, nangis, malu itu langsung merah padam gitu. Aku tahu dan yakin semua orang seperti itu. Tapi, kata orang-orang aku terlalu gampang merah. Dan sialnya itu memang benar, hwaaa, kenapa gitu ya? Jadi ketahuan dong kalau aku lagi malu, atau habis nangis.

Selasa, November 16, 2010

With Love, Just for You

Sempurna
Andra and The Backbone

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Disetiap langkahku,
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
oh sayangku* kau begitu
Sempurna, sempurna

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku

Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku* kau begitu
Sempurna

*sayangku=mamaku


---

Happy birthday mom, sorry I just can sing for you.


---

Mami, happy birthday. Maaf tahun ini aku ngga bisa ngasih yang berarti buat mami. Ngga kaya tahun kemarin. Maaf tahun ini aku (mungkin) ngasih kekecewaan buat mami karena beberapa hari sebelum mami ulang tahun aku malah ngasih rapot yang nilainya turun dan buat kecewa (aku tahu mami sama ayah kecewa, karena kelihatan kok, meski Anda-anda ngga ngomong langsung). Maaf, mungkin yang aku hasilkan tahun ini sangat kontras dengan tahun lalu, meski tahun lalu hari-hari sebelum mami ulang tahun aku di rumah cuma malam, dan bantu-bantu mami buat pemakaman alm.Eyang juga dikit banget. Malah 3 hari sebelum mami ulang tahun aku ngga di rumah. Dan waktu aku pulang juga udah malem, itu pun aku langsung tidur. Dan paginya mami ulang tahun, aku juga ngga di rumah (aku berangkat sekolah pagi-pagi dan pulangnya sore). Tapi, seenggaknya hari itu sama malam sebelum hari itu aku melihat mami sedikit senang karena aku pulang dari pergi 3 hariku dengan membawa kebanggaan (seenggaknya aku bangga hasil usahaku berhasil meski bukan menjadi juara umum, setidaknya dapat 3 besar dan kami tetap dapat sesuatu berwarna kuning itu).

Mami, maaf aku belum bisa jadi anak yang terbaik, tapi aku janji aku berusaha dengan benar-benar dan ikhlas mau ngebuat mami bangga dan ngga nyesel punya anak aku.

Intinya, happy birthday mom, I always love you
eh, salah maksudnya,
Ayah, kakak, sama Rida sayang mami selamanya :)

Semarang, November, 16th 2010
your lovely daughter,
Rida

Jumat, November 12, 2010

Langit dan Doa

Aku berdoa untuk langit
Aku berdoa bersama langit
Aku berdoa dengan langit menemani
Aku berdoa agar langit tetap di situ
Aku dan langit berdoa tentang kita
Aku memandang langit dalam doaku
Dan aku memuji langit dalam setiap doa yang terpanjatkan.

Semarang, October, 7th 2010 ; 08.06 p.m.

Rabu, November 10, 2010

"Happy Birthday Mba Rima"

Sabtu, 6 November 2010 kemarin, seperti biasa ini sudah ke-dua kalinya ada pelajaran tambahan di hari Sabtu. Iya, sebenarnya males juga sih hari Sabtu harus sekolah pagi-pagi buat belajar, sementara biasanya hari Sabtu ke sekolah berangkat siang, itu pun hanya untuk main haha. Maklum, sudah kelas 12 harus rajin. Semangat!

Nah, setelah pelajaran, aku sama kakak Q-pee(Titien) sama adek Pee-Q(Nurul J) mau ke DP buat nemenin si Kakak Q-pee beli tas. Tapi, sebelumnya kita shalay dulu. Habis shalat, kita nemuin Sarah soalnya Sarah juga mau ikutan) yang lagi duduk sendiri di taman. Setelah ketemu si Sarah, kita ngga langsung pergi ke tempat tujuan, tapi ngobrol dulu di taman.

Di tengah-tengah obrolan kita, tiba-tiba ada mas-mas datang menghampiri kita. Katanya sih mau minta waktu bentar 5 menitan lah. pertma kita mikir sih masnya mau nawarin dagangan, atau nawarin apa gitu, atau kalau ngga ya mau wawancara gitu. Eh, tapi ternyata masnya mau ambil gambar kita. Katanya sih temennya yang dia sebut "Mbak Rima" ulang tahun, terus kita ber-empet dimintai tolong buat ngucapin Happy Birthday gitu. Terus katanya tokoh bernama "Mbak Rima" itu juga alumni sekolahanku gitu.

Karena kita baik, dan ngga tega sama mas-nya(hehe) kita mengabulkan permintaan mas-nya. lalu datanglah pasukan masnya yang siap ngambil gambar (sebenernya cuma dateng 2 orang lagi sih, jadi kalau diitung mas-masnya jumlahnya ada 3). Terus akhirnya kita take sambil bilang bareng-bareng "Happy birthday Mbak Rima, wish you all the best", ngga tahu karena kalimatnya terlalu pendek, atau durasinya kurang lama, atau masnya pengen nge-take kita lagi, masnya minta kita ngulangin lagi dengan ditambah-tambahi gitu. Akhirnya aku ngasih usul dan diterima. Gini jadinya: Kita bareng-bareng bilang "Happy birthday Mbak Rima" terus urut dari aku, pee-q,sarah,q-pee ngucapin satu doa harapan buat mbak Rima. Akhirnya masnya puas dan bilang makasih lalu mencari korban yang lain.

Aaaaa.....aku pengen kameranya masnya yang satunya.

Jujur, kita ngerasa agak gimana gitu. Hehehe....kita ngga tahu juga ya itu yang dibilangnya masnya bener apa ngga, terus tokoh "Mbak Rima" itu fiktif atau tidak, dan ceritanya itu hanya fiksi atau tidak. Tapi, kalau memang benar, semoga Mbak Rimajadi sehat dan sukses slalu, dan tambah baik deh. Amin


Senin, November 08, 2010

Jangan Hempaskan Aku Begitu Saja

Kamu tahu betapa aku selalu mencoba untuk memahami kamu,
menjelajahi setiap dirimu untuk aku tafsirkan,
agar aku mengerti kamu.

Kamu juga tahu betapa besar inginku menaklukanmu,
dan aku selalu usaha 'tuk setia padamu,
dan tak dielakkan,
begitu juga aku berharap,
agar kamu setia padaku,
dan tidak menghempaskan aku begitu saja

Pernah kamu melihat ketika aku berkorban untuk mencuri hatimu,
agar kamu juga bahagiakan aku
Lalu semua terasa kurang,
aku tak berani berharap lagi,
namun kamu tersenyum menghibur,
dan benar, kamu menghargai usahaku.

Tapi sadarkah?
Itu dulu,
dan tak berlaku lagi sekarang

Sekarang,
biar seberat mengangkat bumi pun usahaku,
tetap saja kamu hempaskan aku begitu saja

Iya, aku kecewa,
tapi aku masih berharap agar kamu kembali menjadi setia padaku,
untuk kembalikan senyumku dengan beri yang aku harap.




*kepada semua mata pelajaran dengan tulus dan jujur dari Rida*

Semarang, November 2010

Kamis, November 04, 2010

Hidup

Bahagia. Sedih. Tawa. Tangis. Amarah. Dendam. Cinta. Keluarga. Persahabatan. Pengkhiatan. Janji. Egois. Memiliki. Pengorbanan. Senyum. Mengalah. Perjuangan. Harap. Ekspektasi. Kesimpulan. Kekalahan. Kemenangan. Mengalah. Hipotesis. Kekurangan. Kelebihan. Melengkapi. Pembuktian. Mengerti. Tulus. Kasih. Haru. Puji. Caci. Tuduhan. Kebersamaan. Memaklumi. Melawan. Rahasia. Ikhas. Melindungi. Dilindungi. Memberi. Pinta. Sakit. Obat. Pisah. Jumpa. Mencampakkan. Dicampakkan. Memendam. Sembunyi. Lari. Bertahan. Melupakan. Dilupakan. Sesal. Kesetiaan. Maaf. Terimakasih. Bantu. Tolong. Kepercayaan. Bangkit. Jenuh. Menyerah. Ke-putus-asa-an. Keputusan. Konsekuensi. Tanggungjawab. Hak. Kewajiban. Berpaling. Kepuasan. Pilihan. Doa. Mimpi. Perlindungan. Tantangan. Semangat. Ujian. Hasil. Proses. Kesabaran. Pengertian. Kepeduliaan. Perhatian. Kecemburuan. Pengayoman. Keberhasilan. Kegagalan. Usaha. Derita. Asa. Kelapangan. Pengakuan. Kejujuran. Kebohongan. Kebenaran. Kesalahan. Kecewa. Pembelaan. Dukungan. Persaingan. Kehilangan. Iri. Syukur.

Rabu, November 03, 2010

3 November 2010

Selasa, 3 November 2010

Dear blog,
tahukah kamu blog? Aku mau nulis ngga kaya biasanya. Yang akan aku tulis sekarang ngga seperti yang aku tulis biasanya.

Tahukah juga kamu blog, kalau hari ini moodku bagus, mungkin sudah 4 hari ini. Entah kenapa pokoknya bagus aja, meski memang pasti ada sedikit hal yang kadang menurunkan moodku.

Tapi, sepulang dari sekolah, setiba di rumah. Aku mendapat berita yang tak begitu bagus. Mungkin bisa disebut bad news. Oke mungkin itu tidak menyangkut hidupku sekarang. Berita itu lebih berpengaruh dan memang menyangkut kakakku, tapi aku rasa itu juga akan berpengaruh padaku (iyalah, dia kakakku, dan apa pun yang terjadi padanya aku juga mendapatkan dampaknya). Waktu denger itu berita, jujur rasanya aku pengen nangis, tapi ya masa aku nangis. Dan kakakku bilang, kalau tadi keluarga besar juga udah sempet menghiburnya, dan itu malah membuat dia jadi sedih. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mencoba menghibur dan mencoba bersikap biasa. Sepertinya yang aku butuhkan adalah mencoba menghibur diri sendiri.

Aku yakin itu semua pasti yang terbaik. Aku percaya ini bukan berarti Tuhan ngga mengabulkan doaku, tapi hanya saja Tuhan belum mengabulkan doaku. Dan pasti ada rencana indah dibalik ini semua.

Sekarang, aku serahkan saja semuanya pada Tuhan, dan hadapi saja apa yang akan terjadi nanti.

Senin, November 01, 2010

Semangat Belajarku

Aha aku sudah kelas 12, artinya harus lebih rajin belajar kalau mau selamat. Tapi, kok rasanya nilaiku malah turun gini ya? Padahal kan udah ngga sibuk lagi. Udah ngga pernah keluar kelas, selalu ikut pelajaran, ngga pernah ijin, masuk sekolah terus. Tapi ya kok kaya gini?

Padahal tahun lalu aku malah lagi sibuk-sibuknya. Banyak hal yang harus dikerjain, dan pulang ke rumahpun selalu malam. Tahu sendiri kan, kalau pulang malam itu rasanya udah capek, dan udah ngga bisa belajar. Bawaannya capek, ngantuk, ending-nya ya habis nata jadwal langsung tidur hahaha. Udah gitu ada hari-hari di mana aku ngga masuk sekolah, entah ikut lomba lah, seminar lah, nyiapin acaraku lah, etc. Dan itu biasanya ngga cuma sehari, selain itu juga kalau toh berangkat ke sekolah intensitas ikut pelajaran di kelas juga ngga penuh dan bisa dibilang sering ngga ikut pelajaran.

Pernah suatu hari aku mau ada event yang cukup besar. Karena aku sie acara dan sie materi kalau ngga salah, aku ya sibuk gitu. Dan aku punya tanggungan buat pergi ke tempat acara sehari sebelum hari H. Nah, 2 hari sebelum hari H itu di sekolahan hampir seharian buat nyiapin dan koordinasi acara sama yang berangkat hari H. Terus malamnya di rumah aku harus siap-siap buat berangkat esok hari, ngurusin temen-temen yang juga berangkat bareng aku, sama belajar matematika karena besok paginya sebelum berangkat aku ada ulangan susulan, dan iya aku harus nyusun acara yang bener-bener fix tertata semuanya, dari jam, pj, tempat, acra, etc. Tapi, alhamdulillah walau aku ngga bisa tidur tepat waktu (alias aku tidur dini hari) aku tetep bisa bangun pagi, terus ngga telat berangkat, dan masih bisa ngerjain ulangan susulan. Alhamdulillah. Dan ngga tepar. Pernah juga, setelah aku sering ngga masuk dan ngga ikut pelajara, tau-tau waktu masuk ada ulangan dan materi ulangan itu bab yang aku belum pernah ikuti. Tapi, karena keyakinanku aku juga bisa.

Nah, itu buktinya aku bisa, mau sesibuk apapun, kalau niat pasti bisa. Soalnya kalau niat itu kita jadi sungguh-sungguh. Waktu itu aku niat karena nilaiku adalah jaminan untuk tetap berada di organisasiku itu. Jadi, krena seringnya aku ngga ikut pelajaran, orang tuaku mikir aku ngga pernah ngurus sekolah lagi. Dan menyalahkan organisasiku karena aku terlalu sibuk di situ(tapi emang bener sih). Dan kalau nilaiku ngga lebih baik dari tahun sebelumnya, aku harus berhenti dari organisasi itu. Dan aku, ngga rela dong, dulu perjuanganku setahun untuk masuk organisasi ini ngga ringan. Dan di organisasi ini aku punya keluarga baru. Masa iya aku mau berhenti di tengah jalan. Jadi, ya aku mau ngga mau harus buktin kalau nilaiku selalu bisa jadi lebih baik.

Dan hasilnya, aku masih ada di organisasiku itu. Berarti aku berhasil. Tapi, mengapa sekarang saat kegiatanku sudah tak sebanyak dulu, dan bisa lebih fokus sama pelajaran, malah nilaiku jadi turun gini? Apa karena kurang semangat dan motivasi ya?

Minggu, Oktober 31, 2010

Aku dan Pensaga 2010

Sudah banyak yang menulis tentang Pensaga 2010. Dan pendapatku tentang Pensaga 2010, bagusssss. Aku seneng banget :)

Pensaga 2010, aku harus terimakasih sama Tuhanku, karena keinginanku tercapai. Aku berkeinginan kalau Pensaga 2010 itu adalah pembalasan terhadap Pensaga-pensaga sebelumnya. Ngga ada sakit hati, ngga ada tawa palsuku, ngga ada senyum palsuku, ngga ada air mataku yang kusembunyikan rapat-rapaat, ngga ada banjir di batinku, ngga ada rasa berat untuk bilang tidak, ngga ada dendam yang menyiksa. Karena yang ada pada hari itu adalah senyum dan tawa asli. Makasih Tuhan :) .

Peensaga 2010, aku senang selain karena pembalasanku berhasil, karena aku bisa bersama keluarga besar Q-Pee. Jarang-jarang lho di acara kaya gini kita bisa lengkap. Apalagi ada eyang juga dateng (biar aku ngga ketemu, tapi hebat lho eyang buntal boleh dateng).

Sebelumya sih aku sempet takut dan khawatir sama diriku (tapi cuma dikit). Soalnya yang dateng banyak banget dan ada yang sepertinya menakutkan. Dan aku inget kata2 seseorang,"rida ngga bisa dibiarin sendirian atau kepisah di keramaian, ntar ilang" (aku tahu itu berlebihan,tapi bener juga soalnya aku gampang jatuh,jadi gampang ilang hahaha). Jadi sebelum masuk,aku mengumpulkan banyak orang dulu hehe.

Ceritanya, aku berangkat dari rumah jam 5-an lewat, sampai DP hampir jam 6, aku shalat sama makan dulu. Terus sekitat jam 7-an ke smaga. Nungguin temen-temen yang lain pada dateng sampe jam setengah 8-an lewat. Lalu kita masuk. Terus ke UKS dulu,terus nonton padus dilanjutin teatrikal(aku suka banget sama ini). Habis itu Seringai muncul, dan kita langsung mudur dari tengah lapangan. Waktu itu banyak orang-orang yang suka Seringai(mungkin) langsung maju. Itu artinya melawan arahku berjalan.
Wuaaa,mereka kuat-kuat dan sangat semangat,aku mulai ngga seimbang tersenggol-senggol mereka(saat itu aku sempet kepisah dari para saudaraku,tapi untung masih ada satu kakak di depanku,makasih kak aku ngga ditinggal).

Terus kita duduk-duduk di depan UKS sampai akhirnya kita maju lagi ke tengah lapangan saat Netral,teater,Ran tampil. Waktu Netral sama teater, kita di bagian ngga depan-depan banget. Waktu giliran Ran yang tampil kita merangsek maju. Alhasil kita ada di tengah agak depan. Tapi, waktu Ran aku cuma bisa heboh di awal-awal aja soalnya aku udah pake tenaga waktu Netral, dan aku ngga ada temennya heboh, soalnya si Pee-Q ada di belakang tapi berjarak beberapa orang di antara kami, dan kakak Q-pee ku juga ada di depanku, tapi ada jeda satu dua orang di depanku.
Tapi, aku tetap senang. Lau, udah selesai, kita kembali ke belakan mangkal di depan UKS bareng-bareng. Kata saudar-saudaraku sih mukaku uda berubah. Keliatan capeknya gitu. (tapi emang bener aku capek sih), dan yang jelas aku sangat kehausan hahaha.

Terus kita di situ lama banget, sampe sepi, sampe UKS-nya ditutup, sampe si kakak Q-Pee dijemput. Waktu mau keluar lokasi, ada coklat, kakak Q-pee salting deh hahaha geli deh liat dia salting, eh iya aku lupa, aku kok ngga nyariin anginku ya?apakah dia pulang ke Semarang? Haha, terserah deh.
Terus kita pulang ke rumah. Terus aku capek ngantuk berat di jalan.

Yang jelas, Pensaga terakhir sebagai anak SMA(amin)ku ini menyenangkan dan unforgetable deh.
Makasih Tuhan, makasih GPBS, makasih keluarga besar Q-Pee, makasih kakak ipar, makasih adeknya Pee-Q, makasih panitia pensaga dan semua yang mengurusi acara ini dan pengisi acaranya, makasih semuanya, dan makasih Eno Netral (aku sempet nge-fans sama dia dalam semalam kemarin hehe).

_rida_

Sabtu, Oktober 30, 2010

Bagaimana Mungkin Aku Tidak Bersyukur?

Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur,
jika nyatanya aku ada bersama mereka
jika nyatanya mereka baik kepadaku (baik bukan berarti selalu memberi apa yang aku ingin)
jika nyatanya mereka menyayangiku (sayang bukan berarti selalu membenarkan aku, bukan berarti selalu menuruti aku)
jika nyatanya mereka perhatian padaku (perhatian bukan berarti selalu memaksaku membagi segalanya)
jika nyatanya mereka selalu melindungiku (melindungi bukan berarti selalu membuntuti dan menguntit)
jika nyatanya mereka tulus (tulus tidak harus diucapkan)
lalu bagaimana mungkin aku tidak bisa bersyukur?

Benang Rumit

Pernah menjumpai benang-benang yang begitu rumit?
Lalu mencoba menguraikan benang-benang itu
menjadi untaian benang-benang yang teratur
namun yang terjadi adalah
benang tersebut menjadi semakin rumit
membuat yang mencoba menguraikannya menyerah

Kamis, Oktober 28, 2010

Ingin Setia

Apakah salah jika aku ingin setia?
Jika aku ingin menjaga hatiku?
Dan ini semua hanya usahaku
Lalu aku tak ingin berpaling
Aku hanya ingin setia
Sudah cukup saja
Biar saja aku menjaga hati
Karena aku ingin setia

Selasa, Oktober 26, 2010

Rumit

Kalian tahu?
Ini semua sangat rumit
terlalu rumit malah,
bahkan aku sendiri tak bisa mengerti

Kalau Aku Ingin Mengembalikan Sungaiku

Sungai,
Sudah lama ya aku tak menuliskan tentangnya
tentang sungaiku,
ah, tapi...
aku memang sudah tak memiliki sungai lagi
sudah tidak ada sungaiku lagi

Tapi,
sekarang aku merindukannya
merindukan sungaiku yang tenang

Sungaiku,
bolehkah aku menjadi egois?
untuk sesaat saja

Aku ingin kamu kembali menjadi sungaiku
bukan langitku,
meski aku juga menyukai langit.

---

Sungaiku,
tahukah kamu, aku tak bisa menerjemahkanmu?
tahukah kamu, aku selalu bingung dibuatmu?
tahukah kamu, aku membencimu dalam pujiku?

entahlah,
kamu hanya mengalir saja layaknya sungai,

---

Sekarang,
aku benar-benar ingin menulis tentangmu
tidak salahkan?

Senin, Oktober 25, 2010

Hanya Sekedar Pemikiranku

Hai blog, aku di sini pulang sekolah langsung menuju kamu. Aku bukan mau ngapa-ngapa. Hanya saja aku ingin mengeluarkan sedikit unek-unekku. Daripada aku simpen dan nanti membusuk (sebenernya tadi aku sudah sempat mengeluarkannya kepada temanku, eh salah maksudnya saudaraku, lebih tepatnya saling berbagi tentang pemikiran kami).

Ngga bisa dipungkiri di dunia ini ada berbagai macam orang. Dan cara berpikir merekapun berbeda-beda. Sifatnya pun berbeda-beda. Ada yang perhatian, perhatian banget, cuek dalam taraf biasa aja, cuek banget, sampe yang namanya ngga peka. Entah kalian masuk dalam kategori mana.

Ada juga orang yang suka sok tahu dan ada yang nggak.

Well, langsung aja ya, bingung ngerangkai kata buat pembukaan.

Aku pikir, setiap manusia itu punya hidup masing-masing (bukan berarti hidupnya dia sendiri). Dan apapun yang terjadi padanya, ada yang bersifat umum dan pribadi. Ada yang bisa dishare ada yang harus disimpan sendiri. Karena aku pikir ngga semua hal harus kita publikasikan kan? Ngga semua hal bisa dibagi. Ada beberapa hal yang hanya cukup manusia itu dan Tuhannya yang tahu.Lalu, setiap manusia juga punya hak untuk berpendapat juga.

Sekarang, aku bukannya ngga suka ada manusia-manusia yang perhatian padaku, aku ngga mau munafik, aku seneng kalau ada yang mau perhatian sama aku. Tapi, aku pikir sekali lagi ngga semua hal harus dan bisa dipublikasikan.

Iya, memang benar, aku selalu membebaskan setiap manusia mau berpikiran apa tentang aku. Aku tidak melarang mereka mau berpendapat apa saja. Mau bilang aku beginilah, begitulah, itu hak mereka. Aku tidak keberatan.

Dan aku juga tidak masalah jika ada yang mau membantu menyelesaikan masalahku. Tapi, ngga semua masalaha harus aku ceritakan kan?

(sekarang agak ngga nyambung sama paragraf sebelumnya). Mungkin aku memang kadang sedikit tidak senang dan tidak mau dicampuri tentang beberapa masalahku. Tapi, itu pasti ada alasannya yang terkadang tak perlu orang lain ketahui.

Jujur, aku emang mulai agak ngga suka kalau ada yang ikut mengurusi sebuah masalah di mana dia pikir aku bermasalah di situ. Padahal hebatnya aku sendiri malah tidak merasa punya masalah di situ. Aku merasa semuanya baik-baik saja. (mungkin kalau ini akunya yang emang terlalu ngga peka kali ya? Kalau ini sih parah). Sekali lagi, aku tidak keberatan mereka semua mau berpendapat apa. Mereka semua mau bilang aku bermasalah atau tidak. Tapi, tolong jika tidak mengetahui yang sebenar-benarnya kebenaran itu, jangan mempublikasikan pemikiran yang belum tentu benarnya.

Mungkin aku hanya menyampah di sini. Tapi, aku hanya ingin berpendapat kalau ngga semua hal harus diketahui oleh publik, dan jika aku tak mau memberitahu, sudahlah, pasti aku punya setidaknya satu alasan kuat mengapa.

maaf, jika tulisan ini tidak mengenakkan. Tapi, lebih tidak enak lagi jika aku tidak mengeluarkan pikiranku dan beberapa orang, yang sudah aku tulis di atas.

Minggu, Oktober 24, 2010

Yang Aku Pikirkan tentang "Lintah"

LINTAH, sebuah kata yang terdiri dari enam huruf dari deret alphabet. Hanya enam hurup yang menjadi sebuah kata benda dan memiliki arti denotasi sebagai seekor hewan yang cukup mengerikan dan menjijikkan (mungkin).

Lintah, apa yang kamu pikirkan tentangnya?

Lintah, kalau yang pertama aku pikirkan jika mendengar kata itu ya sama seperti yang sudah aku tulis pada paragraf pertama di atas. Hahaha. Hewan yang ngga besar, tapi mengerikan.

Kalau dulu, mungkin sampai beberapa jam yang lalu, aku selalu memikirkan hal-hal yang menyeramkan tentang lintah. Itu hewan kayanya jahat banget. Gimana ngga coba? Dia kan menghisap darah. Aku mbayangin aja kalau misal itu hewan udah nempel dan menghisap pastinya rasanya ngga enak. Sakit mungkin, perih mungkin. Atau waktu melepaskannya dari kulit yang aku lihat di TV-TV itu kayanya susah banget. Kesannya itu sudah benar-benar nempel. Dan selalu kalau dilepas, yang ditempelin itu hewan mukanya udah ngga enak. Karena itu aku akan berpikir pasti rasanya sakit.

Namun, sekarang pikiranku sudah berubah. lintah tidak semenyeramkan itu. Setelah aku tahu rasanya tergigit oleh hewan itu, aku jadi biasa aja. Ngga terasa lho sebenernya. Malah waktu aku tergigit atau lebih tepatnya terhisap darahku, itu aku benar-benar tidak sadar. Dan aku sadar karena aku melihatny. Padahal lintahnya udah sampe gendut dan darahku juga banyak. Haha

pokoknya, intinya kalau digigi atau dihisap darahnya oleh hewan yang bernama lintah itu ngga sakit. Tapi, ngga tahu juga sih kalau lintah besar.
Hehe

Rabu, Oktober 20, 2010

Ketika

Suatu malam ketika rembulan lelah tersenyum,
Ketika gemerlap gemintang ditelan pekatnya malam,
Dan ketika arak-arakan awan hitam bersemangat menghibur malam
Ketahuilah dia masih berdiri di situ,
Dalam sudut terdalam dalam hatiku.
Percayalah, sang air mata akan menjaga,
Menjaga aku dari segala kemunafikan dunia.
Dan janganlah dia berpikir,
Aku akan membuang harapan itu ke dalam bak sampah,
Bersama bangkai-bangkai sialan itu.
Karena sesungguhnya dia juga bagian dari cerita ini.

Semarang, July 6th, 2010 ; 11.00 p.m.

Minggu, Oktober 17, 2010

Terjebak Hujan di Bumi Ganesha

Sabtu, 16 Oktober 2010

Seperti biasa aku ke sekolahan siang, niatnya sih jam 08.30 berangkat dari rumah, tapi ya karena ada sedikit masalah tentang LPJ yang harus diselesaikan, aku berangkat dari rumah jam 09.00. Sampai sana ketemu Mamah virqin, kak wawan, kakak gema, dan kakak Q-pee titien. Terus aku dan kakak q-pee ngurusin LPJ d daerah Udinus. Waktu sampai sekolahan lagi, ada kakak Ajeng, lalu aku sama Kak Q-Pee cari tanda tangan, tapi berhenti cuma sampai Kasie-4, habis atasnya lagi pulkam sih. Akhirnya, kami berhenti dan sedikit kecewa.

Buat ngisi waktu, daripada nggak jelas duduk-duduk di sekitaran markas, aku, kakak Q-Pee, mamah virqin, dan kakak ajeng (tadi dateng waktu au lagi ngurus LPJ) memutuskan buat ke DP, kakak ajeng mau cari sesuatu. Setelah capek muter-muter DP (sebenernya cuma lt.bawah sih), aku ngajak buat balik ke smaga, tapi mamh virqin ketinggalan di sana, soalnya mau maen sama temennya.

Sesampai di smaga, seperti rencana awal kami sejak beberapa hari yang lalu, kami mau liatin adek-adek kami tercinta latian buat Desanov (demo Satu November), terus setelah selesai latihan, kami mau ngasih evaluasi dan saran serta dukungan (kami kan baik dan perhatian hehe).

Waktu selesai evaluasi itu hujan, tapi kakak Ajeng langsung pulang soalnya udah sore dan dia ada tanggungan di rumah, nah aku, kakak q-pee, kakak gema mau shalat dulu. Waktu selesai shalat, uajnnya tambah deres, padahal si kakak q-pee mau pulang, terus kami berdua nungguin. Akhirnya ujannya udah redaan, kami langsung deh jalan mau ambil motor, tapi waktu lagi nyampe samping koperasi, tambah deres lagi. Yaudah kita berhenti di depan koperasi, terus ada kakak gema dateng, menemani 2 anak yang lagi suwung karena hujan. Yaudah kami menjadi sedikit gila, lalu hujannya udah rada berhenti lagi, terus aku sama kakak q-pee ambil motor ke belakang, kakak gema kembali bersama teman-temannya. Nah, waktu mau jalan, eh malah deres lagi ujannya, udah gitu berpetir lagi (tadi waktu masih di depan koperasi juga ada petir). Yaudah deh, akhirnya kami naikin tuh motor sampe depan kopersi lagi, terus terduduk berdua gitu, kaya anak kecil kembar yang lagi ilang jauh dari mama dan papa. Karena 2 orang q-pee sama-sama nfga suka petir yang kaya gini, kami ngundang kakak gema buat nemenin kami hehe. Terus akhirnya dia dateng dan sarannya dia sih nungguin di kantin. Kami sih nurut-nurut aja. Tapi, waktu di kantin kami ngga duduk di bangku favorit, habisnya kami para q-pee ngga suka liat langit dalam keadaan kaya gini. Lama banget hujannya malah tambah deres dan petirnya tambah galak. Akhirnya kami di situ sampe maghrib. Lalu, kami ke masjid shalat, tapi sebelum ke masjid aku ke kamar mandi dulu.

Waktu mau sampe kamar mandi, salah satu pintu kamar mandi ditutup lalu dikunci. Yaudah aku masuk kamar mandi yang pojok. Waktu aku keluar, yang di kamar mandi sebelahku belum keluar dan ngga ada suara air sama sekali, alias hening. Setelah keluar dari kawasan kamar mandi kakak q-pee bertanya padaku:
kakak : yang di kamar mandi tadi siapa ya?
Aku : ngga tau, orang kali (jawabnya santai dan biasa aja)
kakak : tapi kok dari tadi ngga ada suaranya?
Aku : lagi boker kali (jawabku asal-asalan sih)
aku : iya sih, tadi sepi, tapi yaudahlah, berpikir positif saja, hehe :)

Aku tau, kalau kakak q-pee udah mikir aneh-aneh (aku sebenernya juga, tapi ya aku ngga penasaran). Lalu kami ke masjid. Setelah selesai shalat, kakak q-pee pesen taksi, lalu kami berdua pamitan sama kakak gema yang udah baik nemenin dua anak kecil yang ketakutan ini. Terus aku sama kakak q-pee keluar sekolahan, dan taksinya udah dateng, lalu kami saling pamitan dan janji saling kasih kabar kalau udah sampe (seperti biasanya).

Lalu aku pulang sendiri, di jalan aku lihat motor melayang. Aku liat sejak 100 meter di depanku, untung aku bisa menghindari, aku ngga tau si pengedara motornya jatuhnya di mana, aku cuma bisa liat motornya yang melayang, tapi itu cukup membuat aku syok. Hahaha.

Yasudah, akhirnya aku bisa pulang ke rumah dengan selamat. :)

Kamis, Oktober 14, 2010

Batinku Rasanya Campur Aduk

Hari ini, batinku rasanya campur aduk.
Tadi pagi mungkin masih biasa saja, tapi ada sedikit jengkel sih waktu berangkat sekolah.
Pokoknya intinya batinku rasanya campur aduk. Rasanya udah kaya bakso, campur mie goreng, campur nasi goreng, di kasih opor, di taburin sambal pecel, di tambahin soto, di kasih potongan pizza, disiram jus alpukat sama es krim, ditaburin serpihan biskuit, dengan sausnya itu es gempol.
Rasa-rasanya sedih, tapi ya ngga sedih sih, jengkel itu tepatnya, tapi masih ada senengnya juga, marah, tapi ngga pantes buat marah. Ya, pokoknya campur aduk.

Puncaknya, malam ini,ketika ada kabar tiba-tiba tentang seorang guruku yang meninggal, ngga tau deh rasanya, bingung, penasaran, menyangsikan kabar itu, sedih, kaget, gimana ngga coba, beliau itu pembina organisasiku (waktu periode jabatanku), jadi ya sedikit banyak sering konsultasi sama beliau.

Kalau berita itu benar, semoga Allah melapangkan jalannya, dan ampuni segala salah dan dosanya, dan tenangkan hidupnya di sana. Amin. Untuk yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan keikhlasan (termasuk aku) amin.

Berterbangan Lalu Terhempas

Pernahkah kamu menjadi berterbangan di udara, dan terus terbang melayang tinggi ke udara.
Namun, entah mengapa tiba-tiba kamu terhempas
Jatuh mendarat di tanah berbatu yang tajam
Melukai semua perlindungan hingga menembus tulang belulang.

Cerita Tidak Penting

Hey blog-ku tersayang,,selamat dini harii, aku masih hidup lhoo, alias belum tidur.
Aku mau cerita-cerita ngga penting dan ngga mutu ni.

Nah, ini kan udah larut malam, tapi aku belum tidur. Kalau kaya gini jadi inget jaman-jaman dulu (tapi ngga dulu banget). Jaman waktu masih ada si. Biasanya kalau udah jam segini kalau aku belum tidur (dalam rangka ngerjain tugas) suka ditemenin, seenggaknya aku ngga kesepian sendiri. Terus ya disemangati buat cepet nyelesaiin biar aku bisa cepet tidur biar ngga telat (kalau ini aku masih mikir, sebenernya biar aku cpet tidur apa biar dia yang cepet tidur?). Terus kalau misal ngga lagi ngerjain tugas ya paling disuruh shalat terus tidur, kalau lagi ngga bisa tidur karena ada sesuatu yang mengganjal paling di suruh ngadu ke Tuhan (kayanya kalau ini aku yang ngajari deh) terus tidur. Ya intinya dulu itu rasanya aku masih punya temen. Tapi, sekarang aku juga masih merasa teman kok. Ya meski sekarang aku ngga tahu dia ke mana dan gimana kabarnya. Karena setahuku ngga ada yang namanya mantan teman, dan sampai kapan pun dia masih temanku, meski dia udah ngga pernah ada lagi buat nemenin aku.

Hahaha...tu kan ngga penting banget aku.

Sudah ya , aku ngga mau kebanyakan cerita.

:D

Rabu, Oktober 13, 2010

Karena Aku pun Tak Tahu

Jangan menekanku.
Jangan hujani aku dengan pertanyaa-pertanyaan yang aku tak mengerti.
Sudahlah,
Aku bukan yang mengetahui segalanya.
Bahkan, aku pun sendiri juga tak tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.

Selasa, Oktober 12, 2010

Gadis Gila(ku), I

Paris, 2010
Aku masih berkutat dengaan barang-barangku yang ternyata tidak sedikit. Lelah, itu yang aku rasa, tapi bahagia karena bisa menginjakkan kaki di tanah yang jauh juga tak dapat dipungkiri.

Aku membuka sebuah kotak, ada satu barang menarik perhtianku dan membuatku menjadi rindu pada tanahku. Padahal baru beberapa jam yang lalu aku berdiri di sana. Aku beranjak dari dudukku dan mematikan lampu yang menjadi sumber penyinaran di ruangan yang baru aku temui hari ini. Seketika semua menjadi tak terlihat karena gelap, tapi kotak tadi menjadi terlihat sangat bersinar. Kotak itu pancarkan cahaya berwarna kuning keemasan yang membawa ingatanku pada semua hal beberapa tahun lalu, di tanahku.

---

Indonesia, Agustus 2007-Juli 2008

Aku sudah lupa hari ini hari ke berapa aku menjadi siswa putih abu-abu. Aku sudah mulai bisa menerima keadaan yang serba baru. Lingkungan baru, sekolah baru, rumah baru (saat SMP aku tidak tinggal di kota ini), teman baru, kelas baru, semua benar-benar baru. Dan pasti status baru, entah bagaimana aku bisa menjadi ketua kelas di kelas baruku ini.

Karena jabatanku ini, semua teman sekelas langsung mengenali aku dan tak mau kalah, para guru pun ikut-ikutan mengenali aku. Setiap hari selalu saja ada yang berkata, "Dewa, beri tahu teman-temanmu kalau tugas yang tadi saya beri harus dikumpulkan minggu depan", "Dewa, kalau mau bayar ini di siapa ya?", "Dewa, .....bla bla bla, Dewa, ....bla bla bla...".
Meski begitu, aku senang, mengingat aku adalah anak yang baru datang di kota ini, sudah banyak teman yang aku punya.

Dan mengenai teman-teman sekelasku, ada satu nama yang aneh bagiku, 'Astley Elaine Haueul'. Tapi ternyata, itu hanya nama seorang gadis biasa yang sama seperti dengan gadis lain di kelasku. Ini adalah awal aku mengenal dia. Tapi, hanya sebatas dia teman sekelasku, dan aku teman sekelasnya. Tak ada banyak pembicaraan di antara kami. Dan itu berlangsung hingga akhir tahun pertamaku di sekolah ini.

Pertemuan yang Berujung Tak Terduga

Gadis itu berdiri tidak sendiri. Terkadang dia tersenyum diikuti gelak tawa renyah bersama para gadis dan lelaki lain. Dia mulai mencoba memperhatikan sekitar. Menatap satu-persatu wajah di sekitarnya itu. Menyelami setiap siratan dalam wajah-wajah itu. Nyaman, itu yang dia rasa. Mungkin, dia akan berani menukar seluruh hidupnya hanya untuk melihat wajah-wajah itu selalu bersinar membawa kenyamanan seperti ini.

Semua masih baik saja, meski ada beberapa sandungan-sandungan yang terkadang sedikit memuramkan wajah-wajah di sekitarnya. Hingga pada suatu ketika...

Gadis itu melihat lurus ke depan. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjalnya. Entah apa itu. Sepertinya sesuatu itu terus memanggilnya.

Lama dia mencoba tak peduli, tapi sesuatu itu hanya langsung mendekatinya. Sepertinya sesuatu itu ingin membacanya.

Gadis itu tidak bergerak, hanya diam membiarkan semua terjadi hingga wajah-wajah di sekitarnya berkata, "Hati-hati dengan sesuatu yang mendekat itu. Sesuatu itu hanya tak ingin kamu bersama salah satu dari kami". Tak ada tanggapan dari gadis itu, dia hanya sedikit merenungkan kalimat tersebut dalam batinnya yang pura-pura tak peduli.
...

(bersambung)

Sabtu, Oktober 09, 2010

Terimakasih :)

Terimakasih atas 2 hari terakhir

Terimakasih telah hapus kabut tebal dan hujan deras yang mengunjungi hati.
Dan hilangkan mata sendu yang banjir karena hujan deras di hati.

Meski hanya 2 hari yang tidak penuh,
tapi kalian telah hilangkan itu :)

Karena hari-hari sbelumnya tiba-tiba langit mengundang awan hitam pekat tuk menyelimuti hati
Dan biarkan kabut menghalangi sinar matahari
Hingga biarkan banjir bandang mendatangi hati dan mata sendu.

Tapi, sekali lagi
Kalian berhasil hapus segala itu
Kemudian datangkan pelangi indah bersama hangatnya sinar matahari
Walau itu datang bersama lelah yang ingin berkunjung

Lagi-lagi, Terimakasih :)



Love You all (_rida_)


Semarang, 7th 2010 ; 03.30 p.m.

Kamis, Oktober 07, 2010

Petir yang Menangis

Pernahkah kau mendengar tetang petir yang menangis?
Jika belum, mungkinkah sekarang kau mau untuk membayankannya?
Atau, mungkin mencoba membayangkannya?

Lalu, apakah sekarang kau sudah berhasil membayangkannya?
Dan, apakah itu sudah cukup jelas?
Sekarang, apa pendapatmu?
Apakah kau punya pendapat?
Atau kau tak bisa berpendapat karena tak berhasil membayangkannya?

Jika kau tak bisa membayangkannya,
Aku akan menunjukkanmu sekarang
Kini, sudah dapatkah kau lihat petir yang menangis?

Ooohhh, nampaknya kau tak dapat melihatnya,
Bagaimana mungkin?
Aku telah menunjukkannya tepat di depanmu
Apa kau buta?
Atau jangan-jangan kau tak tahu cara melihat

Ahh, sudahlah
Itu tidak penting -bagimu-
Kau tak perlu bisa melihat, mengetahui, dan juga mengerti
Karena memang itu tak ada artinya bagimu bukan?

Semarang, September, 20th 2010

Rabu, Oktober 06, 2010

Singing

And I don't want to fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don't wat to talk about it

And I don't want a conversation
I just want to cry in front of you
I don't want to talk about it
Cause I'm in love with you

-A.L.-

Selasa, Oktober 05, 2010

Yang Petir Ingin

Biarkan petir menangis saat ini. Dan bumi yang akan menjadi saksinya.
Karena langit sudah tak mau lagi melihat petir. Dan hanya kepada laut yang petir inginkan saat ini.

Minggu, September 26, 2010

Sebuah Pengakuan dari Mereka

Apakah kamu menyadarinya?
Sesungguhnya saat kamu bertanya tentang aku,
aku merasa terlalu senang.
Saat aku diam, bukan berarti aku tak peduli,
tapi aku hanya ingin kamu memperhatikanku.
Saat aku tak berbalik menengok ke arahmu ketika berpisah,
bukan berarti aku bisa berjalan dengan tenang,
tapi sebenarnya aku sedang berperang dengan diriku sendiri untuk menahan tengokanku.
Saat aku tak melihat ke dalam matamu,
sesungguhnya aku hanya malu untuk terbaca olehmu.

Dan jika kau kini menjauh,
dan aku hanya berdiam,
sebenarnya aku mencaci diriku sendiri dalam batin.

Semarang, 13th 2010 ; 06.36 p.m.

Jumat, September 17, 2010

Kembali Teringat

bagaimana jika semuanya mengingatkan aku kepada kamu?
Kemudian hujan sore ini membawa semua pikiranku kepada setiap detil saat yang lalu
dan langit mendung ini menceritakan kembali semua kata yang terucap hari-hari itu.
Lalu segala imaji liarku mulai bangun dari tidurnya dan memaksa angin yang berhembus untuk menekan tombol replay dalam memori yang menyimpan semua tingkah polah kamu ketika itu



_Rida_Semarang, September,17th 2010 , 03.28 p.m.

Aku Tidak Adil

Aku hanya sedang merasa tidak adil.
Bagimana mungkin tidak dinamakan tidak adil? Lihat saja ilustrasi ini.

Aku sering selalu membebani orang lain dengan masalahku. Atau dengan kata lain sering aku membagi masalahku dengan orang-orang lain tersebut.
Misalnya saja, aku sering dan selalu menghubungi A* (orang-orang yang dihubungi) jika aku merasa memiliki masalah. Aku akan memberikan semua keluh kesahku kepada A*, aku akan menangis di A*, aku akan menceritakan masalah-masalah yang mungkin ngga penting ke A*, lalu aku akan membuat A* bingung dengan aku, lalu aku membuat A* merasa harus membantu aku menyelesaikan masalah-masalahku, dll.
Kemudian A* akan membantu mencari solusi, akan memberi nasihat, akan menghibur aku, akan membuat aku tersenyum lalu tertawa, akan membuat aku menjadi baik-baik saja kembali.

Namun, itu hanya sepihak. Jadi, A* akan membantu aku dan membuat aku tersenyum, bahkan tertawa. Dan aku hanya bisa memberi beban kepada A*, memberi masalah kepada A*. Tapi, A* tidak pernah memberiku hal yang aku beri kepada A* (sebut saja; masalah, duka, amarah, tangis, keluh). A* hanya selalu memberi aku tawa, senyum, bahagia, canda (lebih tepatnya membuat aku tersenyum, tertawa, bersyukur, bahagia).

Sekarang, aku benar-benar merasa tidak adil kepada A*. Dan, aku juga merasa tidak enak jika harus membebani hal-hal tersebut lagi kepada A*, jika selalu saja aku yang menyusahkan dan A* tidak pernah balas melakukannya kepada aku.
Aku minta maaf kepada A* atas hal-hal yang telah aku sebutkan tadi dan apa yang aku lakukan.
Dan juga, aku sangat berterimakasih sekali (terimakasihku tak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata) atas itu semua, atas semua yang telah A* lakukan.
Lalu, untuk sekarang dan yang akan datang, apa yang bisa aku lakukan untuk kamu A*?




*di sini aku tidak akan menyebut nama, tapi aku rasa kamu-kamu yang bersangkutan sudah tahu.



:)

Kamis, September 16, 2010

Aku Kangen

Kangen sama mlinjoku
Kangen sama manggisku
Kangen sama terungku
Kangen sama kacang polongku
Kangen sama labuku
Kangen sama nangkaku
Kangen sama pepayaku
Kangen sama alpukatku
Kangen sama paceku
Kangen mereka....

Senin, September 13, 2010

Si Abang Cakep

Hey Blog,

Sebelumnya, aku minta maaf ya blog, aku mu jujur. Sebenernya aku lagi males -banget- menjenguk kamu dan menulis di sini. Apalagi setelah tahu ternyata sudah berminggu-minggu -mungkin hampir sebulan- seseorang absen ngunjungin kamu. Ya, udah ngga ada semangat lagi. Apalagi ternyata malah ekspektasiku salah. Iya, bukan dia yang rajin mengunjungimu.

Tapi, aku udah pernah janji sama seseorang buat ngepost tulisan ini.

Well, langsung aja...

Jumat, 10 September 2010 kan lebaran, terus aku ketemu sama Si Abang Cakep. udah lama ngga ketemu dia. Waktu ketemu aku langsung bilang, "tambah cakep ini abang", pastinya aku ngomongnya dalam hati karena aku ngga mau dia jadi besar kepala (lagi).

Ketemu Si Abang jadi inget dulu masa-masa kecil. Huhuhu kangen maen bareng Si Abang lagi. Sejak aku kelas 6 SD, dan Si Abang SMP sampai sekarang, boro-boro maen bareng, ketemu aja udah langka banget. Padahal, dulu sebelum zaman itu, kalau maen kemana-mana bareng Si Abang. Bukannya maen bareng temen-temen cewe, aku malah lebih sering maen bareng Si Abang. Kalau aku udah pulang sekolah, aku nungguin Si Abang sampai pulang (soalnya Si Abang pulangnya lebih siang) terus maen, entah di rumahku, rumah Si Abang, atau kalau ngga rumahnya Eyang. Terus maen-maen di sekitaran rumah. Kadang (kayanya sih sering) Si Abang mampir di rumah temennya (kalau ngga salah namanya Indra, tapi sekarang udah ngga tau dia tinggal di mana) terus aku juga diajakin Si Abang maen di sana. Tapi, kalau mereka udah mulai maen kartu yang saat itu statusku anak kecil cewe yang girly banget, dan ngga bisa maen kartu, aku langsung keluar rumahnya Si Indra. Terus aku ngitung sampai 50. Kalau Si Abang ngga keluar-keluar, aku pergi deh kabur pulang ke rumah sambil sedikit banyak marah-marah ngga jelas gitu dan sedikit pengen nangis. Terus biasanya besoknya, Si Abang bakalan tanya aku kok ninggalin dia, terus minta kalau maen ke sana lagi, aku ngga boleh ninggalin dia (soalnnya dia tanggung jawab jagain aku). Tapi, dasar akunya gampang marah, kalau ke sana lagi maen kartu lagi atau maen maenan yang aku ngga suka dan aku ngga bisa, akunya langsung kabur. Hahahah kasian Si Abang, kalau aku udah pake acara kabur-kaburan gitu pasti Eyang bakal marahin dia hehehe. Maaf ya Bang.

Balik lagi ke zaman sekarang. Kemarin pada bilang, "Eh, dulu kan Si Abang temen maennya Dek Rida, terus kayanya dulu mereka sama deh. Eh, eh sekarang kok kamu lebih tinggi Bang?"
Aku sama Si Abang sih cuma senyum dan aku hanya bilang dalam hati,"Iyalah, Si Abang kan cowo, kalau masih sama kaya aku sih aneh".
Terus juga pada bilang,"Si Abang tambah cakep"
nah, kalau aku bilang,"Si Abang sekarang cakep". Mungkin dulu aku terlalu sering bareng Si Abang, jadi ngga sadar kalau Si Abang cakep kal ya? Apa karena dulu Si Abang masih kecil? Tapi, aku inget dulu temen sekelasku pernah bilang,"Abangmu cakep Rid, besok aku pacarin ya?"
Hahaha jadi bangga sedikit kecewa deh punya Si Abang yang cakep.

Blog, udahan ya cerita tentang Si Abang. Tapi, bentar ada satu pesan dari Si Abang buat kamu, "Jangan suka sok tau kalau ngga tau apa-apa, mendingan tanya". -sebenernya ini kalimat kita berdua-

Geje Darurat Bareng Keluarga GPBS

Jumat, 3 September 2010
Ya udah, langsung aja cerita tentang Buber ya?
Well, sebelum aku mau berbagi tentang acara Buber GPBS 22, aku mau berbagi dulu tentang kejadian-kejadian Pra-Buber. Hehehe.
Acara ini sebenernya ngga terlalu direncanain, initnya sih kita mau kumpul buka bareng terserah mau di mana, kaya gimana acaranya. Alhasil, Jarkom-pun Cuma ngasih tau kalau mau ada Buber pada hari tersebut pada bisa apa ngga. Dan kita ngga ngerencanain tempatnya hehe.
Aku, sama si kakak Pee-Q ku yang tugas buat ngasih Jarkom ke temen-temen. Dan aku tanggung jawab sama yang rumahnya daerah atas.
Rencana awal : aku dan beberapa temen mau langsungan berangkat dari sekolah, kita udah bawa baju ganti. Terus pulangnya, aku berencana pulang bareng Pee-Q ku sampai Pedurungan, tapi aku sudah menduga kalau dia bakal dijemput sama si Kakak Ipar. Hmmm…...baiklah masih ada Eyang Buntal. Terus, ternyata si Eyang Buntal ngga bisa ikut. Yasudah, ngga ada temen bareng naek angkot lagi, dan aku mempersiapkan diri buat ngasih argument ijin ikut buber meski sampai Pedurungan harus sendirian.
hari berikutnya, aku bilang mamaku tentang rencana buber itu. Terus, mamiku bilang, “Hari Sabtu aja kamu bubernya, biar kamu ngga di rumah sendirian”. Alhasil aku langsung sms para sodara-sodaraku, tapi aku tiba-tiba inget kalau hari Sabtu itu si adek Pee-Q2 (NJ) ngga bisa. Fine, akhirnya aku memutuskan hari jumat aja ngga apa-apa.
Sehari sebelum buber, ada berita kalau hari Jumat ayahku mau pergi, lebih tepatnya keluargaku. Yang itu artinya, ayahku nggga bisa jemput aku. Aku udah ngga tau mau gimana lagi, akhirnya aku menyimpulkan kalau aku ngga bisa ikut Buber, lagian pasti aku ngga boleh pergi kalau ngga bisa pulang apalagi aku habis pingsan (jadi, hari itu aku habis pingsan waktu pulang sekolah, aku tau ini ngga ada hubungannya sama kejadian ini). Setelah itu, aku langsung capcus ngirim pesan ke sodara-sodaraku gimana kalau aku ngga ikut?(sebenernya aku baru sms si kakak Pee-Q).
Setelah, itu kami berdua mendapat ilham (berlebihan). Dengan perasaan rada ngga enak gimana gitu, aku minta tolong sama salah seorang Kakak Sepupuku kalau dia bisa dan mau ngga nganter aku pulang? Aku sih, udah ngga terlalu berharap, tapi emang udah dasarnya orang itu baik banget, dia mau..Horeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! aku seneng banget hahaha (padahal itu berita nyapenya uda malem-malem pas kepalaku sakit gara-gara bangun secara tiba-tiba dari tidur).

Esok harinya, aku berangkat sekolah lalu belajar, lalu menghadiri Regenerasi yang ternyata selesai jam 05.20 p.m. Kemudian acara kami pun siap dimulai. Sayangnya ngga semua anak GPBS bisa ikut, jadi kami Cuma ber-9 (aku, ika, titien, nurul, ajeng, gema, Leila, kak luwak, ali). Tadinya, aku udah ngajak adekku tercinta (dek naila)-lagi seneng sama naila- buat ikut sekalian, tapi dia ngga mau soalnya temen2 seangkatannya ngga ada yang ikut.
Waktu mau berangkat, kami berhenti di deket mushola, biasa ribut mau kemana. Lalu diputuskan buat ke DP aja yang deket, dan banyak pilihan menu. Lalu tiba-tiba ada anak Rohis yang nawarin buka bareng di situ dengan biaya …(aku ngga inget berapa) karena mempertimbangkan seorang saudara, kami memutuskan buat ke DP aja.
Sesampainya di foodcourt-nya DP, kami bingung cari tempat, semua tempat udah penuh. Padahal udah maghrib juga. Akhirnya, aku sama Leila pergi jalan sendiri berdua ke suatu tempat yang emang rada jauh, tapi kahirnya nemu tempaty kosong. Huye…!!!!
Udah dapet tempat, sekarang kami menata meja dan kursi. Terus, aku dan beberapa temen beli minum. Sumpah, lama yo… terus kami pesen maem, nah waktu itu aku udah ngga minat makan. Rasanya udah penge muntah liat banyak makanan di situ (meskipun bukan di meja kami). Tapi, mereka (teman-temanku tercinta bersikukuh menyuruh aku makan). Karena jumlah mereka lebih banyak, aku deh yang kalah. Jadi, aku tetep beli makan, tapi kalau aku ngga habis, salah seorang sepupuku yang lain lagi harus bantuin aku habisin. Hehe….
Di tengah-tengah acara makan, temen-temenku pada shalat. Nah, mereka nitipin makanannya ke aku sama Leila dari gangguan Kak Luwak hahahaha. Saat itu, aku berjuang mati-matian buat makan. Tapi, sekuat-kuatnya aku, tetep aja masih ngga kuat. Selagi saat itu Cuma ada aku. Leila, dan Kak Luwak, aku mendonorkan telur yang ada di piringku buat Kak Luwak hehe.
Setelah beberapa lama kemudian, mereka-mereka kembali. Lalu lanjut deh acara makan dan ketawa-ketawa ngga jelas, mengghibah, dll. Pokoknya menyenangkan deh. Apalagi ada Kak Luwak yang selalu memiliki ide jahat buat ngambil minumnya orang.
Akhirnya, makananku habis, dan aku mulai rebut ngajakin pulang (bukannya aku udah ngga betah, tapi udah malem).

Jam 07.50p.m. akhirnya kami meninggalkan meja kami.
Lalu, kami minus Titien dan Ajeng kembali ke Smaga ambil alat transportasi. Lalu pulang. Sampai rumah, ayahku belum pulang hore ngga dimarahin deh jadinya. Padahal jam malamku uda hampir habis. Cuma masih sisa 10 menit hehe.

Aku emang ngga pinter buat nulis cerita, pokoknya hari itu menyenangkan.

Makasih banget buat kalian yang sudah menyempatkan diri ikut,
Buat kakak yang udah mau bantuin aku makan dan ngga pulang dulu
Buat kakak yang udah bantuin makan telur
Buat adek dan le’e yang udah nemenin aku keluar gerbang smaga
Buat kakak yang udah mau jauh-jauh nganterin pulang *maaf waktu itu aku ngga tau kalau kakak besok paginya mau pergi
Dan buat kalian semua karena udah ngebuat aku sehat kembali dan pastinya tertawa dan tersenyum.

Aku sayang kalian semua

Rabu, September 08, 2010

Hai Sang Waktu

Kemarin, aku masih percaya pada sang waktu. Aku percaya suatu saat nanti pasti Sang Waktu akan memberikan jawabannya karena yang mau menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hanya Sang Waktu. Dan karena di saat tak ada yang mau menjawab, pasti Sang Waktu akan menjawabnya padaku.

Tapi, itu kemarin dan beberapa hari yang lalu.

Sekarang, bagaimana dengan sekarang?

Sekarang, aku pikir Sang Waktu tak akan mau menjawab. Karena hingga saat ini, Sang Waktu masih terdiam. Dan aku mulai lelah percaya. Mungkinkah aku memang tak seharusnya mendapatkan jawabannya?

Sang Waktu masih saja diam. Sepertinya memang Sang Waktu tak mau menjawab. Atau, kediam-annya inilah jawabannya? Entahlah, aku tak tahu dan aku tak mau tahu.


Semarang, September, 6th 2010 12.00 p.m.

Senin, September 06, 2010

Tak Ada Alasan untuk Tidak Bahagia

Mungkin kamu memang sudah membuat aku menangis. Dan juga sudah berhasil menyakiti aku.
Tapi, bukan berarti aku tidak bahagia. Tahu kenapa? Sebab, meski ada tangis dan pesakitan, aku memiliki mereka.

Bagaimana mungkin aku akan kehilangan bahagiaku jika aku memiliki mereka, keluargaku -asli- yang selalu menerima aku?
Jika aku memiliki mereka, keluarga keduaku -keluarga besar Q-Pee-, yang bisa membuat aku menggila?
Jika aku memiliki mereka, teman-teman yang menganggap aku sebagai manusia?
Dan mereka yang selalu berdoa untuk aku?

Jadi, apalagi alasan untuk tidak bahagia?
Bukankah dengan begitu memang tak ada alasan bagiku untuk tidak bahagia?



Didedikasikan untuk :
*keluarga GPBS
*Q-Pee family(eyang buntal,mamah virqin, budhe beti, tante riang, kk ika, kk titien, adek nurul, kk ajeng, kk gema), sayang banget sama kalian
*tmn2 Top Elevator, Super Spasi, Retweet
*malkist angels (dyan, ita)
*dan yg lain2 yg g bs d sebut satu2

:)

Because You Never Wanna See She Cries

Saat kamu begini, sesungguhnya kamu ingin berkata kepadanya bahwa
Apa yang kamu lakukan saat ini, bukan karena kamu membencinya,
bukan juga karena kamu menyerah dan tak ingin memperjuangkannya,
apalagi tak ingin menjaganya,
itu sangat bukan.

Kamu begini, karena kamu terlalu menyayanginya.
Kamu hanya tak ingin melihat air matanya.
Karena nanti, jika saat itu tiba, kamu dan dia tahu bahwa kamu harus meninggalkan tempat ini
dan dia tak akan bisa meninggalkan tempat ini.
dan jika kamu membiarkan rasa itu terbalas olehnya,
kamu dan dia pasti tahu,
bahwa jika hari itu tiba,
dia akan menangis, kehilangan kamu,
dan kamu tak suka itu.
kamu tak suka melihat sedihnya,
bahkan hanya mendengar tentang cerita sedihnya dari orang lain pun kamu tak menyukainya.
Mungkin memang, suatu saat kamu bisa kembali ke tempat ini,
dan kembali pada tugas berat yang kamu sukai, menjaga dia, tapi bagaimana jika kamu tak kembali?
Bukankah dia juga akan terluka.
Jadi, kamu melakukan penghindaran ini, agar nanti saat waktu itu tiba, biar kamu sendiri yang merasa luka itu,
dan jangan sampai dia merasanya.
Karena, bagimu, dia itu terlalu indah untuk ikut merasa luka itu.

Semarang, August, 13th 2010 ; 06.46 p.m.

Jumat, September 03, 2010

Mereka Kembali Menanyakan Kamu, part II

Entah ini postingan ke-berapa saya yang tak patut untuk dibaca.

Jujur saya sudah bosan mendengar pertanyaan dari mereka.

Rasa-rasanya saya ingin terbang ke kota kamu berada. Lalu berteriak tepat di depan muka kamu dalam radius 15cm. Kemudian, jika kamu lupa jalan menuju kediamanku, akan aku ikat kamu lalu aku bawa kamu dengan kekuatan terbangku menuju ke kediamanku. Jika sudah sampai, akan aku dudukkan kamu di depan mereka agar mereka tak perlu lagi bertanya kepada saya, tapi langsung kepadamu.

Dengan begitu, semua akan jelas, mereka akan mengerti, dan saya tak akan bingung lagi menjawab pertanyaan mereka karena mereka telah mengetahui jawabannya dari kamu. Dan kemudian, kamu bisa pergi dengan tenang. :)

Rabu, September 01, 2010

Hanya Ingin

Hanya ingin berpaling dari angin dan sungai. Karena sudah cukup aku merasa lelah.

Hanya ingin berhenti dari segala kejemuan. Karena sudah cukup aku menunggu.

Hanya ingin berterimakasih pada mereka. Karena angin buatku kembali sadari ketidakmungkinan dari pohon. Dan sungai berhasil membantuku berpaling dari angin yang sudah mendermagakan dirinya pada makhluk lain.

Hanya ingin berdoa untuk kebahagiaan dan kesejahteraan mereka. Dan pastinya juga untuk diriku.

:)

Semarang, August, 11th 2010 ; 09.31 a.m.

Minggu, Agustus 29, 2010

Kejadian di Awal Sekolah

Sebenernya, ini udah lama. tapi, nggak apa-apa deh, aku mau cerita.

Kejadian ini terjadi pada : 13 Agustus, 2010. Hari itu hari pertama aku masuk sekolah di bilan puasa tahun ini.Seperti biasa, aku berangkat dari rumah dianter Ayahku sampai shelter BRRT -waktu itu sampai shelter jam 06.30-. Terus aku naek BRT ke sekolahanku tercinta. Waktu lagi nunggu BRT, si Eyang buntal dateng, aku mikir aja , -hore ada temennya- . Terus si BRT dateng, tapi si Beti sama Ratna belum dateng. Akhirnya Eyang memutuskan untuk nungguin mereka dulu. Jadi, kita naek BRT selanjutnya. Setelah sekian menitu menunggu, mereka berdua dateng. Terus, lama bangetBRT-nya nggak dateng-dateng, tapi akhirnya dateng juga.

Di perjalanan, sumpah jalannya macet, hiii aku nggak suka jalan sepenuh gitu. Jadi, BRT-nya nggak bisa ngebut deh. Waktu liat jam, kayanya kita bakalan telat deh, rasanya sedikit agak nggak tengang gitu, tapi cuma sedikit, soalnya juga banyak anak Smaga yang ada di BRT itu.

Dan sesampainya di shelter Pemuda, kami pun turun dari BRT. eh eh ternyata bener kita udah telat. Semua anak pada lari, tapi aku nggak.

Dan ada bonus buat aku, waktu turun dari shelter, terus mau naik ke trotoar, nggak tau gimana, Brukk... aku sudah tengkurap di jalan dengan lutut menggesek ujung trotoar. hwaaa.....aku jatuh lagi. Aku langsung berdiri, lari, sambil lepas jaket buat nyembunyiin identitas hehehe. Sumpah malu tau....

Sampai sekolah, kita dihukum, cuma diceramahin sih, soalnya kan lagi puasa hehe. Jujur ini pengalaman pertamaku telat, selama sekolah di sini. hehe. Waktu diceramahin aku ketemu Riska, horeee ada temen sekelasnya.

Itu ceramahnya agak lama, padahal lututku udah berdarah-darah gitu,
Setelah diceramahin, kita diabsen. Damn..di absennya dari kelas X, mana urut lagi dari X-1 ke slanjutnya. Dan aku , kelas XII Ipa 11, yang artinya kelas terakhir, udah gitu nomornya juga terakhir. Dalam hati, haduh lama dong, keburu lututku tambah parah.

Tapi, saat absen kelas X dan XI selesai, ad keajaiban, yang kelas XII di absennya dari kelas terakhir. Horeeee

setelah basen, aku sama Riska ke UKS, ngobatin lututku.



hehehehe, itu tadi hadiah hari pertamaku masuk sekolah di bulan puasa : udah telat, jatuh lagi, mana yang luka kedua lutut lagi hahaha

Ramadhanku Tahun Ini, Merindunya

Ramadhan tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ramadhanku tahun ini, aku sangat merindukannya. Merindukan beliau yang aku sayang.
Biasanya, di setiap ramadhan, aku selalu bersama mereka yang aku sayang, kami berlima. Setiap menjelang buka puasa, aku nyiapin sesuatu untuk beliau, terus kalau udah mau buka, aku manggil beliau buat siap-siap bareng Ayah, Mami, dan Kakakku. Terus waktu buka, cerita bareng-bareng berlima.

Sekarang, udah nggak ada lagi kata berlima. Beliau udah nggak ada di sini. Jujur, aku merindukan beliau. Merindukan kesibukan menyiapkan apa-apa untuk beliau. Aku rindu dikomentarin beliau.

Tapi, sekarang aku harus ikhlas, beliau pasti sudah bahagia di sana. Meski, tanpa kami.


---Eyang, aku sayang kamu. Maaf waktu itu aku satu-satunya yang nggak ada di sampingmu saat bertemu dengan malaikat itu. Maaf aku malah nyanyi-nyanyi bareng temen-temenku di sana. Tapi, aku yakin Eyang nggak akan marah, tapi bangga. karena hari itu ada hasilnya kan eyang? Paling nggak aku bisa bawa nama sekolah bareng temen-temen, dan Eyang pasti seneng kalau liat pialanya. Aku sayang Eyang---

Jalurku dan Jalurmu

Sekarang aku telah sampai pada titik kelelahanku. Aku sudah merasa cukup berlari sampai di sini saja. Bukannya aku menyerah, bukan juga karena aku kalah. Karena aku tahu jalurku saat ini tak akan mempertemukan aku dengan kamu.

Sekarang, aku akan berhenti. Kemudian berbalik arah. Dan tak akan berlari mengejar jalurmu lagi. Karena memang jalur kita sangat berlawanan. Namun, bukan berlawan yang akan menjadi tegak lurus. Bukan juga berlawan yang berbeda arah yang nantinya akan bertemu pada satu titik. Berlawanan di sini dalam arti kamu ada di jalur lain di seberang sana dan mungkin akan mencapai garis finish-mu. Yang berarti tak akan bisa aku temui lewat jalurku. Jadi, tak ada gunanya jika aku masih berlari melalui jalur ini.

Mungkin saja, aku bisa berpindah jalur ke jalurmu. Namun, bukankah itu akan berarti aku hanya akan ada di belakangmu, karena kamu sudah jauh ada di depan sana? Dan jika aku memaksakan diri untuk berlari melewati jalurmu, itu hanya akan menempatkan aku berada jauh di belakangmu. Yang hanya ada 2 kemungkinan :
1. Aku tidak bisa bertemu dan tidak bisa melihat kamu karena kamu berada terlalu jauh di depan.
2. Aku tidak bisa bertemu denganmu, tapi hanya bisa melihatmu tampak belakang, karena pasti kamu akan terus berlari ke depan mencapai garis finish-mu. Yang itu berarti tak ada hasil yang aku capai dari berlari-ku ini.

Jadi, aku rasa berhenti berlari, kemudian berbalik arah, adalah keputusan yang tepat -setidaknya untuk saat ini- karena dengan begitu tidak akan ada lagi keinginan untuk berlari mencapaimu, karena jalur dan arah kita berbeda. Serta aku tidak akan bisa melihat kamu karena kamu berlari maju dalam jalurmu yang ada di arah sebalikku.

Dan sekali lagi, aku akan balik kanan, lalu berlari ke arah lain dan tak akan mengingat jejak ke arahmu. Kemudian akan aku yakini aku akan menemukan jejak lain di jalurku sendiri yang memang jejak itu akan aku telusuri. Yang nantinya pasti akan menjadi jalur yang sejajar dan berhimpitan dengan jalurku.

:)



Semarang, August, 28th 2010 ; 12.24 WIB

Sabtu, Agustus 28, 2010

Terimakasih pada Ketidakadilan

Pembuka :
Pertama, aku nggak tau apa fungsinya aku menulis ini. Kedua, kalau ngak tau apa-apa nggak usah sok tau dan membuat kesimpulan sendiri lalu mempublikasikannya.

---

Terimakasih pada ketidakadilan, sudah membuat aku merasakan tentang ketidakadilan. Dan membuat aku mengerti tentang mendendam, mengutuk, menyumpah, dan membusuki.

Baru sekian menit yang lalu, aku mulai mendendam kepada ketidakadilan, pastinya. Mengutuk pada dia yang berada di sana. Menyumpah pada diri sendiri. Serta merasa membusuki.
Ini semua pasti karena sang ketidakadilan.
Bagaimana mungkin tidak disebut dengan ketidakadilan?
Kamu mengetahui tentang rasa yang sebenarnya tapi kamu tak pernah mau meberitahu aku. Kamu mengetahui keberadaanku, tapi kamu tak mau membiarkan aku mengetahui tentang keberadaanmu. Kamu mengetahui fakta dibalik perkataan mereka, tapi kamu menyembunyikan dengan rapinya dari aku. Kamu selalu bisa melihat ke dalam mata itu, tapi kamu tak pernah memberi aku kesempatan untuk balik melihatnya. Kamu dengan bebas sering bisa mencoba menemukan jawaban dari sinar matanya, tapi setiap kali aku mencoba untuk menemukan jawaban dari mata itu, kamu segera menyembunyikannya dan tak pernah memberi aku kesempatan untuk melihatnya sedikitpun.

Dan aku rasa itulah ketidakadilan. Yang kini sepertinya sedang bermain-main dengan aku.

Terimakasih pada ketidakadilan, telah memberitahu aku tentang mendendam, mengutuk, menyumpah, dan membusuki.


Semarang, August, 28th 2010 : 10.23 p.m.

Senin, Agustus 23, 2010

Harapanku dan Sajak Mandalawangi-Pangrango

Mandalawangi-Pangrango

Sendja ini ketika matahari turun
ke dalam djurang-djurangmu
aku datang kembali
ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbitjacara
tentang manfaat dan guna
aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

Aku tjinta padamu, Pangrango jang dingin dan sepi
sungaimu adalah njanjian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
tjintamu dan tjintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
menjelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
dan bitjara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi jang tanda tanja
tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
terimalah, dan hadapilah”

dan antara ransel-ransel kosong
dan api unggun jang membara
aku terima itu semua
melampaui batas-batas hutanmu,
melampaui batas-batas djurangmu
aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok-gie

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mandalawangi-Pangrango, sajak dari seorang yang sangat diakgumi (setidaknya bagiku), merupakan sajak yang paling aku sukai. Aku sudah sering mendengar sajak ini. Dan sejak pertama kali mendengarya, aku sudah jatuh cinta pada sajak ini. Namun, aku tak pernah bisa mendapatkan sajak ini seutuhnya. Karena kemampuan mengingatku yang memang sangat terbatas. Dan aku hanya bisa menikmati sajak ini dengan mendengarnya saja.

Seperti dalam setiap sajak ataupu lagu, ataupun novel, ataupun cerita yang aku dengar atau aku baca, selalu ada kalimat atau bagian yang sangat aku suka.

-Walaupun setiap orang berbitjara
tentang manfaat dan guna
Aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan-

Itu bagian yang paling aku suka dan aku ingat sejak pertama aku mendengar sajak ini.

Mungkin ini salah satu penyebab aku menyukai sajak ini.
Dan setelah sekian tahun aku hanya menyukainya dalam diamku, kini akhirnya aku mendapatkan teks lengkap dari sajak itu. Ini semua berasal dari buku yang berjudul Soe Hok-gie….Sekali Lagi, yang selesai aku baca saat aku mulai niat untuk membacanya.

Mandalawangi-Pangrango, aku sudah mulai menyukainya sejak hanya mendengar sajaknya saja. Dan kini, setelah aku membaca bukku itu, aku menjadi semakin jatuh cinta dan penasaran pada tempat itu.

Aku hanya berharap, suatu hari nanti ketika Tuhanku sudah mengizinkan aku, aku ingin mengunjungi tempat itu. Aku meletakkan kakiku di atas tanahnya, dan membiarkan mataku menjelajahi dengan liarnya ke segala arah di tempat itu dan menuju langit tempat itu.

Suatu hari nanti, aku yakin aku akan bisa mengunjunginya.

Selasa, Agustus 17, 2010

Indonesia 65


Dirgahayu Indonesia-ku :)

Hari ini, 17 Agustus 2010, aku melakukan upacara memperingatati hari kemerdekaan Indonesia-ku tercinta untuk terakhir kalinya di bumi Ganesha,, aminnn. Bukannya aku ngga mau lagi upacara 17-an, tapi aku pengennya upacaranya bukan di tempat itu lagi karena aku berharap ini tahun terakhirku belajar di tempat itu.

Yang istimewa buat hari ini :
ini pertama kalinya aku upacara di bulan puasa, dan aku benar-benar semangat upacaranya. Iyalah ini kan upacara 17-an. Pastinya aku selalu menyambutnya dengan sangat senang dan melakukannya dengan penuh niat di hatiku ;).
Kedua, aku berangkat upacara ke sekolahanku sendirian, naik motor horeeee. Hahaha seneng aku.

Well, mungkin emang nggak murni aku seneng banget sama hati ini, sebenernya tadi di sekolah I wasn't in a good mood. Tapi, ternyata salah satu yang bisa membuat mood-ku jadi semakin jelek nggak keliatan. Lebih tepatnya aku tak bertemu dengannya, karena dia nggak upacara di sini haha.

Kembali ke topik, 17 Agustus 65 tahun yang lalu, para orang dulu berhasil memproklamasikan kemerdekaan negara-ku tercinta ini. Dan seperti saat ini, 65 tahun yang lalu, mereka melakukan upacara pengibaran sang MerahPutih di bulan puasa. Jadi, tadi saat upacara aku bisa sedikit membayangkan perjuangan 65 tahun lalu, apalagi tadi heli lewat, jadi berasa kaya ada tentara Jepang lewat waktu lagi upacara (aku tahu aku berlebihan).
Indonesia-ku sudah 65 tahun merdeka, tapi ternyata masih saja ada orang yang mencaci negaranya sendiri ini dan hanya bisa mencaci saja. Kalau dia memang warga negara Indonesia, harusnya dia mengubah hal itu dengan memulai dari dirinya sendiri. Paling tidak jangan hanya mencela, tapi beri contoh yang seharusnya pada warga lain.

Dan harusnya kita semua sadar, Indonesia kita ini, tak seburuk yang dikatakan beberapa oknum tersebut. Sebenarnya Indonesia kita tercinta ini punya banyak hal yang bisa dibanggakan. Tergantung cara kita memperlakukannya bagaimana.



Setidaknya hingga saat ini banyak yang bisa aku banggakan dari Indonesia-ku ini.

Dan sampai detik ini,
dan juga kemarin, hari ini, besok, dan untuk selamnya I am very proud to be an Indonesian :)


Semarang, August,17th 2010

Rabu, Agustus 11, 2010

Aku Ingin Berakhir di Sini

Maaf, jika aku begini. Tapi, beginilah aku.

Dan aku, sudah berada di batas waktu yang telah kutentukan, meski sebenarnya ini melebihi batas itu.
Memang ini salahku sendiri yang tak segera berhenti di batas itu. Kini, jika aku begini, sepenuhnya mungkin hanya kesalahanku sendiri. Yang terus ingin berharap dan percaya pada keajaiban.

Sekarang, 19 hari lebih dari batas itu, aku baru menyadari, dan aku baru mengambil sebuah keputusan. Aku tahu, ini memang sangat terlambat, tapi kurasa ini lebih baik. Aku ingin berhenti.

Sepertinya, sudah cukup apa yang aku rasa dan aku lakukan. Aku tak pantas terus begini. Aku tak layak untuk terus menunggu di dalam segala ketidakpastian yang hanya akan semakin menjemukan.

Maaf, aku ingin berhenti. Sekarang, tak perlu lagi menunggu segala tanya terjawab. Karena aku sudah memikirkan jawaban itu sendiri. Dan, jawaban itu pasti menuntut aku untuk berhenti di sini. Iya, di sini. Ketika aku tak mampu lagi menunggu (bukan berarti aku tak bisa menunggu dan tak bisa bertahan).

Sekarang, aku berikan terimakasih. Setidaknya karena aku masih mulai mempercayai keajaiban. Dan setidaknya kamu bisa membuat aku berpaling dari angin yang memang ingin aku jauhi.

Meski sekarang aku ingin berhenti, aku tak akan pernah berhenti berdoa untuk kamu.



-Rida-
Semarang, August,11th 2010 ; 09.13 a.m.

Senin, Agustus 09, 2010

How Can Stars Shine?

Star is a very large ball of burning gas in space which is usually seen from earth as a point of light in the sky at night. But, not all of the stars can only be observed at night, such as sun which is known as the nearest star to the earth.

If we see stars, we will think that stars have their own light. Now, how can they shine? Generally, the stars can shine because of thermonuclear fusion.

The thermonuclear fusion starts because of the intense pressure and temperature at the core of the star. In this place, atoms of hydrogen are fused into atoms of helium. And this reaction can releases energy in the form of gamma rays. And then, the gamma rays are trapped inside the star and push outward against the gravitational contraction of the star. Then, the gamma rays try to get out from the star. They are absorbed by one atom, and then emitted again. This can happen many times in a second and a single photon can take 100,000 years to reach the surface.

Then, when the photon reaches the surface, they have lost some of their energy so they become visible light photons. These photons leap off the surface and head out in a straight line into space. They can travel all the time if they run into nothing.

So we can see beautiful shining stars in the sky.

Minggu, Agustus 08, 2010

Saya Merindukan Kalian

Saya merindukan kalian
Tawa kalian,
Canda kalian,
Tangis kalian,
Semua tentang kalian
Apakah kalian mengerti itu?


Saya merasa ada, bersama kalian,
Saya merasa kita seperti langit malam yang cerah,
Yang memiliki gelap,
Namun ditaburi jutaan bintang,
dan diterangi sebuah keindahan bulan,
Saya merindukan itu


Apakah salah jika saya merindukan kalian?
Saya ingin mengukir cerita tentang kalian (lagi) bersama,
Bukan cerita tentang kalian yang terpisah


Mungkinkah saya egois,
karena merindukan kalian?
Karena saya tak menyenangi keadaan kini?
Karena saya menuntut keprofesionalitasan?
Karena diam-diam saya menagih
ikrar tak terucap dalam batin kalian?


Namun saya tak akan mendusta
pada diri saya ataupun kalian,
Saya benar-benar ingin kaian,
Tanpa ada rasa membusuki dalam batin masing-masing.