Minggu, Oktober 31, 2010

Aku dan Pensaga 2010

Sudah banyak yang menulis tentang Pensaga 2010. Dan pendapatku tentang Pensaga 2010, bagusssss. Aku seneng banget :)

Pensaga 2010, aku harus terimakasih sama Tuhanku, karena keinginanku tercapai. Aku berkeinginan kalau Pensaga 2010 itu adalah pembalasan terhadap Pensaga-pensaga sebelumnya. Ngga ada sakit hati, ngga ada tawa palsuku, ngga ada senyum palsuku, ngga ada air mataku yang kusembunyikan rapat-rapaat, ngga ada banjir di batinku, ngga ada rasa berat untuk bilang tidak, ngga ada dendam yang menyiksa. Karena yang ada pada hari itu adalah senyum dan tawa asli. Makasih Tuhan :) .

Peensaga 2010, aku senang selain karena pembalasanku berhasil, karena aku bisa bersama keluarga besar Q-Pee. Jarang-jarang lho di acara kaya gini kita bisa lengkap. Apalagi ada eyang juga dateng (biar aku ngga ketemu, tapi hebat lho eyang buntal boleh dateng).

Sebelumya sih aku sempet takut dan khawatir sama diriku (tapi cuma dikit). Soalnya yang dateng banyak banget dan ada yang sepertinya menakutkan. Dan aku inget kata2 seseorang,"rida ngga bisa dibiarin sendirian atau kepisah di keramaian, ntar ilang" (aku tahu itu berlebihan,tapi bener juga soalnya aku gampang jatuh,jadi gampang ilang hahaha). Jadi sebelum masuk,aku mengumpulkan banyak orang dulu hehe.

Ceritanya, aku berangkat dari rumah jam 5-an lewat, sampai DP hampir jam 6, aku shalat sama makan dulu. Terus sekitat jam 7-an ke smaga. Nungguin temen-temen yang lain pada dateng sampe jam setengah 8-an lewat. Lalu kita masuk. Terus ke UKS dulu,terus nonton padus dilanjutin teatrikal(aku suka banget sama ini). Habis itu Seringai muncul, dan kita langsung mudur dari tengah lapangan. Waktu itu banyak orang-orang yang suka Seringai(mungkin) langsung maju. Itu artinya melawan arahku berjalan.
Wuaaa,mereka kuat-kuat dan sangat semangat,aku mulai ngga seimbang tersenggol-senggol mereka(saat itu aku sempet kepisah dari para saudaraku,tapi untung masih ada satu kakak di depanku,makasih kak aku ngga ditinggal).

Terus kita duduk-duduk di depan UKS sampai akhirnya kita maju lagi ke tengah lapangan saat Netral,teater,Ran tampil. Waktu Netral sama teater, kita di bagian ngga depan-depan banget. Waktu giliran Ran yang tampil kita merangsek maju. Alhasil kita ada di tengah agak depan. Tapi, waktu Ran aku cuma bisa heboh di awal-awal aja soalnya aku udah pake tenaga waktu Netral, dan aku ngga ada temennya heboh, soalnya si Pee-Q ada di belakang tapi berjarak beberapa orang di antara kami, dan kakak Q-pee ku juga ada di depanku, tapi ada jeda satu dua orang di depanku.
Tapi, aku tetap senang. Lau, udah selesai, kita kembali ke belakan mangkal di depan UKS bareng-bareng. Kata saudar-saudaraku sih mukaku uda berubah. Keliatan capeknya gitu. (tapi emang bener aku capek sih), dan yang jelas aku sangat kehausan hahaha.

Terus kita di situ lama banget, sampe sepi, sampe UKS-nya ditutup, sampe si kakak Q-Pee dijemput. Waktu mau keluar lokasi, ada coklat, kakak Q-pee salting deh hahaha geli deh liat dia salting, eh iya aku lupa, aku kok ngga nyariin anginku ya?apakah dia pulang ke Semarang? Haha, terserah deh.
Terus kita pulang ke rumah. Terus aku capek ngantuk berat di jalan.

Yang jelas, Pensaga terakhir sebagai anak SMA(amin)ku ini menyenangkan dan unforgetable deh.
Makasih Tuhan, makasih GPBS, makasih keluarga besar Q-Pee, makasih kakak ipar, makasih adeknya Pee-Q, makasih panitia pensaga dan semua yang mengurusi acara ini dan pengisi acaranya, makasih semuanya, dan makasih Eno Netral (aku sempet nge-fans sama dia dalam semalam kemarin hehe).

_rida_

Sabtu, Oktober 30, 2010

Bagaimana Mungkin Aku Tidak Bersyukur?

Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur,
jika nyatanya aku ada bersama mereka
jika nyatanya mereka baik kepadaku (baik bukan berarti selalu memberi apa yang aku ingin)
jika nyatanya mereka menyayangiku (sayang bukan berarti selalu membenarkan aku, bukan berarti selalu menuruti aku)
jika nyatanya mereka perhatian padaku (perhatian bukan berarti selalu memaksaku membagi segalanya)
jika nyatanya mereka selalu melindungiku (melindungi bukan berarti selalu membuntuti dan menguntit)
jika nyatanya mereka tulus (tulus tidak harus diucapkan)
lalu bagaimana mungkin aku tidak bisa bersyukur?

Benang Rumit

Pernah menjumpai benang-benang yang begitu rumit?
Lalu mencoba menguraikan benang-benang itu
menjadi untaian benang-benang yang teratur
namun yang terjadi adalah
benang tersebut menjadi semakin rumit
membuat yang mencoba menguraikannya menyerah

Kamis, Oktober 28, 2010

Ingin Setia

Apakah salah jika aku ingin setia?
Jika aku ingin menjaga hatiku?
Dan ini semua hanya usahaku
Lalu aku tak ingin berpaling
Aku hanya ingin setia
Sudah cukup saja
Biar saja aku menjaga hati
Karena aku ingin setia

Selasa, Oktober 26, 2010

Rumit

Kalian tahu?
Ini semua sangat rumit
terlalu rumit malah,
bahkan aku sendiri tak bisa mengerti

Kalau Aku Ingin Mengembalikan Sungaiku

Sungai,
Sudah lama ya aku tak menuliskan tentangnya
tentang sungaiku,
ah, tapi...
aku memang sudah tak memiliki sungai lagi
sudah tidak ada sungaiku lagi

Tapi,
sekarang aku merindukannya
merindukan sungaiku yang tenang

Sungaiku,
bolehkah aku menjadi egois?
untuk sesaat saja

Aku ingin kamu kembali menjadi sungaiku
bukan langitku,
meski aku juga menyukai langit.

---

Sungaiku,
tahukah kamu, aku tak bisa menerjemahkanmu?
tahukah kamu, aku selalu bingung dibuatmu?
tahukah kamu, aku membencimu dalam pujiku?

entahlah,
kamu hanya mengalir saja layaknya sungai,

---

Sekarang,
aku benar-benar ingin menulis tentangmu
tidak salahkan?

Senin, Oktober 25, 2010

Hanya Sekedar Pemikiranku

Hai blog, aku di sini pulang sekolah langsung menuju kamu. Aku bukan mau ngapa-ngapa. Hanya saja aku ingin mengeluarkan sedikit unek-unekku. Daripada aku simpen dan nanti membusuk (sebenernya tadi aku sudah sempat mengeluarkannya kepada temanku, eh salah maksudnya saudaraku, lebih tepatnya saling berbagi tentang pemikiran kami).

Ngga bisa dipungkiri di dunia ini ada berbagai macam orang. Dan cara berpikir merekapun berbeda-beda. Sifatnya pun berbeda-beda. Ada yang perhatian, perhatian banget, cuek dalam taraf biasa aja, cuek banget, sampe yang namanya ngga peka. Entah kalian masuk dalam kategori mana.

Ada juga orang yang suka sok tahu dan ada yang nggak.

Well, langsung aja ya, bingung ngerangkai kata buat pembukaan.

Aku pikir, setiap manusia itu punya hidup masing-masing (bukan berarti hidupnya dia sendiri). Dan apapun yang terjadi padanya, ada yang bersifat umum dan pribadi. Ada yang bisa dishare ada yang harus disimpan sendiri. Karena aku pikir ngga semua hal harus kita publikasikan kan? Ngga semua hal bisa dibagi. Ada beberapa hal yang hanya cukup manusia itu dan Tuhannya yang tahu.Lalu, setiap manusia juga punya hak untuk berpendapat juga.

Sekarang, aku bukannya ngga suka ada manusia-manusia yang perhatian padaku, aku ngga mau munafik, aku seneng kalau ada yang mau perhatian sama aku. Tapi, aku pikir sekali lagi ngga semua hal harus dan bisa dipublikasikan.

Iya, memang benar, aku selalu membebaskan setiap manusia mau berpikiran apa tentang aku. Aku tidak melarang mereka mau berpendapat apa saja. Mau bilang aku beginilah, begitulah, itu hak mereka. Aku tidak keberatan.

Dan aku juga tidak masalah jika ada yang mau membantu menyelesaikan masalahku. Tapi, ngga semua masalaha harus aku ceritakan kan?

(sekarang agak ngga nyambung sama paragraf sebelumnya). Mungkin aku memang kadang sedikit tidak senang dan tidak mau dicampuri tentang beberapa masalahku. Tapi, itu pasti ada alasannya yang terkadang tak perlu orang lain ketahui.

Jujur, aku emang mulai agak ngga suka kalau ada yang ikut mengurusi sebuah masalah di mana dia pikir aku bermasalah di situ. Padahal hebatnya aku sendiri malah tidak merasa punya masalah di situ. Aku merasa semuanya baik-baik saja. (mungkin kalau ini akunya yang emang terlalu ngga peka kali ya? Kalau ini sih parah). Sekali lagi, aku tidak keberatan mereka semua mau berpendapat apa. Mereka semua mau bilang aku bermasalah atau tidak. Tapi, tolong jika tidak mengetahui yang sebenar-benarnya kebenaran itu, jangan mempublikasikan pemikiran yang belum tentu benarnya.

Mungkin aku hanya menyampah di sini. Tapi, aku hanya ingin berpendapat kalau ngga semua hal harus diketahui oleh publik, dan jika aku tak mau memberitahu, sudahlah, pasti aku punya setidaknya satu alasan kuat mengapa.

maaf, jika tulisan ini tidak mengenakkan. Tapi, lebih tidak enak lagi jika aku tidak mengeluarkan pikiranku dan beberapa orang, yang sudah aku tulis di atas.

Minggu, Oktober 24, 2010

Yang Aku Pikirkan tentang "Lintah"

LINTAH, sebuah kata yang terdiri dari enam huruf dari deret alphabet. Hanya enam hurup yang menjadi sebuah kata benda dan memiliki arti denotasi sebagai seekor hewan yang cukup mengerikan dan menjijikkan (mungkin).

Lintah, apa yang kamu pikirkan tentangnya?

Lintah, kalau yang pertama aku pikirkan jika mendengar kata itu ya sama seperti yang sudah aku tulis pada paragraf pertama di atas. Hahaha. Hewan yang ngga besar, tapi mengerikan.

Kalau dulu, mungkin sampai beberapa jam yang lalu, aku selalu memikirkan hal-hal yang menyeramkan tentang lintah. Itu hewan kayanya jahat banget. Gimana ngga coba? Dia kan menghisap darah. Aku mbayangin aja kalau misal itu hewan udah nempel dan menghisap pastinya rasanya ngga enak. Sakit mungkin, perih mungkin. Atau waktu melepaskannya dari kulit yang aku lihat di TV-TV itu kayanya susah banget. Kesannya itu sudah benar-benar nempel. Dan selalu kalau dilepas, yang ditempelin itu hewan mukanya udah ngga enak. Karena itu aku akan berpikir pasti rasanya sakit.

Namun, sekarang pikiranku sudah berubah. lintah tidak semenyeramkan itu. Setelah aku tahu rasanya tergigit oleh hewan itu, aku jadi biasa aja. Ngga terasa lho sebenernya. Malah waktu aku tergigit atau lebih tepatnya terhisap darahku, itu aku benar-benar tidak sadar. Dan aku sadar karena aku melihatny. Padahal lintahnya udah sampe gendut dan darahku juga banyak. Haha

pokoknya, intinya kalau digigi atau dihisap darahnya oleh hewan yang bernama lintah itu ngga sakit. Tapi, ngga tahu juga sih kalau lintah besar.
Hehe

Rabu, Oktober 20, 2010

Ketika

Suatu malam ketika rembulan lelah tersenyum,
Ketika gemerlap gemintang ditelan pekatnya malam,
Dan ketika arak-arakan awan hitam bersemangat menghibur malam
Ketahuilah dia masih berdiri di situ,
Dalam sudut terdalam dalam hatiku.
Percayalah, sang air mata akan menjaga,
Menjaga aku dari segala kemunafikan dunia.
Dan janganlah dia berpikir,
Aku akan membuang harapan itu ke dalam bak sampah,
Bersama bangkai-bangkai sialan itu.
Karena sesungguhnya dia juga bagian dari cerita ini.

Semarang, July 6th, 2010 ; 11.00 p.m.

Minggu, Oktober 17, 2010

Terjebak Hujan di Bumi Ganesha

Sabtu, 16 Oktober 2010

Seperti biasa aku ke sekolahan siang, niatnya sih jam 08.30 berangkat dari rumah, tapi ya karena ada sedikit masalah tentang LPJ yang harus diselesaikan, aku berangkat dari rumah jam 09.00. Sampai sana ketemu Mamah virqin, kak wawan, kakak gema, dan kakak Q-pee titien. Terus aku dan kakak q-pee ngurusin LPJ d daerah Udinus. Waktu sampai sekolahan lagi, ada kakak Ajeng, lalu aku sama Kak Q-Pee cari tanda tangan, tapi berhenti cuma sampai Kasie-4, habis atasnya lagi pulkam sih. Akhirnya, kami berhenti dan sedikit kecewa.

Buat ngisi waktu, daripada nggak jelas duduk-duduk di sekitaran markas, aku, kakak Q-Pee, mamah virqin, dan kakak ajeng (tadi dateng waktu au lagi ngurus LPJ) memutuskan buat ke DP, kakak ajeng mau cari sesuatu. Setelah capek muter-muter DP (sebenernya cuma lt.bawah sih), aku ngajak buat balik ke smaga, tapi mamh virqin ketinggalan di sana, soalnya mau maen sama temennya.

Sesampai di smaga, seperti rencana awal kami sejak beberapa hari yang lalu, kami mau liatin adek-adek kami tercinta latian buat Desanov (demo Satu November), terus setelah selesai latihan, kami mau ngasih evaluasi dan saran serta dukungan (kami kan baik dan perhatian hehe).

Waktu selesai evaluasi itu hujan, tapi kakak Ajeng langsung pulang soalnya udah sore dan dia ada tanggungan di rumah, nah aku, kakak q-pee, kakak gema mau shalat dulu. Waktu selesai shalat, uajnnya tambah deres, padahal si kakak q-pee mau pulang, terus kami berdua nungguin. Akhirnya ujannya udah redaan, kami langsung deh jalan mau ambil motor, tapi waktu lagi nyampe samping koperasi, tambah deres lagi. Yaudah kita berhenti di depan koperasi, terus ada kakak gema dateng, menemani 2 anak yang lagi suwung karena hujan. Yaudah kami menjadi sedikit gila, lalu hujannya udah rada berhenti lagi, terus aku sama kakak q-pee ambil motor ke belakang, kakak gema kembali bersama teman-temannya. Nah, waktu mau jalan, eh malah deres lagi ujannya, udah gitu berpetir lagi (tadi waktu masih di depan koperasi juga ada petir). Yaudah deh, akhirnya kami naikin tuh motor sampe depan kopersi lagi, terus terduduk berdua gitu, kaya anak kecil kembar yang lagi ilang jauh dari mama dan papa. Karena 2 orang q-pee sama-sama nfga suka petir yang kaya gini, kami ngundang kakak gema buat nemenin kami hehe. Terus akhirnya dia dateng dan sarannya dia sih nungguin di kantin. Kami sih nurut-nurut aja. Tapi, waktu di kantin kami ngga duduk di bangku favorit, habisnya kami para q-pee ngga suka liat langit dalam keadaan kaya gini. Lama banget hujannya malah tambah deres dan petirnya tambah galak. Akhirnya kami di situ sampe maghrib. Lalu, kami ke masjid shalat, tapi sebelum ke masjid aku ke kamar mandi dulu.

Waktu mau sampe kamar mandi, salah satu pintu kamar mandi ditutup lalu dikunci. Yaudah aku masuk kamar mandi yang pojok. Waktu aku keluar, yang di kamar mandi sebelahku belum keluar dan ngga ada suara air sama sekali, alias hening. Setelah keluar dari kawasan kamar mandi kakak q-pee bertanya padaku:
kakak : yang di kamar mandi tadi siapa ya?
Aku : ngga tau, orang kali (jawabnya santai dan biasa aja)
kakak : tapi kok dari tadi ngga ada suaranya?
Aku : lagi boker kali (jawabku asal-asalan sih)
aku : iya sih, tadi sepi, tapi yaudahlah, berpikir positif saja, hehe :)

Aku tau, kalau kakak q-pee udah mikir aneh-aneh (aku sebenernya juga, tapi ya aku ngga penasaran). Lalu kami ke masjid. Setelah selesai shalat, kakak q-pee pesen taksi, lalu kami berdua pamitan sama kakak gema yang udah baik nemenin dua anak kecil yang ketakutan ini. Terus aku sama kakak q-pee keluar sekolahan, dan taksinya udah dateng, lalu kami saling pamitan dan janji saling kasih kabar kalau udah sampe (seperti biasanya).

Lalu aku pulang sendiri, di jalan aku lihat motor melayang. Aku liat sejak 100 meter di depanku, untung aku bisa menghindari, aku ngga tau si pengedara motornya jatuhnya di mana, aku cuma bisa liat motornya yang melayang, tapi itu cukup membuat aku syok. Hahaha.

Yasudah, akhirnya aku bisa pulang ke rumah dengan selamat. :)

Kamis, Oktober 14, 2010

Batinku Rasanya Campur Aduk

Hari ini, batinku rasanya campur aduk.
Tadi pagi mungkin masih biasa saja, tapi ada sedikit jengkel sih waktu berangkat sekolah.
Pokoknya intinya batinku rasanya campur aduk. Rasanya udah kaya bakso, campur mie goreng, campur nasi goreng, di kasih opor, di taburin sambal pecel, di tambahin soto, di kasih potongan pizza, disiram jus alpukat sama es krim, ditaburin serpihan biskuit, dengan sausnya itu es gempol.
Rasa-rasanya sedih, tapi ya ngga sedih sih, jengkel itu tepatnya, tapi masih ada senengnya juga, marah, tapi ngga pantes buat marah. Ya, pokoknya campur aduk.

Puncaknya, malam ini,ketika ada kabar tiba-tiba tentang seorang guruku yang meninggal, ngga tau deh rasanya, bingung, penasaran, menyangsikan kabar itu, sedih, kaget, gimana ngga coba, beliau itu pembina organisasiku (waktu periode jabatanku), jadi ya sedikit banyak sering konsultasi sama beliau.

Kalau berita itu benar, semoga Allah melapangkan jalannya, dan ampuni segala salah dan dosanya, dan tenangkan hidupnya di sana. Amin. Untuk yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan keikhlasan (termasuk aku) amin.

Berterbangan Lalu Terhempas

Pernahkah kamu menjadi berterbangan di udara, dan terus terbang melayang tinggi ke udara.
Namun, entah mengapa tiba-tiba kamu terhempas
Jatuh mendarat di tanah berbatu yang tajam
Melukai semua perlindungan hingga menembus tulang belulang.

Cerita Tidak Penting

Hey blog-ku tersayang,,selamat dini harii, aku masih hidup lhoo, alias belum tidur.
Aku mau cerita-cerita ngga penting dan ngga mutu ni.

Nah, ini kan udah larut malam, tapi aku belum tidur. Kalau kaya gini jadi inget jaman-jaman dulu (tapi ngga dulu banget). Jaman waktu masih ada si. Biasanya kalau udah jam segini kalau aku belum tidur (dalam rangka ngerjain tugas) suka ditemenin, seenggaknya aku ngga kesepian sendiri. Terus ya disemangati buat cepet nyelesaiin biar aku bisa cepet tidur biar ngga telat (kalau ini aku masih mikir, sebenernya biar aku cpet tidur apa biar dia yang cepet tidur?). Terus kalau misal ngga lagi ngerjain tugas ya paling disuruh shalat terus tidur, kalau lagi ngga bisa tidur karena ada sesuatu yang mengganjal paling di suruh ngadu ke Tuhan (kayanya kalau ini aku yang ngajari deh) terus tidur. Ya intinya dulu itu rasanya aku masih punya temen. Tapi, sekarang aku juga masih merasa teman kok. Ya meski sekarang aku ngga tahu dia ke mana dan gimana kabarnya. Karena setahuku ngga ada yang namanya mantan teman, dan sampai kapan pun dia masih temanku, meski dia udah ngga pernah ada lagi buat nemenin aku.

Hahaha...tu kan ngga penting banget aku.

Sudah ya , aku ngga mau kebanyakan cerita.

:D

Rabu, Oktober 13, 2010

Karena Aku pun Tak Tahu

Jangan menekanku.
Jangan hujani aku dengan pertanyaa-pertanyaan yang aku tak mengerti.
Sudahlah,
Aku bukan yang mengetahui segalanya.
Bahkan, aku pun sendiri juga tak tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.

Selasa, Oktober 12, 2010

Gadis Gila(ku), I

Paris, 2010
Aku masih berkutat dengaan barang-barangku yang ternyata tidak sedikit. Lelah, itu yang aku rasa, tapi bahagia karena bisa menginjakkan kaki di tanah yang jauh juga tak dapat dipungkiri.

Aku membuka sebuah kotak, ada satu barang menarik perhtianku dan membuatku menjadi rindu pada tanahku. Padahal baru beberapa jam yang lalu aku berdiri di sana. Aku beranjak dari dudukku dan mematikan lampu yang menjadi sumber penyinaran di ruangan yang baru aku temui hari ini. Seketika semua menjadi tak terlihat karena gelap, tapi kotak tadi menjadi terlihat sangat bersinar. Kotak itu pancarkan cahaya berwarna kuning keemasan yang membawa ingatanku pada semua hal beberapa tahun lalu, di tanahku.

---

Indonesia, Agustus 2007-Juli 2008

Aku sudah lupa hari ini hari ke berapa aku menjadi siswa putih abu-abu. Aku sudah mulai bisa menerima keadaan yang serba baru. Lingkungan baru, sekolah baru, rumah baru (saat SMP aku tidak tinggal di kota ini), teman baru, kelas baru, semua benar-benar baru. Dan pasti status baru, entah bagaimana aku bisa menjadi ketua kelas di kelas baruku ini.

Karena jabatanku ini, semua teman sekelas langsung mengenali aku dan tak mau kalah, para guru pun ikut-ikutan mengenali aku. Setiap hari selalu saja ada yang berkata, "Dewa, beri tahu teman-temanmu kalau tugas yang tadi saya beri harus dikumpulkan minggu depan", "Dewa, kalau mau bayar ini di siapa ya?", "Dewa, .....bla bla bla, Dewa, ....bla bla bla...".
Meski begitu, aku senang, mengingat aku adalah anak yang baru datang di kota ini, sudah banyak teman yang aku punya.

Dan mengenai teman-teman sekelasku, ada satu nama yang aneh bagiku, 'Astley Elaine Haueul'. Tapi ternyata, itu hanya nama seorang gadis biasa yang sama seperti dengan gadis lain di kelasku. Ini adalah awal aku mengenal dia. Tapi, hanya sebatas dia teman sekelasku, dan aku teman sekelasnya. Tak ada banyak pembicaraan di antara kami. Dan itu berlangsung hingga akhir tahun pertamaku di sekolah ini.

Pertemuan yang Berujung Tak Terduga

Gadis itu berdiri tidak sendiri. Terkadang dia tersenyum diikuti gelak tawa renyah bersama para gadis dan lelaki lain. Dia mulai mencoba memperhatikan sekitar. Menatap satu-persatu wajah di sekitarnya itu. Menyelami setiap siratan dalam wajah-wajah itu. Nyaman, itu yang dia rasa. Mungkin, dia akan berani menukar seluruh hidupnya hanya untuk melihat wajah-wajah itu selalu bersinar membawa kenyamanan seperti ini.

Semua masih baik saja, meski ada beberapa sandungan-sandungan yang terkadang sedikit memuramkan wajah-wajah di sekitarnya. Hingga pada suatu ketika...

Gadis itu melihat lurus ke depan. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjalnya. Entah apa itu. Sepertinya sesuatu itu terus memanggilnya.

Lama dia mencoba tak peduli, tapi sesuatu itu hanya langsung mendekatinya. Sepertinya sesuatu itu ingin membacanya.

Gadis itu tidak bergerak, hanya diam membiarkan semua terjadi hingga wajah-wajah di sekitarnya berkata, "Hati-hati dengan sesuatu yang mendekat itu. Sesuatu itu hanya tak ingin kamu bersama salah satu dari kami". Tak ada tanggapan dari gadis itu, dia hanya sedikit merenungkan kalimat tersebut dalam batinnya yang pura-pura tak peduli.
...

(bersambung)

Sabtu, Oktober 09, 2010

Terimakasih :)

Terimakasih atas 2 hari terakhir

Terimakasih telah hapus kabut tebal dan hujan deras yang mengunjungi hati.
Dan hilangkan mata sendu yang banjir karena hujan deras di hati.

Meski hanya 2 hari yang tidak penuh,
tapi kalian telah hilangkan itu :)

Karena hari-hari sbelumnya tiba-tiba langit mengundang awan hitam pekat tuk menyelimuti hati
Dan biarkan kabut menghalangi sinar matahari
Hingga biarkan banjir bandang mendatangi hati dan mata sendu.

Tapi, sekali lagi
Kalian berhasil hapus segala itu
Kemudian datangkan pelangi indah bersama hangatnya sinar matahari
Walau itu datang bersama lelah yang ingin berkunjung

Lagi-lagi, Terimakasih :)



Love You all (_rida_)


Semarang, 7th 2010 ; 03.30 p.m.

Kamis, Oktober 07, 2010

Petir yang Menangis

Pernahkah kau mendengar tetang petir yang menangis?
Jika belum, mungkinkah sekarang kau mau untuk membayankannya?
Atau, mungkin mencoba membayangkannya?

Lalu, apakah sekarang kau sudah berhasil membayangkannya?
Dan, apakah itu sudah cukup jelas?
Sekarang, apa pendapatmu?
Apakah kau punya pendapat?
Atau kau tak bisa berpendapat karena tak berhasil membayangkannya?

Jika kau tak bisa membayangkannya,
Aku akan menunjukkanmu sekarang
Kini, sudah dapatkah kau lihat petir yang menangis?

Ooohhh, nampaknya kau tak dapat melihatnya,
Bagaimana mungkin?
Aku telah menunjukkannya tepat di depanmu
Apa kau buta?
Atau jangan-jangan kau tak tahu cara melihat

Ahh, sudahlah
Itu tidak penting -bagimu-
Kau tak perlu bisa melihat, mengetahui, dan juga mengerti
Karena memang itu tak ada artinya bagimu bukan?

Semarang, September, 20th 2010

Rabu, Oktober 06, 2010

Singing

And I don't want to fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don't wat to talk about it

And I don't want a conversation
I just want to cry in front of you
I don't want to talk about it
Cause I'm in love with you

-A.L.-

Selasa, Oktober 05, 2010

Yang Petir Ingin

Biarkan petir menangis saat ini. Dan bumi yang akan menjadi saksinya.
Karena langit sudah tak mau lagi melihat petir. Dan hanya kepada laut yang petir inginkan saat ini.