Sabtu, November 27, 2010

Ganesha Pramodha Branita Sandhini

Ganesha Pramodha Branita Sandhini, nama dari sebuah organisasi kemanusiaan yang ada di SMA N 3 Semarang, atau bisa juga disebut sebagai PMR-nya Smaga. Organisasi ini juga yang aku geluti dalam masa SMA-ku sekarang. Tapi, karena sekarang aku sudah ada pada tahun terakhir di sekolah ini (amin), jadi aku sudah bukan pengurus lagi. Karena masa jabatanku ada di tahun kemarin.

Jadi tahun pertama itu, aku berusaha masuk organisasi ini.
Tahun kedua, resmi menjadi pengurus yang bertanggung jawab mengurusi dan membawa organisasi ini.
Tahun  ketiga, menyerahkan jabatan kepada adik kelas.


Selama aku berada di organisasi ini, banyak yang aku dapat dan aku pelajari.

Dari sini aku mengerti tentang kebersamaan, kekeluargaan, berorganisasi, kepemimpinan, kekompakan, kerja sama, pentingnya sebuah proses meski yang dilihat hanya output, kebijaksanaan, profesionalitas, keseriusan.
Dari sini juga banyak yang aku dapat, aku dapat keluarga, bahagia, kekuatan, ilmu, dll.



Di sini juga aku bisa tahu tentang pentingnya, kepercayaan, tanggung jawab, usaha, kesetiaan, ketulusan, dll.

Di sini aku kenal mereka teman-teman, sahabat atau lebih tepatnya keluarga angkatan 22.
Aku sayang mereka.
Nanti, suatu saat, kalau aku sempat, aku akan menulis tentang mereka satu-persatu.


27, November 2010

Petualangan, Part I

September, 23rd 2010

Hari Sabtu itu, hari Sabtu pertama di mana ada pelajaran, di mana aku harus berangkat pagi ke sekolah (jam 07.00 WIB). Jujur, rasanya ngga enak. Sampai di sekolahan ya biasa aja, belajar dan lagi-lagi rasanya aneh (masa hari Sabtu harus ada pelajaran, setahu saya hari Sabtu adalah hari bebas dari pelajaran dan urusan akademik sekolah karena itu yang saya tahu dan saya alami selama ini, tapi harus bersyukur, ini tidak seperti KBM biasa di mana kalau telat di hukum ngga bisa masuk jam pertama, mungkin juga kena skorsing, atau harus memakai seragam yang lengkap sesuai aturan).

Setelah selesai KBM yang ternyata selesai sangat siang(untuk hari Sabtu ini sangat siang, tapi untuk hari Senin-Jumat ini masih siang haha). Terus ketemuan sama Kak Pee-Q(Ika) terus sms-an sama yang lain janjian ketemu di (kalau ngga salah) deket mushola. Terus ngrayu tante Riang sama kak Ajeng buat tetep ikut wisata. Alhasil, mereka berdua jadi ikut + Lulu’ juga. Jadi, kita pergi berdelapan (Rida, Ika, Nurul, Riang, Ajeng, Gema, Ali, Lulu’). Setelah beres-beres naruh semua barang ngga penting (sebenernya penting sih) di loker serta beli makanan, aku sama Ika langsung ke parkiran depan ketemu kak Ali, terus ada kak Gema. Jadi, kita sekarang berempat bersuwung-suwung tidak ria menunggu para cewe-cewe yang lagi beli makanan di kantin. Aku sudah sedikit merasa gimana gitu karena jam sudah sangat siang dan artinya itu molor dari jadwal awal yang rencananya jam 1.00-an siang kita berangkat, tapi ternyata jam 2.00-an baru mulai berangkat masuk mobil (hahaha aku kebawa suasana jadi sie.acara ni). Di mobil ya biasa bergeje ria, tapi aku ngga cerewet (kaya biasa sih, kalau di mobil aku agak pendiem gitu). Oh iya, makasih dulu ni buat Kak Ali yang udah mau minjemin mobil sekaligus nyetir itu mobil dan makasih sama kakakku tercinta –kak Pee-Q(ika)- yang sudah membawa Kak Ali. Perjalanan kira-kira 90 menitan. Dan jangan tanya apakah ada acara nyasar apa ngga, karena jawabannya sudah pasti IYA. Saat nyasar, si Lulu’ sempet menghubungi Bang Rendi yang susah diajak ngomong di dalam telepon yang akhirnya cukup dikirimi sms saja yang mengakibatkan akhirnya Bang Rendi menelepon balik, tapi teleponnya malah ke nomorku. Rendi tanya gitu kita nyasar di mana, berhubung aku ngga tahu apa-apa aku kasihin deh ke kak Gema itu hp-ku yang malang. Dan merekapun mengobrol (entah mengobrol apa saya tak memperhatikan karena saya tidak begitu suka memperhatikan pembicaraan orang lain). Oh iya, sebenernya waktu Bang Rendi balik nelepon itu kita udah nemu jalan yang bener dan ngga lagi nyasar. Tapi, tetep makasih deh kita sama Rendi yang sudah berbaik hati siap menolong kita dan mengkhawatirkan kita (aku ngga tahu khawatirnya ikhlas apa ngga, tapi kita yakin Bang Rendi orang baik, -aku mulai ngaco-).

Akhirnya sampai di kawasan masuk gerbangnya Curug (belum sampai Curug, dan ternyata sampai parkiranpun masih tidak dekat). Oh iya, waktu di pintu masuk itu, kan para lelaki ngurusin perijinan masuk, nah kita para cewe, sempet foto-foto ngga penting di mobil lho, hanya untuk mengisi kesuwungan kita haha. Setelah dua manusia lelaki menyelesaikan perijinan buat masuk, kita lanjutin perjalanan menuju parkiran yang sudah aku katakan, itu tidak dekat.


 ini ni foto-foto sambil nunggu

Setelah sampai di parkiran, aku merasa cukup lega. Aku lihat langit mendung dan aku hanya bisa berdoa dan berharap tidak turun hujan. Lalu sebelum kita melanjutkan perjalan menuju tujuan utama, kita berhenti buat shalat dan siap-siap dulu, sekalian berdoa. Dan jam empat-an kita baru mau mulai mendaki (sebenarnya tidak mendaki). Dan mulai dari sinilah perjalanan hebat tak terlupakan dimulai :)





-bersambung...

Senin, November 22, 2010

Terkadang Manusia Juga Susah Ikhlas

Entah sebenarnya terkadang atau sering, manusia tak bisa ikhlas.
Dan saya juga manusia.
Saya juga terkadang (entah terkadang entah sering) tak bisa (saya harap belum bisa) ikhlas.
Saya tak tahu pasti apa ini namanya tidak ikhlas atau iri atau cemburu atau apalah itu.
Tapi, saya merasa masih tidak rela.
Meski itu sudah berlalu satu tahun lebih.
Dan meski hal itu juga sudah berakhir dan berganti.
Tapi, setiap ingat, entah apa, ada sesuatu di batin saya yang mendesak.
Mungkin itu adalah ketidakikhlasan(saya harap kebelumikhlasan), atau keirian, atau kecemburuan, atau apalah itu namanya.
Mengapa bisa begitu?
Entah saya juga tidak mengerti.
Mungkin karena saya yang tidak cepat bicara.
Mungkin karena orang tua saya sudah memberi izin.
Mungkin karena saya sangat inginkan sejak bertahun-tahun lalu sebelum mengenal bahkan mengetahui mereka pun belum.
Mungkin juga karena saya tinggal di rumah orang tua saya yang sangat berjarak dari tempat itu.
Atau mungkin karena yang mendapatkannya akhirnya adalah mereka.

Entah entah.
Apapun alasan-alasan tersebut, tetap saja tidak menghilangkan rasa aneh di batin saya.

Sekarang, yang saya ingin itu sudah tidak mungkin saya dapat.
Ya, karena hanya ada satu kali kesempatan.
Dan itu hanya ada di tahun lalu.
Mestinya saya sudah ikhlas,
tapi entahlah.
Saya tidak bisa ikut ikhlas berbahagia atas usaha mereka-mereka (bukan berarti saya tak bisa ikut bahagia, jujur saya juga sedikit cukupbahagia).

Sudahlah, sudahlah
jangan buat saya iri dan ingat,
kalu saya boleh katakan,
mereka-mereka yang lain juga iri pada mereka-mereka yang mendapat kesempatan itu.

Sabtu, November 20, 2010

Tentang Hidup

TENTANG HIDUP
Sheila on 7


Akhirnya semua terjadi juga
Yang kutakutkan, yang kuelakkan
Keresahan ini tak seharusnya terjadi
Seakan jurang tercipta untuk kita

Slalu ku coba menghangatkanmu
Dengan sebatang lilin di tengah badai ini
aku pun tak ingin kau meredup dan membeku
Dan lilin ini segalanya yang tersisa

Coba berusaha tuk lebih mencintaiku
Aku kan mencoba hal yang sama
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kau rasakan aku juga merasakan

Bertahan sayang dengan doaku
Ku coba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang
Ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk slalu di sini

Coba berusaha tuk lebih mencintaiku
Aku kan mencoba hal yang sama
Bentangkan maumu kita raih semuanya
Apa yang kau inginkan
Aku juga memimpikan

Rindukanlah diriku selagi punya waktu
Hargailah diriku, ku tahu engkau mampu

---

Aku lagi suka lagu ini. Ngga tau deh kenapa, yang jelas lagi suka aja. Kalau aku suka lagu ini, bukan berarti aku lagi ada cerita yang sama seperti lagu ini. Bukan berarti aku mengalami apa yang ada di cerita lagu ini. Tapi, ya karena aku lagi suka sama lagu ini.

Aku juga suka banget sama bagian ini
...dengan sebatang lilin di tengah badai ini...
Paling suka bagian itu, tapi bukan berarti ngga suka bagian yang lain.

Aaaa...pokoknya aku lagi suka sama lagu ini, ngga peduli ini lagu lama (banget) dan (banyak) orang ngga tahu lagu ini, aku sekarang tetep lagi suka lagu ini.
:)

Semarang, November, 20th 2010 ; 10.43 p.m..

Rabu, November 17, 2010

Aku Memerah Lagi?

Aaaa...aku memerah lagi. Dan aku tadi langsung lari ke kamar, meuju cermin untuk membuktikan kebenaran yang sudah jelas benar itu. Dan memang benar aku lihat bayangan di cermin memang merah.

Ternyata aku kalau ketawa, nangis, malu itu langsung merah padam gitu. Aku tahu dan yakin semua orang seperti itu. Tapi, kata orang-orang aku terlalu gampang merah. Dan sialnya itu memang benar, hwaaa, kenapa gitu ya? Jadi ketahuan dong kalau aku lagi malu, atau habis nangis.

Selasa, November 16, 2010

With Love, Just for You

Sempurna
Andra and The Backbone

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Disetiap langkahku,
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
oh sayangku* kau begitu
Sempurna, sempurna

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku

Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku* kau begitu
Sempurna

*sayangku=mamaku


---

Happy birthday mom, sorry I just can sing for you.


---

Mami, happy birthday. Maaf tahun ini aku ngga bisa ngasih yang berarti buat mami. Ngga kaya tahun kemarin. Maaf tahun ini aku (mungkin) ngasih kekecewaan buat mami karena beberapa hari sebelum mami ulang tahun aku malah ngasih rapot yang nilainya turun dan buat kecewa (aku tahu mami sama ayah kecewa, karena kelihatan kok, meski Anda-anda ngga ngomong langsung). Maaf, mungkin yang aku hasilkan tahun ini sangat kontras dengan tahun lalu, meski tahun lalu hari-hari sebelum mami ulang tahun aku di rumah cuma malam, dan bantu-bantu mami buat pemakaman alm.Eyang juga dikit banget. Malah 3 hari sebelum mami ulang tahun aku ngga di rumah. Dan waktu aku pulang juga udah malem, itu pun aku langsung tidur. Dan paginya mami ulang tahun, aku juga ngga di rumah (aku berangkat sekolah pagi-pagi dan pulangnya sore). Tapi, seenggaknya hari itu sama malam sebelum hari itu aku melihat mami sedikit senang karena aku pulang dari pergi 3 hariku dengan membawa kebanggaan (seenggaknya aku bangga hasil usahaku berhasil meski bukan menjadi juara umum, setidaknya dapat 3 besar dan kami tetap dapat sesuatu berwarna kuning itu).

Mami, maaf aku belum bisa jadi anak yang terbaik, tapi aku janji aku berusaha dengan benar-benar dan ikhlas mau ngebuat mami bangga dan ngga nyesel punya anak aku.

Intinya, happy birthday mom, I always love you
eh, salah maksudnya,
Ayah, kakak, sama Rida sayang mami selamanya :)

Semarang, November, 16th 2010
your lovely daughter,
Rida

Jumat, November 12, 2010

Langit dan Doa

Aku berdoa untuk langit
Aku berdoa bersama langit
Aku berdoa dengan langit menemani
Aku berdoa agar langit tetap di situ
Aku dan langit berdoa tentang kita
Aku memandang langit dalam doaku
Dan aku memuji langit dalam setiap doa yang terpanjatkan.

Semarang, October, 7th 2010 ; 08.06 p.m.

Rabu, November 10, 2010

"Happy Birthday Mba Rima"

Sabtu, 6 November 2010 kemarin, seperti biasa ini sudah ke-dua kalinya ada pelajaran tambahan di hari Sabtu. Iya, sebenarnya males juga sih hari Sabtu harus sekolah pagi-pagi buat belajar, sementara biasanya hari Sabtu ke sekolah berangkat siang, itu pun hanya untuk main haha. Maklum, sudah kelas 12 harus rajin. Semangat!

Nah, setelah pelajaran, aku sama kakak Q-pee(Titien) sama adek Pee-Q(Nurul J) mau ke DP buat nemenin si Kakak Q-pee beli tas. Tapi, sebelumnya kita shalay dulu. Habis shalat, kita nemuin Sarah soalnya Sarah juga mau ikutan) yang lagi duduk sendiri di taman. Setelah ketemu si Sarah, kita ngga langsung pergi ke tempat tujuan, tapi ngobrol dulu di taman.

Di tengah-tengah obrolan kita, tiba-tiba ada mas-mas datang menghampiri kita. Katanya sih mau minta waktu bentar 5 menitan lah. pertma kita mikir sih masnya mau nawarin dagangan, atau nawarin apa gitu, atau kalau ngga ya mau wawancara gitu. Eh, tapi ternyata masnya mau ambil gambar kita. Katanya sih temennya yang dia sebut "Mbak Rima" ulang tahun, terus kita ber-empet dimintai tolong buat ngucapin Happy Birthday gitu. Terus katanya tokoh bernama "Mbak Rima" itu juga alumni sekolahanku gitu.

Karena kita baik, dan ngga tega sama mas-nya(hehe) kita mengabulkan permintaan mas-nya. lalu datanglah pasukan masnya yang siap ngambil gambar (sebenernya cuma dateng 2 orang lagi sih, jadi kalau diitung mas-masnya jumlahnya ada 3). Terus akhirnya kita take sambil bilang bareng-bareng "Happy birthday Mbak Rima, wish you all the best", ngga tahu karena kalimatnya terlalu pendek, atau durasinya kurang lama, atau masnya pengen nge-take kita lagi, masnya minta kita ngulangin lagi dengan ditambah-tambahi gitu. Akhirnya aku ngasih usul dan diterima. Gini jadinya: Kita bareng-bareng bilang "Happy birthday Mbak Rima" terus urut dari aku, pee-q,sarah,q-pee ngucapin satu doa harapan buat mbak Rima. Akhirnya masnya puas dan bilang makasih lalu mencari korban yang lain.

Aaaaa.....aku pengen kameranya masnya yang satunya.

Jujur, kita ngerasa agak gimana gitu. Hehehe....kita ngga tahu juga ya itu yang dibilangnya masnya bener apa ngga, terus tokoh "Mbak Rima" itu fiktif atau tidak, dan ceritanya itu hanya fiksi atau tidak. Tapi, kalau memang benar, semoga Mbak Rimajadi sehat dan sukses slalu, dan tambah baik deh. Amin


Senin, November 08, 2010

Jangan Hempaskan Aku Begitu Saja

Kamu tahu betapa aku selalu mencoba untuk memahami kamu,
menjelajahi setiap dirimu untuk aku tafsirkan,
agar aku mengerti kamu.

Kamu juga tahu betapa besar inginku menaklukanmu,
dan aku selalu usaha 'tuk setia padamu,
dan tak dielakkan,
begitu juga aku berharap,
agar kamu setia padaku,
dan tidak menghempaskan aku begitu saja

Pernah kamu melihat ketika aku berkorban untuk mencuri hatimu,
agar kamu juga bahagiakan aku
Lalu semua terasa kurang,
aku tak berani berharap lagi,
namun kamu tersenyum menghibur,
dan benar, kamu menghargai usahaku.

Tapi sadarkah?
Itu dulu,
dan tak berlaku lagi sekarang

Sekarang,
biar seberat mengangkat bumi pun usahaku,
tetap saja kamu hempaskan aku begitu saja

Iya, aku kecewa,
tapi aku masih berharap agar kamu kembali menjadi setia padaku,
untuk kembalikan senyumku dengan beri yang aku harap.




*kepada semua mata pelajaran dengan tulus dan jujur dari Rida*

Semarang, November 2010

Kamis, November 04, 2010

Hidup

Bahagia. Sedih. Tawa. Tangis. Amarah. Dendam. Cinta. Keluarga. Persahabatan. Pengkhiatan. Janji. Egois. Memiliki. Pengorbanan. Senyum. Mengalah. Perjuangan. Harap. Ekspektasi. Kesimpulan. Kekalahan. Kemenangan. Mengalah. Hipotesis. Kekurangan. Kelebihan. Melengkapi. Pembuktian. Mengerti. Tulus. Kasih. Haru. Puji. Caci. Tuduhan. Kebersamaan. Memaklumi. Melawan. Rahasia. Ikhas. Melindungi. Dilindungi. Memberi. Pinta. Sakit. Obat. Pisah. Jumpa. Mencampakkan. Dicampakkan. Memendam. Sembunyi. Lari. Bertahan. Melupakan. Dilupakan. Sesal. Kesetiaan. Maaf. Terimakasih. Bantu. Tolong. Kepercayaan. Bangkit. Jenuh. Menyerah. Ke-putus-asa-an. Keputusan. Konsekuensi. Tanggungjawab. Hak. Kewajiban. Berpaling. Kepuasan. Pilihan. Doa. Mimpi. Perlindungan. Tantangan. Semangat. Ujian. Hasil. Proses. Kesabaran. Pengertian. Kepeduliaan. Perhatian. Kecemburuan. Pengayoman. Keberhasilan. Kegagalan. Usaha. Derita. Asa. Kelapangan. Pengakuan. Kejujuran. Kebohongan. Kebenaran. Kesalahan. Kecewa. Pembelaan. Dukungan. Persaingan. Kehilangan. Iri. Syukur.

Rabu, November 03, 2010

3 November 2010

Selasa, 3 November 2010

Dear blog,
tahukah kamu blog? Aku mau nulis ngga kaya biasanya. Yang akan aku tulis sekarang ngga seperti yang aku tulis biasanya.

Tahukah juga kamu blog, kalau hari ini moodku bagus, mungkin sudah 4 hari ini. Entah kenapa pokoknya bagus aja, meski memang pasti ada sedikit hal yang kadang menurunkan moodku.

Tapi, sepulang dari sekolah, setiba di rumah. Aku mendapat berita yang tak begitu bagus. Mungkin bisa disebut bad news. Oke mungkin itu tidak menyangkut hidupku sekarang. Berita itu lebih berpengaruh dan memang menyangkut kakakku, tapi aku rasa itu juga akan berpengaruh padaku (iyalah, dia kakakku, dan apa pun yang terjadi padanya aku juga mendapatkan dampaknya). Waktu denger itu berita, jujur rasanya aku pengen nangis, tapi ya masa aku nangis. Dan kakakku bilang, kalau tadi keluarga besar juga udah sempet menghiburnya, dan itu malah membuat dia jadi sedih. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mencoba menghibur dan mencoba bersikap biasa. Sepertinya yang aku butuhkan adalah mencoba menghibur diri sendiri.

Aku yakin itu semua pasti yang terbaik. Aku percaya ini bukan berarti Tuhan ngga mengabulkan doaku, tapi hanya saja Tuhan belum mengabulkan doaku. Dan pasti ada rencana indah dibalik ini semua.

Sekarang, aku serahkan saja semuanya pada Tuhan, dan hadapi saja apa yang akan terjadi nanti.

Senin, November 01, 2010

Semangat Belajarku

Aha aku sudah kelas 12, artinya harus lebih rajin belajar kalau mau selamat. Tapi, kok rasanya nilaiku malah turun gini ya? Padahal kan udah ngga sibuk lagi. Udah ngga pernah keluar kelas, selalu ikut pelajaran, ngga pernah ijin, masuk sekolah terus. Tapi ya kok kaya gini?

Padahal tahun lalu aku malah lagi sibuk-sibuknya. Banyak hal yang harus dikerjain, dan pulang ke rumahpun selalu malam. Tahu sendiri kan, kalau pulang malam itu rasanya udah capek, dan udah ngga bisa belajar. Bawaannya capek, ngantuk, ending-nya ya habis nata jadwal langsung tidur hahaha. Udah gitu ada hari-hari di mana aku ngga masuk sekolah, entah ikut lomba lah, seminar lah, nyiapin acaraku lah, etc. Dan itu biasanya ngga cuma sehari, selain itu juga kalau toh berangkat ke sekolah intensitas ikut pelajaran di kelas juga ngga penuh dan bisa dibilang sering ngga ikut pelajaran.

Pernah suatu hari aku mau ada event yang cukup besar. Karena aku sie acara dan sie materi kalau ngga salah, aku ya sibuk gitu. Dan aku punya tanggungan buat pergi ke tempat acara sehari sebelum hari H. Nah, 2 hari sebelum hari H itu di sekolahan hampir seharian buat nyiapin dan koordinasi acara sama yang berangkat hari H. Terus malamnya di rumah aku harus siap-siap buat berangkat esok hari, ngurusin temen-temen yang juga berangkat bareng aku, sama belajar matematika karena besok paginya sebelum berangkat aku ada ulangan susulan, dan iya aku harus nyusun acara yang bener-bener fix tertata semuanya, dari jam, pj, tempat, acra, etc. Tapi, alhamdulillah walau aku ngga bisa tidur tepat waktu (alias aku tidur dini hari) aku tetep bisa bangun pagi, terus ngga telat berangkat, dan masih bisa ngerjain ulangan susulan. Alhamdulillah. Dan ngga tepar. Pernah juga, setelah aku sering ngga masuk dan ngga ikut pelajara, tau-tau waktu masuk ada ulangan dan materi ulangan itu bab yang aku belum pernah ikuti. Tapi, karena keyakinanku aku juga bisa.

Nah, itu buktinya aku bisa, mau sesibuk apapun, kalau niat pasti bisa. Soalnya kalau niat itu kita jadi sungguh-sungguh. Waktu itu aku niat karena nilaiku adalah jaminan untuk tetap berada di organisasiku itu. Jadi, krena seringnya aku ngga ikut pelajaran, orang tuaku mikir aku ngga pernah ngurus sekolah lagi. Dan menyalahkan organisasiku karena aku terlalu sibuk di situ(tapi emang bener sih). Dan kalau nilaiku ngga lebih baik dari tahun sebelumnya, aku harus berhenti dari organisasi itu. Dan aku, ngga rela dong, dulu perjuanganku setahun untuk masuk organisasi ini ngga ringan. Dan di organisasi ini aku punya keluarga baru. Masa iya aku mau berhenti di tengah jalan. Jadi, ya aku mau ngga mau harus buktin kalau nilaiku selalu bisa jadi lebih baik.

Dan hasilnya, aku masih ada di organisasiku itu. Berarti aku berhasil. Tapi, mengapa sekarang saat kegiatanku sudah tak sebanyak dulu, dan bisa lebih fokus sama pelajaran, malah nilaiku jadi turun gini? Apa karena kurang semangat dan motivasi ya?