Sabtu, Desember 17, 2011

Sekilas Tentang Jakarta (4)

Jakarta adalah kota dengan seribu jalan tol. Jalan itu berkelok-kelok mengelilingi setiap bagian kota Jakarta bagaikan jalur naga. Kalau berkunjung ke Jakarta, orang-orang pasti akan mengeluhkan betapa rumitnya jalan tol di Jakarta. Ditambah lagi dengan betapa macetnya jalan tol di Jakarta, membuat orang-orang akan berpikir tidak ada bedanya masuk jalan tol atau jalan biasa. Satu hal yang pasti, setiap jalan tol pasti memiliki gerbang masuk dengan tarifnya masing-masing. Nah, gerbang masuk ini merupakan salah satu dari sumber kemacetan di Jakarta. Alasannya adalah pelayanan yang sangat lama dan kecenderungan orang-orang untuk berpindah-pindah antrean dan menerobos antrean orang lain. Sikap pengemudi yang seperti inilah yang sama sekali tidak boleh ditiru karena hanya akan menguntungkan diri sendiri dan merugikan banyak orang yang telah lama mengantre di belakang. Pun begitu, sikap seperti ini merupakan sikap mayoritas pengemudi di Jakarta, jadi kalau Jakarta selalu macet itu tidak terlepas dari peran orang-orang semcam ini.

Selain sebagai sumber kemacetan, Gerbang masuk tol juga merupakan sumber dari perusakan lingkungan. Setiap hari beribu-ribu karcis masuk tol diproduksi dan dibuang di sana. Karcis itu terbuat dari kertas yang sudah pasti menggunakan pohon sebagai bahan bakunya. Aku tidak mengerti mengapa pemerintah masih mempertahankan penggunaan karcis tol yang mubazir seperti itu. Seharusnya pemerintah segera menggunakan metode lain, seperti penggunaan kartu tol yang harus dikembalikan begitu keluar jalan tol. Dengan begitu setidaknya penggunaan kertas dapat diminimalisir.

Gerbang masuk tol juga dapat berfungsi sebagai sumber pekerjaan. Entah mengapa cukup banyak orang yang mengantre untuk dapat bekerja sebagai petugas gerbang tol. Biasanya mereka adalah mahasiswa yang ingin bekerja sambilan, tapi terkadang ada juga orang-orang yang telah cukup berumur bekjerja di sini. Seperti apa pekerjaan mereka? mereka sebatas menerima uang dari pengguna jalan tol, memberikan karcis, sekaligus kembalian. Untuk menjalankan tugasnya, mereka dibekali dengan kemampuan memilih uang kembalian yang tepat dan melipatnya bersama karcis, dengan kecepatan yang sungguh mengagumkan. Itulah kemampuan khusus yang hanya dimiliki para petugas gerbang tol.

Karena pekerjaan yang monoton ini, petugas jalan tol biasanya sangat tidak antusias dalam menjalani pekerjaannya. Kebanyakan dari mereka selalu terlihat lesu dan bosan. Terkadang untuk mengisi kebosanan mereka akan menyetel lagu kesukaan dengan keras melalui mini compo yang dibawanya sendiri atau iPod bagi yang berpunya.

Tapi, ada satu gerbang tol di Jakarta yang sangat unik dibandingkan gerbang tol lainnya. Gerbang tol ini bernama Gerbang Dukuh 2. Mengapa disebut unik? Karena ini adalah satu-satunya gerbang tol di Jakarta-sepanjang pengetahuanku- yang seluruh petugas gerbangnya bersikap amat ramah dan murah senyum pada setiap pengguna jalan tol. Aku melewati gerbang ini setiap hari dan aku selalu merasakan aura yang menyenangkan dari setiap petugas di sana. Begitu memasuki gerbang, mereka akan menyapa terlebih dahulu dengan ucapan selamat pagi, sambil mengeluarkan senyuman terbaiknya. Melihat hal itu, tentu mustahil untuk tidak membalas senyumnya, mesipun jalan di depan masih sangat macet.

Ya, senyum memang pekerjaan mudah, tapi orang-orang sering lupa untuk melakukannya. Para petugas di Gerbang Dukuh 2 tersebut pasti menyadari itu dan mereka mencoba untuk mengubahnya. Disadari atau tidak, sikap yang ditunjukkan oleh para petugas di Gerbang Dukuh 2 itu akan menyemangati setiap pengguna jalan tol untuk menghadapi kemacetan yang bagaikan neraka. Aku selalu senang melewati gerbang itu dan aku benar-benar ingin berterimakasih pada mereka. Mereka telah membuktikan bahwa pekerjaan mereka, biarpun sering dianggap remeh, mampu memberikan sesuatu yang berarti pada banyak orang. Itulah bukti bahwa pekerjaan apapun, selama dilakukan sepenuh hati dan sungguh-sungguh pasti akan membawa kebaikan pada banyak orang.

Yang jelas, melewati jalan tol adalah keseharian warga Jakarta yang menggunakan mobil untuk transportasi. Apalagi untuk yang tinggal di pinggiran Jakarta, menggunakan jalan tol adalah pilihan yang terbaik dengan segala kekurangannya. Meskpun sampai sekarang belum ditemukan solusi yang tepat untuk kemacetan di Jakarta, itu bukanlah alasan untuk mengeluh. Ya, jalani sja dengan sepenuh hati, seperti orang-orang di Gerbang Dukuh 2, dan hidup tidak akan pernah terasa berat.

Kamis, Desember 15, 2011

Singing #4

I like your smile, I like your vibe,
I like your style, but its not why I love you.
And I, I like the way, you're such a star,
But that's not why I love you.
hey, do you feel? Do you feel me?
Do you feel what I feel too?
Do you need, do you need me?
Do you need me?
...
I'm not sure you know,
that the reason I love you is you,
being you, just you
the reason I love you
is all that we've been through.
And that's why i love you

-AL-I love you-


Selasa, Desember 13, 2011

INISIATIF

Inisiatif keluargaku :)

Jumat, Desember 09, 2011

Kisah Patung Pancoran




Orang-orang memanggilku Patung Pancoran. Alasannya karena aku selalu nongkrong di Pancoran. Bagiku, nama ini sangatlah menggelikan. Mengapa aku harus dinamai karena lokasiku berada? Padahal patung-patung lain memiliki nama-nama keren yang biasanya berfungsi untuk memperingati suatu kejadian heroik. Sebenarnya, aku memiliki nama keren yang merupakan pemberian penciptaku, Ir. Soekarno, yaitu Patung Dirgantara. Nama ini diberikan karena presiden Soekarno menginginkan agar orang-orang terinspirasi untuk selalu memiliki kejujuran dan keberanian hingga ingin mengarungi angkasa sepertiku. 

Awalnya, aku merasa sangat terhormat dengan tugas itu. Berkat itu, setiap hari aku rela nongkrong di ketinggian yang luar biasa ini dengan posisi menantang dan tangan mengacung ke angkasa. Terik matahari tak pernah menggangguku, apalagi aku juga tak dapat berkeringat. Ya, aku selalu bangga dengan diriku dan namaku, namun itu dulu.

Kini aku menyadari bahwa keberadaanku sangatlah tidak berarti. Aku melihat dari ketinggian ini betapa orang jujur sangatlah sulit untuk ditemukan. Hampir setiap hari aku melihat di bawahku, pencopet, penjambret, penebar ranjau paku, orang-orang hina yang suka melecehkan perempuan di Halte Busway, penipu, calo, etc, etc, etc. Kemudian aku melihat lebih jauh lagi ke gedung raksasa beratap hijau, rumah bagi orang-orang yang menyebut diri mereka wakil rakyat. Sungguh jika aku dapat meludah, pasti cat hijau pada atap gedung itu sudah luntur dan atapnya juga akan berlubang karena dibombardir oleh cairan dirgantaraku, yang kubayangkan memiliki kecepatan 100 mil per jam.  Sungguh, kelakuan orang-orang yang bekerja di gedung itu tak dapat kumaafkan. Merekalah sumber dari setiap masalah di negeri ini termasuk kriminalitas yang kulihat setiap hari di bawahku. Aku ingin marah, benar-benar ingin, tapi aku tak bisa.

Aku diciptakan oleh presiden Soekarno agar orang-orang terinspirasi untuk selalu memiliki kejujuran dan keberanian untuk mengarungi angkasa sepertiku, namun aku gagal. Bukan hanya gagal, namaku pun terlupakan dari benak orang-orang. Kemarin aku mendengar seorang ibu yang bercerita pada anaknya, "Hey nak, liat patung yang lucu itu deh, itu namanya Patung Pancoran." Rasanya aku ingin menangis. Sedih sekali rasanya karena bukan hanya melupakan namaku, mereka juga menganggap keberadaanku tidak lebih dari badut penghibur. 

Dalam hatiku yang terbuat dari perunggu ini aku menangis sekuat-kuatnya. Aku menangis karena tak mampu memenuhi tugasku untuk menginspirasi orqng-orang. Aku menangis lebih keras lagi karena namaku telah dilupakan oleh orang-orang. Namun air mataku habis ketika aku menyadari bahwa aku hanyalah sebuah patung yang tak mampu berbuat apa-apa. Aku jauh lebih hina dari seekor nyamuk yang hanya dapat menggigit(paling tidak gigitan nyamuk itu dapat membunuh orang-orang yang menyebut diri wakil rakyat yang sangat kubenci itu). Aku jauh lebih hina dari dekomposer yang hanya dapat memakan (setidaknya mereka dapat memusnahkan mayat orang-orang yang menyebut diri wakil rakyat yang sangat kubenci itu). Aku benar-benar sesuatu yang amat hina dan aku benar-benar tidak berarti.

Kalau aku boleh membuat permintaan, maka aku hanya ingin dapat merubah posisiku. Aku lelah mengacungkan tanganku karena ternyata aku tidak mampu menginspirasi orang dengan begitu. Aku ingin mengubah posisiku menjadi menengadahkan tangan layaknya manusia yang berdoa pada Tuhan. Mungkin dengan begitu, aku lebih mampu untuk menginspirasi orang banyak. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, tapi permintaan terakhirku, tolonglah, kalian tak perlu mengingat namaku, tapi ingatlah bahwa aku diciptakan untuk menginspirasi orang-orang agar selalu berbuat jujur dan berani. Aku mencintai negeri ini karena penciptaku pun begitu. Jadi kuharap, kalian juga dapat mencintai negeri ini sepertiku. Aku percaya kalian mampu. Sementara itu, aku akan tetap berdiri di ketinggian luar biasa ini, mengacungkan tanganku ke angkasa, dan menatap jauh ke depan. Ke masa depan di mana setiap orang di negeri ini dapat hidup dengan bahagia tanpa saling mencurigai dan menjunjung tinggi kejujuran. 

Kamis, Desember 01, 2011

1/12

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga rahmat, berkat dan kasih sayang-Nya selalu dilimpahkan kepada para penderita AIDS di seluruh dunia.


Setiap tahunnya, sejak tahun 1988, tepatnya pada tanggal 1 Desember, umat manusia memperingati hari AIDS Sedunia. Peringatan ini sama sekali bukan hal yang patut diselamati atau disambut dengan gembira karena peringatan ini adalah untuk mengingatkan kita, bahwa umat manusia masih belum menang sepenuhnya dari penyakit ganas dan menular bernama AIDS. Sampai akhir tahun 2010, tercatat 34 juta orang yang hidup bersama penyakit ganas ini. Sebagian diantaranya mendapatkan perlakuan medis yang baik sementara sebagian lainnya hidup tanpa mendapat perlakuan medis, bahkan ada yang dikucilkan dari masyarakat karena takut tertular. Pengucilan terhadap penderita AIDSini sangat sangat salah karena seorang penderita AIDS sangat membutuhkan support yang kuat dari orang-orang terdekatnya untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, pengetahuan yang baik mengenai AIDS dan cara-cara penularannya sangatlah penting untuk kita ketahui.

Senin, November 28, 2011

Kisah Seorang Ayah, Seorang Anak, dan Seekor Keledai


Bagi orang-orang yang selalu merasa bingung dengan pendapat orang lain tentang diri sendiri dan tidak tahu harus berbuat apa, aku punya satu kisah menarik yang dapat dijadikan bahan renungan dan pembelajaran.

Alkisah di suatu masa hiduplah seorang ayah dan anak yang bepergian dari kampungnya ke sebuah kota dengan menunggangi keledai. Keledai tersebut dinaiki berdua. Melihat hal tersebut orang-orang menjadi geram dan berkata, "sungguh manusia tak tahu diri! Binatang lemah dinaikki berdua." Mendengar hal tersebut sang ayah menjadi malu dan memutuskan untuk turun dari keledai itu bersama anaknya. Perjalanan pun dilanjutkan dengan menuntun keledai itu.

Di tengah jalan, orang-orang yang melihatnya menjadi tertawa terbahak-bahak seraya berkata, "dasar orang bodoh, punya kendaraan kok malah tidak dinaiki." Mendengar hal tersebut, sang ayah kembali malu. Ia memutuskan untuk menaiki keledai itu sementara sang anak dibiarkan berjalan. Sayangnya, orang-orang justru berkata, "Ayah tak tahu diri, dia naik keledai smeentara anaknya dibiarkan berjalan." Kesal, sang ayah turun dan menyuruh sang anak menaikinya sementara ia berjalan. Tentu saja orang-orang kembali mencela dengan berkata, "Anak tak tahu diri, ayahnya yang renta ia biarkan berjalan kaki." Karena tak tahu apa lagi yang harus dilakukan, mereka memutuskan untuk berjalan sambil menggotong keledai itu.

Orang-orang pun semakin terbahak-bahak. Malu dan bingung, sang ayah memutuskan untuk membuang keledai tersebut ke sungai, tapi orang-orang malah berkata, "dasar pembunuh!" Putus asalah sang ayah dan karena stress berlebihan, ia memutuskan untuk bunuh diri dengan menceburkan dirinya ke sungai.

Kisah tersebut adalah sebuah pelajaran mengenai apa yang akan terjadi bila kita terlalu banyak mendengarkan kata orang. Pada akhirnya, kita harus memilih mana yang kita anggap benar dan mana yang salah. hal ini didasarkan pada falsafah arab yang menyatakan, "Persetujuan dari seluruh orang, sebaik apapun hal tersebut, adalah sesuatu yang mustahil. Jadi karena tidak dapat semuanya, maka yang ada saja yang dimanfaatkan." Intinya, kita harus menyadari bahwa sebuah pemikiran yang kita ciptakan, sebaik apapun, tidak mungkin dapat diterima oleh semua orang. Oleh sebab itu, kita harus lebih lapang dalam menerima kritik namun itu tidak boleh menggoyahkan keyakinan kita akan apa yang benar. Semoga ini dapat bermanfaat :)

sumber:
Munawar-Rachman, Budhy. 2006. Nurcholish Madjid dan Perdebatan Islam di Indonesia. Jurnal Universitas Paramadina vol. 4, No. 3 Agustus 2006: 244.
http://peperonity.com/go/sites/mview/kisah.renungan.dan.motivasi/33977912

Selasa, November 15, 2011

Lakukan dengan Hati

Manusia adalah makhluk yang sangat dicintai oleh Allah. Cinta itu terwujud dalam dua anugerah terbesar yang diberikan Allah pada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk-Nya yang lain dan membuatnya menjadi makhluk-Nya yang paling sempurna. Dua anugerah itu adalah akal dan nafsu.

Akal dan nafsu adalah sesuatu yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Akal akan memberikan manusia kemampuan untuk menilai sesuatu berdasarkan rasionalitas sementara nafsu akan memberikan manusia kemampuan untuk memiliki keinginan dan selalu berusaha. Keberadaan akal dan nafsu dalam diri manusialah yang membuat mereka dapat bertahan hidup melalui survival the fittest dan menjadi spesies paling unggul di muka bumi. Namun, seiring mereka tumbuh dan berkembang, manusia cenderung untuk memilih salah satu dari kedua anugerah itu dan mengabaikan lainnya. Jadi pertanyaannya, haruskah kita memilih salah satu dari kedua anugerah itu dan manakah yang harus dipilih?

Senin, November 07, 2011

Public Talk with Peter Young: The Self Knowledge

Ini adalah laporan dari acara bertajuk Public Talk with Peter Young yang diselenggarakan 27 Oktober lalu di Universitas paramadina



Bagi yang belum tahu, Peter Young adalah kepala sekolah dari Beshara School, sebuah sekolah yang mengajarkan pentingnya pengetahuan mengenai diri sendiri. Diri sendiri atau ‘aku’ yang diajarkan oleh Beshara School sangatlah berbeda dengan ‘aku’ yang diajarkan oleh masyarakat pada umumnya. Dijelaskan olehnya bahwa ’aku’ yang dimaksud adalah sebuah cermin dari seluruh semesta dan apa yang kita lakukan terhadap ’aku’ akan mempengaruhi semesta kita secara keseluruhannya. Sederhananya, di dalam diri setiap manusia terdapat sebuah semesta kecil yang dapat mempengaruhi semesta raksasa ini dan disebut ’aku.’ Inilah pengetahuan yang berusaha diajarkan oleh Peter Young dan Beshara School, sebuah pengetahuan yang sebenarnya sangat dekat dengan manusia namun jarang sekali disadari, yaitu Self Knowledge.

Rabu, November 02, 2011

Sekilas tentang Jakarta (3)

Selamat memasuki Bulan November!
Kata orangtua di zaman bahula, kalau nama bulan belakangnya udah pakai 'ber ber' seperti September, Oktober, November, dan Desember, maka itu berarti kita akan mendengar suara 'BEEER' tiap hari yang artinya kurang lebih hujan deras. Yak di bulan ini Indonesia telah memasuki pertengahan musim hujannya dan itu berarti inilah puncak dari musim hujan dimana setiap hari kita akan menemui hujan yang sangat deras. Hujan di Bulan November dapat dikatakan sebagai hujan yang paling terkenal karena Guns N Roses pernah membuatnya menjadi judul lagu mereka yang pernah menaiki puncak tangga lagu dunia, judul lagu itu adalah November Rain (bagi yang belum tahu). Terlepas dari semua itu, bulan November adalah bulan yang sangat tidak bersahabat dengan warga Jakarta.

Ada beberapa masalah yang selalu dihadapi warga Jakarta ketika musim hujan di bulan November, antara lain:

Rabu, Oktober 26, 2011

Perkenalan dengan Ilmu Politik: Modal-Modal untuk Meraih Kekuasaan


Selama mempelajari ilmu politik, pasti ada sebuah kata yang selalu muncul entah dalam definisi, teori, atau praktek, yaitu kekuasaan. Ya, politik selalu identik dengan kekuasaan, bahkan bisa dikatakan bahwa segala hal yang bermuara pada kekuasaan adalah politik. Secara umum, kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar bertindak sesuai keinginannya meskipun orang itu tidak menyukainya. Dalam konteks politik, kekuasaan itu haruslah digunakan demi kepentingan orang banyak, bukan pribadi. Kekuasaan yang hanya digunakan untuk kepentingan pribadi adalah kekuasaan yang korup dan harus dilawan. Cara-cara untuk memperoleh kekuasaan itu sangatlah beragam dan itulah yang dipelajari dalam ilmu politik, namun yang

Minggu, Oktober 23, 2011

Indonesia (harus) Optimis!


Rasanya membaca buku karangan Denny Indrayana benar-benar memberi kesegaran bagi jiwa nasionalisku. Bagaimana tidak? Selama tiga belas tahun reformasi berjalan di Indonesia, aku selalu mendengar kabar-kabar pesimis dari berbagai media Indonesia. Kabar-kabar itu dengan bahasanya sendiri mengungkapkan keraguan mereka pada reformasi Indonesia yang dianggap mati suri, bahkan ada yang terang-terangan menyatakan bahwa Indonesia masa orde baru jauh lebih baik dari sekarang, sungguh miris mendengarnya. Aku, walaupun tidak dibesarkan pada masa orde baru, hanya dengan mendengar cerita-ceritanya dari orangtuaku, kakekku, atau membaca buku-buku karya pejuang orde baru, langsung dapat mengerti kengerian Indonesia di masa itu. Perbedaan pendapat dilarang, orang-orang kritis ditangakapi lalu dibunuh, suasana mencekam karena bayang-bayang Petrus (penembak misterius) ada di mana-mana, pemerintahan tanpa kontrol sama sekali dari publik, bagaimana mungkin ada yang bisa berpendapat bahwa masa itu jauh lebih baik dari sekarang? Oleh sebab itu, Denny Indrayana melalui bukunya yang berjudul Indonesia Optimis mencoba menangkis semua argumen-argumen itu. Melalui buku setebal 255 halaman ini,

Kamis, Oktober 20, 2011

Anies Baswedan on Public Speaking

Ini adalah sebuah laporan dari acara bertajuk Anies Baswedan on Public Speaking yang diselenggarakan di Universitas Paramadina pada 28 September lalu

***

Public speaking atau keterampilan bicara di depan orang banyak adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap individu. Adalah sebuah kesalahan jika kita menganggap hanya pejabat publik yang memerlukannya. Pada dasarnya, public speaking bertujuan untuk mengungkapkan ide dengan memilih kata-kata yang tepat dan bisa diterima oleh orang lain. Karena itulah, setiap individu wajib memiliki keterampilan public speaking agar ide-ide yang tersimpan di dalam kepalanya tidak menjadi sampah namun bermanfaat bagi orang lain. Hal inilah yang melandasi diadakannya acara bertajuk Anies Baswedan on Public Speaking di kampus Paramadina tercinta.

Narasumber dari acara ini adalah bapak Anies Baswedan sendiri yang telah dikenal luas sebagai seorang  public speaker yang hebat dan karismatik. Bagaimana caranya agar bisa menjadi  public speaker seperti pak Anies? Tentu saja itu bukanlah suatu hal yang bisa didapatkan dengan instan namun melalui proses yang amat lama dan jam terbang yang tinggi. Bahkan di awal acara, pak Anies sempat mengakui bahwa public speaking is a very difficult subject. Namun malam ini, pak Anies telah bersedia membagi sebagian ilmunya untuk memudahkan jalan kami menjadi seorang  public speaker yang baik. 


Poin-Poin Penting dalam Public speaking
Hal pertama yang perlu diketahui bagi orang yang akan berbicara di depan publik adalah, ”you are not alone.” public speaking adalah sebuah interaksi, dengan kata lain di sana ada pembicara dan ada pendengar. Jadi sebenarnya melakukan public speaking tidak ada bedanya dengan pembicaraan yang dilakukan dengan teman-teman setiap harinya. Kesalahan

Senin, Oktober 17, 2011

Cerita tentang Perjalanan: Hari Pertama (2)

KM Muria

Suasana dalam kapal sudah sangat ramai ketika kami masuk dan semua kursi yang ada di atas kapal sudah dipenuhi penumpang. Kurasa kami cukup beruntung karena telah mendapat peringatan dari bapak tadi. Dengan keadaan begini seharusnya kapal memang akan segera berangkat. Karena tidak mendapatkan kursi untuk duduk, maka duduklah kami di lantai geladak, tepatnya persis di depan tangga tempat orang berlalu-lalang naik dan turun. Hal ini tentu membuat kami tidak pernah dapat duduk dengan nyaman karena harus selalu menggeser posisi kami jika ada orang yang lewat. Melihat hal itu, mas Ryan memilih untuk duduk di tempat lain.

Selagi menunggu keberangkatan, kami melanjutkan obrolan kami di warung tadi. Aku tidak begitu ingat apa yang dibicarakan, namun yang jelas, kami semua merasa bahwa semuanya akan terasa sangat menyenangkan dan mudah. Pada akhirnya aku tahu bahwa kami telah meremehkan keganasan Laut Jawa.

Kamis, Oktober 13, 2011

Optimisme Denny Indrayana dalam Buku Terbarunya

Suatu hari Denny Indrayana, seorang aktivis yang sering mengkritik kebijakan pemerintah, mendapatkan telepon dari menteri sekretaris negara. Begitu kagetnya dia begitu mengetahui pesan yang disampaikan oleh presiden melalui mensesneg tersebut. Presiden menginginkan Denny untuk menjadi staf khususnya di bidang hukum.

Tentu saja Denny tidak langsung menerima tawaran tersebut. Alasannya adalah karena dia sadar bahwa masyarakat sudah sangat mengenalnya melalui kritik pedas yang selalu disampaikannya pada pemerintah, terutama kebijakan pemerintah yang menurutnya ’memberi sarana’ pada koruptor untuk melakukan aksinya. Jika dia menerima tawaran tersebut, maka akan menimbulkan kesan di masyarakat bahwa Denny telah dibungkam oleh presiden dengan iming-iming jabatan. Namun Denny juga menyadari bahwa pandangan kritis dari luar pemerintahan yang biasa dilakukannya saja tidaklah cukup untuk mengubah keadaan bangsa ini. Melakukan perubahan dari dalam sangatlah perlu dan tawaran ini

Minggu, Oktober 09, 2011

Cerita tentang Perjalanan: Hari Pertama (1)

Terminal Terboyo
Aku tidak ingat kapan aku mulai tertidur, tapi aku ingat kalau aku terbangun pukul 04:30, begitu pula dengan teman-temanku. Yah, meleset jauh sekali dari jadwal. Tak ada pilihan kami segera sarapan dan mandi. Entah kenapa Pram dan Aji tidak mau mandi tapi kurasa itu keputusan yang cukup baik agar dapat berangkat lebih cepat. 


Saat itulah Rianti mengirim pesan, ”Kawanku, aku sudah sampai. Kalian di mana?” 

Dan saat itu juga aku baru sadar bahwa biarpun kami telah membuat kemungkinan dan solusi seandainya Rianti datang terlambat, tapi kami sama sekali tidak memikirkan kemungkinan dan solusi jika kami yang datang terlambat. Memalukan rasanya karena kami hanya bisa menulis pesan balasan yang berbunyi, ”Sabar yaa.” Sambil berharap kami tidak ketinggalan bus menuju Jepara. 

Rabu, Oktober 05, 2011

Tahukah?

Tahukah kamu di negeri ini ada orang yang setiap bulan hanya punya Rp250,000 untuk makan, sementara di tempat lain ada orang yang bisa menghabiskan Rp7,000,000 semalam untuk berfoya-foya?

Tahukah bahwa orang yang berfoya-foya itu masih membutuhkan uang lebih banyak lagi sehingga mereka harus mencuri dari orang yang hanya memiliki Rp250,000 sebulan itu?

Tahukah kamu bahwa lebih dari setengah penduduk yang tinggal di kota Jakarta sebenarnya tidak berasal dari sana sehingga ketika lebaran tiba Jakarta menjadi sangat lengang?

Tahukah bahwa ketika lebaran tiba, ada ribuan keluarga di Indonesia yang harus bersedih karena menerima kabar mengenai anggota keluarganya yang tewas akibat mudik menggunakan motor?

Tahukah kamu bahwa di negeri ini kualitas pendidikan berbanding lurus dengan harganya sehingga hanya segelintir orang yang bisa menikmati pendidikan berkualitas?

Tahukah bahwa segelintir orang-orang yang telah menikmati pendidikan berkualitas itu lebih memilih bekerja di negeri lain karena merasa tidak dihargai oleh negeri ini?

Tahukah kenapa kesenjangan antara orang kaya dan miskin begitu jauh sekali di negeri ini dan seiring berjalannya waktu, jurang itu juga semakin bertambah lebar?

Tahukah bahwa ada sebagian kecil orang yang tertawa dan menikmati keadaan ini sementara sebagian besar orang menderita dibuatnya?

Tahukah bahwa Kapitalisme dan Feodalisme masih menjangkiti negeri ini?

Tahukah siapa yang patut disalahkan atas semua itu?

Tahukah?

Rabu, September 28, 2011

Perkenalan dengan Ilmu Politik: Politik Bisa Menjadi Menyenangkan

“Apa itu politik?”
”Tempat para penjahat, mas. Penjahat kelas kakap.”
”Ah, politik itu kotor mas, isinya akal picik semua.”
”Saya nggak suka sama politik mas.”
”Politik itu mas, injak di bawah, rangkul di samping, jilat di atas.”


*** 

Barusan itu adalah tanggapan dari teman-temanku ketika ditanya mas Bima apa itu politik. Tidak ada jawaban yang bagus memang karena kenyataannya di Indonesia, seperti itulah wajah politik yang ditampilkan pada khalayak umum. Tapi tanggapan di atas seharusnya tidak ditunjukkan pada politik namun kepada aktor-aktor yang bermain di dalamnya. Karena sesungguhnya, politik itu jauh lebih baik dari tanggapan yang diberikan teman-temanku tadi.

Selasa, September 27, 2011

Perkenalan dengan Ilmu Politik

Pertemuan pertama dari mata kuliah Pengantar Ilmu Politik (PIP) ini berlangsung dengan agak tergesa-gesa. Hal ini dikarenakan mas Bima selaku dosen yang bersangkutan sedang berada di tengah rapat dengan rektorat untuk menaikkan akreditasi dari universitasku tercinta ini. Namun dia masih menyempatkan sedikit waktunya untuk memberikan sekedar pengenalan bagi mata kuliah ini.

”Siapa di antara kalian yang benci politik?” Tiba-tiba mas Bima mengajukan pertanyaan kepada kami. Hanya tiga orang yang mengacungkan tangan dan jawaban mereka masing-masing adalah karena politik itu ribet, picik, dan membingungkan. Kurasa memang jawaban

Minggu, September 18, 2011

Sekilas tentang Jakarta (2)

Di suatu siang di kantin kampusku tercinta, aku sedang menikmati makan siangku. Nasi putih ditemani ayam goreng dan teh hangat. Setelah selesai, aku segera pergi ke pemilik kantin untuk membayar menu yang kumakan tadi. "Semuanya jadi Rp 16,000." Katanya.

Itu mungkin hal yang biasa bagi orang yang telah lama tinggal di Jakarta namun bagiku, yang baru sebulan tinggal di Jakarta, itu adalah sebuah kejutan yang cukup hebat. Sebab di Semarang aku terbiasa membayar setengahnya untuk menu tadi.

Jakarta adalah kota yang mahal, baik mahal dalam gaya hidup maupun biaya hidup, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Secara gaya hidup, orang Jakarta terbiasa hidup dalam kebudayaan materialistis dimana orang yang memiliki barang, sekalipun tidak tahu kegunaannya, selama harganya mahal akan sangat dihargai dan dihormati oleh orang lain di sekitarnya. Namun rasa hormat ini tidak selalu

Sabtu, September 10, 2011

Sekolah Baruku

Universitas Paramadina
Bina ilmu dan rekayasa
Karya wirausaha berakhlak mulia
Demi kebahagiaan bersama
Persaudaraan umat manusia

Lingkungan kampus pusat budaya
Mekarkan potensi kreatif
Suburkan tradisi intelektual
Muliakan kebebasan ilmiah
Reguklah kitab dan hikmah

Selamat datang insan muda
Datanglah dengan salamah
Selamat datang insan muda
Datanglah dengan salamah

***



Tiga bait puisi di atas merupakan mars dari sekolah baruku, di lingkungan baru, dan dengan teman-teman yang baru. Universitas Paramadina yang didirikan oleh alm. Prof. Dr. Nurcholish Madjid, yang lebih dikenal dengan Cak Nur, pada 10 Januari 1998 bukanlah sekedar universitas yang didirikan untuk menciptakan mesin pekerja ataupun mencari peluang bisnis. Melainkan untuk menciptakan sebuah universitas ideal yang mampu menciptakan generasi muda yang cakap dalam menjalankan bidangnya sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika. Kira-kira itulah yang dapat kutangkap dari hari pertamaku di Universitas Paramadina ini.

Minggu, September 04, 2011

Pemikiran Kecil


Haluu, sekarang aku mau sedikit berbagi pikiranku saat ini.

Sebelumnya, aku mau bertanya, apa yang akan kamu lakukan jika kamu mendengar suatu berita bencana (sebut saja kebakaran) dan lokasinya tidak jauh dari tempatmu berada saat itu? Panik, takut, penasaran atau yang lainkah yang kamu rasa?
Yap, kebanyakan orang (selama aku mengamati) akan menghampiri tempat tersebut. Ada yang mencoba menolong, ada yang cuma histeris, atau bahkan cuma melihat saja. Dan yang pasti ada dalam kejadian seperti itu adalah kerumunan massa. Dan biasanya (dari pengamatanku) semakin lama massa akan semakin banyak –dengan catatan kejadian masih aktual-. Sering aku mendapat fakta kalau ternyata kebanyakan massa itu cuma ingin menyaksikan kejadian tersebut dan hanya melihat karena penasaran.
Sebenarnya kerumunan massa itu tidak salah. Wajar saja jika mereka penasaran dan ingin melihat langsung. Hanya saja, sering saya berpikir kalau sebenarnya sadar atau tidak sadar, itu membahayakan mereka jika mereka terlalu dekat. Selain itu, mereka juga bisa menghambat jalannya evakuasi korban. Padahal, dalam keadaan seperti itu, evakuasi korban sangat perlu dilakukan.
Di sini aku bukan mau menyalahkan mereka, seperti yang sudah aku tulis, itu semua wajar. Hanya saja, kita juga perlu memperhatikan hal-hal tersebut tadi. Sebenarnya juga, aku menulis ini berdasar pada kejadian tadi sore. Aku melihat ada suatu kebakaran di salah satu rumah sakit umum. Jujur sih, awalnya aku mau nulis tentang berita kebakaran itu, cuma aku ngga dapat narasumber dan ngga liat langsung di depan mata dan ngga tahu pasti kronologinya hehe. Yasudah, berhubung tiba-tiba ada hal lain yang menjadi perhatianku, jadilah aku menulis ini.
Kejadian yang aku lihat itu, di sekitar TKP banyak sekali massa. Padahal tiu juga di pinggir jalan raya. Dan yap semakin lama banyak massa yang datang, tapi tidak membantu. Mereka hanya melihat saja. Ada yang dibela-belain datang sambil membawa motor atau sepeda atau bahkan berjalan menggendong anaknya. Namun, yang ada mereka juga membuat macet jalan raya, dan menghambat evakuasi korban. Sampai-sampai petugas meminta mereka semua yang tidak berkepentingan untuk menyingkir.
Yap, itu sedikit pikiran dari aku. Tapi, masalahnya aku punya ide menulis ini tadi sore dan ngga langsung aku tulis dan alhasil sekarang cuma itu yang aku ingat haha.
Yasudah, intinya kerumunan massa yang tidak perlu itu kalau bisa sadar diri saja, jika memang keadaan menuntut untuk menyingkir lebih baik menyingkir saja. Lakukan saja hal yang kira-kira dapat membantu. Ini juga bukan berarti melarang adanya massa, sebab itu juga bermanfaat, dengan adanya massa informasi dapat tersebar, dan bantuan seharusnya bisa cepat datang pula.
Aiya ini ada berita kejadian yang sebenarnya kalau mau tahu. atau ini.


Semarang, 4 September 2011
-rida- 

Cerita tentang Perjalanan : Prolog


Kulihat debur air laut di balik jendela. Matahari hangat bersinar melaluinya. Terasakan angin sepoi-sepoi memanjaku mencoba menarikku keluar untuk bermain di sana, di tengah laut bersama para ikan. Namun aku bukan berada di atas kapal. Aku sedang berada di atas kereta api Fajar Utama yang membawaku dari Jakarta ke Semarang, berdesak-desakkan dengan penumpangnya yang kebanyakan tidur di lantai. Beruntung aku bisa mendapatkan kursi walau harus kuakui itu bukanlah kursi yang nyaman.


Kuingat-ingat lagi alasan keberangkatanku. Kira-kira setahun yang lalu ketika aku masih bersekolah di Semarang, di sebuah ruang kecil tua di belakang sekolah yang kami sebut basecamp. Aku tidak ingat siapa yang memulainya namun yang jelas saat itu kami sedang membicarakan rencana liburan yang juga sekaligus menjadi pesta perpisahan untuk kami. Dan saat itu entah kenapa nama Karimun Jawa yang tercetus.

Kamis, Agustus 18, 2011

Ketika Sedang Melihat-lihat

Malam ini aku baru saja berjalan-jalan ke sebuah toko buku. Namun sayang aku tak bisa menemukan buku yang saat itu sedang kucari. Apa boleh buat kuputuskan untuk melihat buku-buku lain. Saat itulah aku menemukan sebuah buku tebal dengan cover putih polos dan dipenuhi oleh judulnya. Buku itu berjudul '14,000 things to be happy about.' Sepintas sih buku ini terlihat menarik, namun kemudian aku jadi merasa kasihan pada entah siapa yang menulisnya karena ia hanya memiliki 14,000 hal yang dapat membuatnya bahagia. Padahal ada terlalu banyak hal, bahkan sampai tak bisa dihitung, yang telah diberikan Allah untuk membuat kita bahagia asalkan kita mau bersyukur. Yah, kupikir hidup ini memang akan selalu menyenangkan asalkan kita mau bersyukur. Bahkan ban motor bocor sampai tiga kali dalam sehari kemudian kehujanan di tengah perjalanan pun juga akan sangat menyenangkan jika kita mau bersyukur. Haha entahlah yang jelas aku tidak berhasil membawa pulang apa pun malam ini. Dan aku juga akan tetap bersyukur.

buat yang tertarik untuk membeli

Rabu, Agustus 17, 2011

singing, #3

lily, my one and only
i can hardly wait 'til i see her
silly i know i'm silly
'cause i'm hangin' in this tree
in a hope that she would catch a glimpse of me

and thru her window shade i watch her shadow move
i wonder if she could ever see me
and when i'm with her i feel fine
if i could kiss her i wouldn't mind the time it took to find
my lily, my one and only

Minggu, Agustus 07, 2011

Sekilas Tentang Jakarta (1)

Jakarta itu selalu identik dengan kemacetan. Ya, Jakarta memang bukan Jakarta tanpa fenomena satu ini. Kalau kamu tinggal di Jakarta maka kamu akan merasakan sebuah lifestyle baru yang mau tidak mau harus bisa kamu adaptasi dengan baik yaitu lifestyle di dalam mobil.

Percaya atau tidak di kota ini, separuh dari harimu akan kamu habiskan di dalam kendaraan. Kemacetan di Jakarta memang sudah sangatlah parah hingga tidak bisa dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. Akibatnya banyak orang yang lebih memutuskan untuk sarapan dan makan siang di dalam mobil. Beberapa memasukkan televisi dan dvd set ke dalam mobil. Ada juga yang membawa handheld game untuk dimainkan di dalam mobil. ada yang membawa kasur, ada yang membawa toilet, lama-lama mungkin seluruh rumah juga akan dibawa ke dalam mobil (yang terakhir ini memang dilebih-lebihkan).

Kamis, Agustus 04, 2011

Sebuah Pantun

Kupu-kupu hinggap di daun kaktus
Sendirian di tengah gurun yang kering
Hanya Senyummu yang paling tulus
Mampu membasahi hati yang mengering


Senin, Agustus 01, 2011

kapan ya sapi punya sayap,,

Hehe,
entah kenapa karena tidak bisa tidur aku jadi mulai berkhayal
seandainya sapi memiliki sayap kemudian mereka terbang ke angkasa

 sapi bersayap

Kemudian turunlah hujan yang terbuat dari susu menciptakan sebuah sungai yang juga terbuat dari susu. Semua orang minum susu dari sana. Dengan demikian tak ada lagi orang yang kekurangan gizi. dan emua orang dapat hidup bahagia, sehat ,dan ceria.
 Happy Ending : D

 

Sebuah Perkenalan,,

Semua berawal dari sebuah pertanyaan
"Kamu mau ga ngurus Blog-ku ?"

Walaupun aku tak mengerti kenapa, tapi jika itu permintaan dari Rida maka aku pun tak bisa menolaknya.

Maka disinilah aku, menulis di blog yang bukan milikku dan mungkin akan sedikit merusak Blog yg sedemikian indah ini (biarin ah hehe,,)

oh ya sampai lupa, perkenalkan namaku Gema, dan mulai sekarang akan ikut berbagi sedikit cerita juga pada kalian, dan berhubung aku ini merupakan orang awam dalam urusan Blogging, maka mohon bantuan dari kalian semua yaa :)

Salam hangat,

-gema-

P.S. : Buat Rida, Jangan pernah nyesel yaa =D =P

Minggu, Juli 31, 2011

Pengisi Menuju 18 Tahun

23 Juli 2010-23 Juli 2011
Mereka yang paling dekat menyambut 18 tahunku satu tahun terakhir ini:

1. My family (Ayah, Ibu, Kakak)
2. Sepupuku tercinta (dek ima dek risti, my twin:mba iffah, mas harun, abang)
3. Qpee peeq brsaudara (Ika, Titien, Nurul)
4. Sahabat paling setiaku (mba um, mas an)
5. Kak Gema
6. Malkist (fady, purwita)
7. Dispenser
8. GPBS family
9. Naafi
10. Dek naila, dkk.

Makasih semuaanya, maaf untuk yang tak tersebut, love you all, :* :)


with love,
-Rida-

Minggu, Juli 10, 2011

Aku dan Kak Ajeng :)

ini percakapan aku dan Kak Ajeng


Kak Ajeng : Iya, aku kangeeenn kamuu...
Unjjuuu...


Aku : Haha. . . ;D
sibuk ap km skr? Skr km d semarang ga?
K bandung kpn?


Kak Ajeng : Aku lagi piknik bersama kelas ni ke bandungan...
Ke bandung nanti tanggal 23 juni...^^


Aku : Oh brgkt hr ini juga ? Kls titin jg hloo . .
Have fun yaa :D

oh, 23 juni,. itu sebulan kmudian aku ulang taun hlo hehe


Kak Ajeng : Iyaa, tadi aku ketemu ama tante iaang jugaa...

He he juli aku pulang kok...^^

Mars SMA 3

Kami ini satria ganesha
Siap abdi nusa bangsa negara
Pegang teguh Dasa Prasetya Ganesha Muda tuk meraih cita-cita
Tempat belajar dan menuntut ilmu
Tuk menjadi seorang satria
Inilah istana kebanggaan kami
SMA Negeri 3 Semarang
Junjung tinggi budaya bangsa
Serta cinta pada sesama
Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45
Kami ini satria ganesha
Siap abdi nusa bangsa negara
Pengabdian tulus jujur dan wibawa
Bagi jaya Indonesia
SMA 3 slalu berjaya

Minggu, Juni 19, 2011

Nasihat =)

Untuk Anda,
"stop crying and everything will be ok"

Minggu, Juni 12, 2011

Jawaban

Tidak tahu mana yang benar,
Tidak tahu mana yang jujur,
Tidak tahu mana yang mengada-ada,
Tidak tahu mana yang harus dipercaya,
Dan aku hanya berdiri saja,
menunggu jawaban dari Tuhan, sepertinya itu lebih baik.

Semarang, 12 Juni 2011 ; 10.43 p.m.

Peluk-peluk

Peluk, peluk, peluuukk.

Hari sudah peluk-peluk banyak orang, tapi ngga peluk secara langsung.
Makasih buat ika, naafi, fadyan, uti, titien, ajeng, ifa, mba iffah, izza.

Peluuk.

Mungkin

Mungkin jika dulu begitu, sekarang begini,
mungkin jika bla bla bla, jadi bla bla bla.
Mugkin, mungkin, dang mungkin.
Kita tidak butuh mungkin, tapi pasti.

Ingin Menulis yang tidak Patut

Mati, tapi bernapas
Lumpuh, tapi berjalan

Fungsi

Lalu bertanya apa fungsiku?
Apakah hanya bernapas saja?

Jumat, Juni 10, 2011

Efek Liburan

Untuk kesekian kalinya aku mau nulis yang cukup ngga penting di sini.

Sejak selesai ujian di SMA, mau ngga mau pasti aku lebih jarang kan ke sekolah, dan lebih sering di rumah. Sebenernya, ngga harus di rumah juga karena kan masih bisa main-main, tapi berhubung belum ujian SNMPTN, jadi pasti ngga boleh main-main. Dan alhasil aku jadi penghuni rumah.

Sejak keseringan di rumah, aku juga jadi lebih sering nonton TV, ya kan ngga mungkin juga mau belajar terus seharian. Nah, gara-gara sering nonton TV, aku sekarang kadi lagi ngefans sama orang-orang tertentu. Daaann, jeng jeng jeng mereka adalah om Tommy Tjokro sama Prabu Revolusi. Hahaha :D

Yap yap ini semua gara-gara aku nonton TV. Acaranya 8 11. Itu acara tayang dari jam 8.00-11.00 WIB (lama yaa?). Acaranya berkualitas lho, mau tahu gimana bagusnya itu acara? Nonton aja ya . (aku malah promosi gini)

Ya, pokoknya intinya aku lagi suka sama mereka hahaha. Maaf ya om, anak satu ini jadi ngomongin Anda-anda. Habisnya, keren sih, keliatan pinter gitu. Hehe.

Rabu, Juni 08, 2011

Krik krik (ga jelas)

.Krik krik ga jelas banget malam ini.

Awalnya mau tidur, udah masuk kamar, eh malah ga ngantuk ga bisa tidur. Akhirnya memutuskan buat nulis (nulis dalam arti sebenernya). Waktu ambil buku, inget sebuah buku yang lama tak tersentuh. Aku cari-cari deh akhirnya. Ahahaha tanpa kesulitan apapun aku menemukannya. Haha ternyata sudah sangat lama aku tak mempedulikan buku ini. (sebenernya baru 8bulan sih, tapi itu kan lama, tapi pernah lebih lama kok). Terus berniat buat bulis-nulis di situ, tapi karena ya seperti sudah aku bilang, kalau sudah lama tak mempedulikan buku ini, alhasil aku buka-buka dulu ini buku. Aku bacai dan jeng jeng jeng, malah cekikikan sendiri di kamar (aku harap ga ada tetanggaku atau siapapun yang mendengar dan berpikir kalau aku gila atau berpikir kalau suaraku bukan suara manusia). Terus aku nulis tweet deh. Habis itu iseng-iseng liat facebook (soalnya temenku ada yang ulang tahun) dan dari situ aku menemukan akunnya seseorang secara tiba-tiba. Ya ngga yakin juga itu akunnya orang yang aku maksud beneran apa ngga, sedikit shock sih soalnya kan yang aku baca di buku yang tadi kebanyakan ada cerita tentang orang itu ehehe (cerita aneh). Habis itu baca-baca lagi, terus liat twitter, terus nulis di buku itu deh akhirnya dan sampai pada titik tangan capek, buka internet, terus malah mention orang aneh yang sudah pasti tidak akan membaca mention dariku hehehe (hanya orang aneh seperti ini yang mau melakukan kegiatan aneh itu). Terus lanjutin nulis, terus malah buka blog dan menulis hal aneh ini.
Hehehe :D. .

Minggu, Juni 05, 2011

Tapi

Tapi pacarnya abang pedrosa cantik

Minggu, Mei 08, 2011

Event Organizer

      Event Organizer atau sering juga disebut dengan EO merupkan sebuah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut sebuah instansi atau kelompok sebagai penyedia jasa untuk menyelenggarakan suatu acara. Pada dasarnya EO tersebut memiliki tugas untuk membantu klien yang membutuhkan jasanya dalam menyelenggarakan suatu acara yang diinginkan. 

      Biasanya, para klien menggunakan jasa EO karena adanya keterbatasan waktu yang mereka miliki untuk mempersiapkan sebuah acara, atau ingin agar penyelenggaraan acara mereka lebih maksimal dan dapat ditangani dengan professional. Hal ini bisa jadi karena acara tersebut merupakan acara yang sangat penting dan besar yang tak dapat ditangani sendiri. 

      Berbagai macam acara dapat diselenggarakan melalui bantuan dari EO, seperti acara ulang tahun, pernikahan, konser, dan lain-lain.

      Berikut berbagai macam jenis EO berdasarkan jenis acaranya :
  1. One Stop Service Agency
    EO besar yang dapat menyelengarakan berbagai macam acara bahkan hingga kelas internasional.
  2. MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)
    EO yang khusus bergerak dalam penyelenggaraan acara berbentuk pertemuan.
  3. Brand Activation
    EO yang secara spesifik membantu klien mempromosikan dalam rangka penjualan, peningkatan pengenalan merk pada konsumen, dengan langsung berinteraksi kepada market yang menjadi target.
  4. Music dan Hiburan
    EO yang spesialisasi menangani tentang hiburan terutama musik.
  5. Penyelenggara Pernikahan
    EO yang khusus membantu penyelenggaraan pesta pernikahan.
  6. Penyelenggara Ulang Tahun
    EO yang khusus membantu penyelenggaraan pesta ulang tahun.
  7. Penyelenggara Pribadi
    EO yang khusus menyelenggarakan pesta pribadi.


Kamis, Mei 05, 2011

Buat Sahabat Kecil

Hai perempuan di sana, sahabatku yang baik sejak dulu, sejak kita masih balita hingga kini.
Sudah sangat lama sekali ya kita tak bertemu, hampir satu tahun mungkin, bahkan alat komunikasi pun dilarang di sana.
Lalu, sekarang aku begitu merinduimu, aku merindui bercerita-cerita bersamamu.

Tahukah, aku butuh tempat untuk berbagi saat ini.



Semarang, 5 Mei 2011

Sabtu, April 30, 2011

Ketika Aku akan Meninggalkan Mereka

Suatu hari salah satu temanku mengatakan bahwa dia diajari untuk hidup dengan membuat orang-orang disekitarnya masih tetap akan bisa melanjutkan hidupnya ketika dia meninggal.
Dan saat itu juga aku berpikir, itu juga yang pernah diajarkan salah satu keluargaku kepadaku,
beliau berkata yang intinya sama dengan apa yang dikatakan temanku.

Lalu sekarang, aku sadar itu memang benar.
Dan mulai sekarang aku akan berlatih membuat mereka semua masih tetap akanm bisa melanjutkan hidupnya ketika aku meninggalkan mereka.
:)


Semarang, 30 April 2011 ; 11.50.p.m.
-rida-

Jumat, April 29, 2011

Diam!

Jenuh,
Bosan,
Tak ingin berdebat,
Diam saja!

Sabtu, April 23, 2011

Jangan Hiraukan

Tiba-tiba aku rindui masa kecilku,
ketika menangis dijahili mereka,
ketika meneriaki mereka yang mengganggu anak perempuan selain aku,
ketika aku bertengkar denganmu,
ketika aku ingin memukulimu,
ketika aku berlari dari kejaranmu,
ya, ketika kamu selalu mencoba buat aku marah dan menangis.


Semarang, 23 April 2011 ; 07.50 p.m.

Minggu, Maret 06, 2011

Hari Minggu

Bahkan aku bisa tidak tidur menunggui kamu bersuara,
Padahal sudah berkali-kali suaranya bukan yang aku tunggui,
Dan hanya mengecewakan saja,
Haha...bodoh ya aku ini?

Sebenarnya, aku hanya ingin menjadi tidak bergantung,
Tapi ternyata itu tak semudah membalikkan telapak tangan,
Buktinya masih saja aku menungguinya kan?


--rida--
Semarang, 6 Maret 2011 ; 10:41 p.m.

Sudah Malam

Ternyata sudah malam, ya.
Hmm...pasti sudah pada tidur semua ini...yasudah bercerita sama diri sendriri saja
...

(*ngga jelas)

--6 Maret 2011 ; 10.27 p.m.--

Sabtu, Maret 05, 2011

Aku Mau,

Aku mau punya kebun bunga lily,
bagaimana pun caranya, bagaimana pun aku harus berdebat,
suatu hari nanti.


2011
-rida-

Rabu, Maret 02, 2011

Untuk Tuhan , II

Terimakasih, Tuhan, masih memberiku keluarga yang ,setidaknya setauku, selalu menerima aku.
Masih memberiku keluarga GPBS yang ,setidaknya setauku, masih mau mendengarkan aku.
Masih memberiku saudara-saudara yang, setidaknya setauku, masih mau berbagi denganku.
Masih memberiku trman-teman yang, setidaknya setauku, masih bisa membuat aku tertawa.
Masih memberiku mereka semua dalam hidupku sampai saat ini.

:)

Minggu, Februari 20, 2011

Menulismu

Aku tak pernah menulis kamu,
Bukan berarti aku tak mau,
Tapi, entahlah,
Sekarang aku sangat ingin menulismu,
Hanya saja, seperti biasa,
Aku tak tahu apa yang bisa aku tulis,
Karena terlalu banyak yang ada di pikiranku,
Dan itu semua hanya
KAMU :)

--haha--

Semarang, 18 Februari 2011 ; 09.20 p.m.

--Rida galak--

Minggu, Februari 06, 2011

Ekspektasiku Menenggelamkanku

Sebab aku kembali berhipotesis.
Lalu hipotesisku berkembang menjadi sebuah pengharapan.
Dan seiring berjalannya waktu, pengharapanpun berubah menjadi sebuah ekspektasi.
Tapi, ekspektasiku ini menenggelamkanku.
Padahal, aku tak bisa berenang.
Jadi, sudah mati tenggelam sajalah aku.

Semarang, September, 6th 2010

Sabtu, Januari 29, 2011

Untuk Tuhan

Tuhan, aku percaya pada-Mu,
sungguh, Tuhan.
Aku percaya Engkau menyayangi semua makhluk-Mu,
begitu juga Engkau menyayangi beliau,
aku tahu dan percaya itu, Tuhan.

Aku juga percaya kalau Engkau tahu,
aku juga menyayangi beliau,
aku teramat menyayangi beliau,Engkau tahu itu lebih dari siapa pun.

Dan Tuhan, aku ingin kesembuhan untuk beliau.


Semarang, 29 Januari 2011

Minggu, Januari 23, 2011

Ketidaktahuan

Sudah ya,
Aku tidak ingin tahu,
Aku tidak ingin kamu tahu,
Aku tidak ingin dia atau mereka tahu,
Biar saja begini,
dengan ketidaktahuan,
Karena aku bahagia dan menikmatinya.


Semarang, November 2010
-rida-

Jumat, Januari 14, 2011

Tentang

Tentang tulisan,
Tentang tawa,
Tentang air mata,
Tentang rahasia,
Tentang canda,
Tentang pejuangan,

Bukan tentang aku,
Bukan tentang egoisme,
Bukan tentang aku dan kamu,
Bukan tentang aku dan dia,
Bukan tentang dia,

Tapi tentang kita.


Semarang, 14 Januari 2011 ; 10.45 a.m.

Kamis, Januari 13, 2011

Social Care, #4

Kamis, 30 Desember 2010

Kamis ini adalah hari terakhir kegiatan social care. Dari pihak panti asuhan semdiri sudah merencanakan suatu acara perpisahan untuk kami semua. Namun, acara tersebut baru akan dilaksanakan selepas dzuhur.

Pagi harinya, saya dan teman-teman saya membantu menyiapkan makanan untuk acara perpisahan. Awalnya, ibu panti menghendaki agar hari ini kami ikut membuat bakso, tapi karena ternyata baksonya sudah diabuat hari sebelumnya, maka kami hanya membantu memasak kuah dan yang lainnya.

Pertama, saya membantu menggoreng tahu. Untuk menggoreng tidak menggunakan kompor gas karena kompor tersebut sudah digunakan untuk memasak kuah bakso. Jadi, yang digunakan adalah tungku dengan bahan bakarnya kayu bakar. Sebelum saya yang menggoreng, ada Yume yang menggoreng kemudian saya menggantikan mungkin karena di situ memang sangat panas karena api. Setelah menggoreng, saya ikut membantu teman saya emoting sawi dan mencucinya. Setelah, itu acara memasak selesai.

Masih ada cukup waktu sebelum dzuhur. Sambil menunggu dzuhur, kami melanjutkan kegiatan kemarin, yaitu vision paper. Sekarang giliran mereka (anak-anak panti) untuk menceritakan vision paper yang telah mereka buat. Namun, mereka tidak ada yang mengaku kalau sudah selesai karena mereka malu untuk bercerita. Akhirnya, kami menunjuk seorang anak bernama Sani untuk bercerita. Dan akhirnya di amau menceritakan vision paper hasil karyanya. Setelah Sani bercerita, kami meminta anak-anak lain, tapi tetap saja tidak ada yang mau meski juga ditunjuk. Meski begitu, akhirnya mereka semua mau menunjukkan hasil karya mereka yang ternyata sudah selesai mereka buat dan bagus-bagus. Sayangnya, waktu dzuhur tiba yang berarti acara itu harus diselesaikan.

ini hasil vision paper
Kemudian kami shalat dzuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan acara perisahan. Dan dalam acara itu juga dihidangkan bakso hasil buatan kami. Ternyata hasilnya tidak buruk. Setelah acara perpisahan kami lanjutkan dengan pembagian hadiah dilanjutkan dengan pesan kesan dari kami untuk mereka dan dari mereka untuk kami.

Kegiatan social care akhirnya resmi berakhir. Banyak hal yang sudah kami dapat dari sini. Dan banyak pelajaran juga yang kami dapat. Saya sendiri berharap semoga apa saja yang saya dan teman-teman saya lakukan selama empat hari ini member manfaat bagi kami, mereka, dan sekitar.


Semarang, 30 Desember 2010

-mba Zura-

Social Care, #3

Rabu, 29 Desember 2010

Rabu ini adalah hari ketiga kegiatan social care. Rencananya, kegiatan hari ini adalah sebuah kegiatan yang kami beri nama vision paper. Namun, karena pekerjaan kemarin, memindahkan pasir, belum selesai, maka kami tidak langsung melaksanan kegiatan yang telah kami rencakan.

Pada pagi hari kami terlebih dahulu melanjutkan pekerjaan kemarin (memindahkan pasir). Jika kemarin saya hanya ikut dalam estafet ember berisi pasir yang akan dipindahkan, hari ini tidak. Pertama, saya memang hanya ikut estafet, tapi setelah beberapa saaat saya menggantikan beberapa teman saya untuk mencangkuli pasir. Kemudian memasukkannya ke dalam ember yang akan diestafetkan. Saya mencangkuli sampai waktu dzuhur tiba sebagai tanda bahwa pekerjaan tersebut dihentikan meskipun masih ada sedikit pasir yang belum sempat kami pindahkan.

Setelah memindahkan pasir, seperti biasa saya, teman-teman saya, dan anak-anak panti melakukan shalat dzuhur dan makan siang. Hari ini bukan giliran saya yang mencuci piring. Jadi, saya tidak mencuci piring.

Ketika semua acara mencuci piring selesai dan kami semua sudah berkumpul, acara vision paper kami mulai. Vision paper inii adalah sebuah kegiatan di mana setiap anak harus membuat sebuah karya di atas kertas gambar yang telah kami sediakan kemudian mereka harus menceritakan tentang maksud yang mereka buat. Pertama, teman saya Riska menjelaskan bagaimana cara membuatnya. Setelah itu, giliran saya yang memberi contoh. Lalu, merekapun masing-masing membuat.

Berhubung jam kerja kami sudah selesai, kami harus segera berpamitan. Dan karena anak-anak panti belum ada yang menyelesaikan vision paper masing-masing, maka mereka bisa melanjutkannya setelah kami pulang atau esok hari. Dan esok harinya juga mereka akan bercerita tentang vision paper masing-masing.

Semarang, 29 Desember 2010

-mba Zura-

Social Care, #2

Selasa, 28 Desember 2010

Hari kedua kegiatan social care ini, hanya terdiri dari dua macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut berasal dari jadwal dari panti itu sendiri dan kegiatan yang satunya lagi merupakan kegiatan dari kami.

Pertama, saya dan teman-teman saya ikut membantu dalam memindahkan pasir. Pasir tersebut harus kami pindahkan dari daerah panti bawah ke daerah panti atas. Pasir tersebut nantinya akan digunakan untuk membuat bangunan di panti tersebut.

Jarak antara tempat asal pasir berada dengan di mana pasir harus dipindah tidak terlalu jauh. Namun, jalan yang harus dilalui adalah jalan yang menanjak. Kami berpikir, jika tiap anak harus membawa satu ember pasir dari tempat asal pasir berada ke tempat di mana pasir harus diletakkan pasti akan sangat lama dan kurang efisien. Selain itu juga akan membuat semua anak menjadi lebih mudah lelah. Akhirnya, kami putuskan untuk estafet ember berisi pasir dan beberapa anak gentian untuk memacul pasir da dimasukkan ke dalam ember yang akan kami salurkan. Kegiatan ini berlangsung hingga waktu dzuhur.




Setelah semua anak lelah dan waktu dzuhur tiba, kegiatan memindahkan pasir kami hentikan. Lalu kami lanjutkan dengan shalat dzuhur dan makan siang. Ketika makan siang selesai, hari ini giliran saya dan Yuan yang membantu mencuci piring bekas makan siang kami.

Kamudian setelah semua anak selesai melakukan kegiatan masing-masing, acara kami lanjutkan. Berhubung kami semua telah melakukan kegiatan yang ternyata cukup membuat saya, teman-teman saya, dan pastinya anak-anak panti lelah, kami bermaksud memberikan kegiatan yang tidak membutuhkan tenaga dan dapat dilakukan sambil beristirahat. Dan kamipun memberi sebuah hiburan yaitu menonton film bersama. Setelah menonton film, kami mencoba mencari amanat yang ada dalam film tersebut bersama-sama. Kemudian, waktu kami sudah habis dan kami pun pamit.


Semarang, 28 Desember 2010

-mba Zura-

Social Care, #1

Senin, 27 Desember 2010

Hari ini adalah hari pertama kegiatan social care. Jadwalnya, kami harus datang jam 10.00 WIB. Namun, saya dan beberapa teman saya sudah datang sebelum jam 10.0 WIB.

Sesampainya di panti Asuhan Sultan Fatah dan setelah teman-teman saya lengkap, kami disambut oleh bapak ibu pemilik panti. Kemudian kami segera menemui anak-anak panti tersebut. Karena saat ini sedang liburan, maka sebagian anak-anak panti tersebut pulang kampung. Jadi, hanya tinggal beberapa anak saja di panti tersebut.

Pertama, kami saling bersalaman dan berkenalan karena memang kami belum saling kenal. Namun, saat itu anak-anak panti tersebut terlihat begitu pendiam. Bahkan ketika menyebutkan namapun suara mereka hampir tak terdengar.

Setelah perkenalan, kami semua duduk melingkar di tikar. Vina kemudian membuka acara. Setelah itu, kami langsung melaksanakan acara yang telah kami programkan, yaitu membagi ilmu Bahasa Jepang. Sejak saat itu, mereka sudah mulai terbuka.

Acara belajar Bahasa Jepang dimulai dengan membagi anak-anak panti menjadi dua kelompok. Kemudian, Vina menerangkan tentang kata benda dan kata kerja. Kami membuat games agar suasana tidak kaku. Saya sendiri di sini membantu mempersiapkan games. Dalam games yang pertama, anak-anak panti melawan kami. Da hasilnya memang anak-anak panti yang menang. Karena itu, kami mendapat hukuman, yaitu menghibur mereka dengan menyanyi dan menari. Dan karena mereka yang menang, kami member hadiah yang sudah kami persiapkan untuk mereka. Kemudian kami semua shalat berjamaah dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Setelah makan siang, kami lanjutkan dengan games yang bertujuan unutk mengasah kemampuan bahasa Jepang yang telah kami sampaikan sebelumnya dan mendalami kosakata bahasa Inggris mereka. Di sini, mereka tidak lagi melawan kami, tapi mereka dibagi menjadi dua kelompok. Mereka memberi nama kelompok mereka dengan nama kelompok “Macan (Manis Cantik)” dan “Cemut (Cewe Imut)”. Games kali ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama kami beri nama “Kata Berantai” di mana tiap kelompok harus bisa menyampaikan sebuah kalimat dalam bahasa Jepang dan mengartikannya. Dan kelompok yang paling cepat adalah yang mendapat nilai. Tahap kedua, kami beri nama “Gesture” di mana tiap kelompok harus menebak gerakan dari seorang anggota kelompok mereka dalam kata bahasa Inggris. Unutk Games kali ini, pemenangnya adalah kelompok Macan dan otomatis kelompok Cemut kalah. Seperti biasa, kelompok yang menang kami beri hadiah dan yang kalah diberi hukuman oleh yang menang. Dan akhirnya, yang kalah harus menyanyikan sebuah shalawat.

Setelah itu, waktu kerja kami di panti tersebut selesai. Akhirnya, saya menutup acara hari itu. Kemudian saya dan teman-teman saya berpamitan. Yang jelas hari itu kami senang karena anak-anak panti yang pertamanya begitu pendiam pada kami pada akhirnya bisa sedikit lebih terbuka dan bisa bercanda dengan kami.

Semarang,27 Desember 2010

-mba zura-

Minggu, Januari 09, 2011

Maaf, -untuk kalian yang tak kuketahui-

Maaf jika aku salah di mata kalian,
Maaf jika aku menyakiti kalian,
Maaf jika aku tak pernah benar untuk kalian,
Maaf jika aku membuat kalian marah,

Maaf atas ketidaktahuanku,
Maaf atas semua sikapku,
Maaf atas tingkah polahku,
Maaf atas aku, dia, dan juga mereka.


Maaf atas semuanya,
Dan maaf atas diriku sendiri.

-untuk kalian yang tak ku ketahui siapa-

Senin, Januari 03, 2011

Boleh Minta Sama Tuhan Ngga?

--sedang dalam proses--

Minggu, Januari 02, 2011

Pernahkah?

Pernahkah kamu berpikir tentang apa yang telah kamu lakukan?
Pada dirimu, diri orang lain, sekitarmu?
Tentang apa yang terjadi atas apa yang kamu lakukan?
Tentang akibat kepada dirimu, diri orang lain, dan sekitarmu?

Pernahkah kamu berpikir tentang apa yang kamu lakukan?
Apakah itu baik bagimu, bagi orang lain, bagi sekitarmu?
Apakah yang orang lain rasa atas apa yang kamu lakukan?

Pernahkah kamu berpikir apa yang kamu lakukan itu baik bagimu,
Baik bagi beberapa orang lain,
Namun menyakiti seseorang lain di luar sana?

Pernahkah kamu berpikir seorang lain telah hancur di sana,
tepat saat kamu bahagia bersama beberapa orang di sekitarmu?

Pernahkah kamu berpikir,
ketenanganmu di sini adalah musibah di sana?
Kebanaranmu di sini adalah kehancuran jauh di sana?
Lalu, apakah kamu pernah menyadari itu?
Dan jika kamu tersadar, apakah kamu juga akan hancurkan dirimu sendiri?
Tapi, ternyata penghancuran atas dirimu pun bukan perbaikan di sana,
tak akan memperbaiki apa yang telah hancur di sana.

Semarang, November, 18th 2010 : 03.05 p.m.

Petualangan, part III

Setelah melewati beberapa medan yang tidak aku bayangkan (dalam bayanganku, medannya biasa aja, udah bagus gitu), di mana di situ juga ada kejadian sandalnya Pee-Q Nurul yang dipake Lulu’ putus, dan banyak kejadian seperti aada yang digigit apalah, dan aku sendiri sering kepleset tapi ngga sampe jatuh dan nyusahin orang, akhirnya kita sampe di batu-batu gedhe yang licin buat mencapai curug Lawe. Disitu, Pee-Q nurul sama aku sempet kepleset, tapi keplesetnya Pee-Q Nurul lebih bahaya dari aku. Kalau dia ngga bisa menjaga biar ngga jatuh, udah ngga kebayang deh gimana nanti dia. Terus akhirnya kita sampai di Curug Lawe, yeeeeiiiiii. Kita foto dulu, tapi gara-gara foto itu, kita jadi basah, habis airnya kenceng banget sih. Tapi ngga apa-apa.


Lalu, lanjutin perjalanan, eh tapi tiba-tiba si Pee-Q Nurul teriak-teiak gitu. Memperlihatkan sesuatu di tangannya. Sebenernya aku yahu kalau itu lintah kecil, tapi aku ngga mau buat dia tambah histeris, jadi ya aku bilang aja ngga tahu dan akan aku tanyakan ke Kak Gema dan akan kita ambil. Tapi, sebelumnya aku juga sempet mau membuan itu hewan dari tangannya, tapi ngga berhasil. Lalu, diselametin deh itu tangannya Pee-Q Nurul pake rokok, terus air, terus dibakar deh akhirnya.


Kita terus berjalan-berjalan dan berjalan sampai hari akan gelap. Sekitar waktu maghrib kita sampai di Curug Benowo, aaaaaa aku suka. Niatnya sih mau foto, tapi berhubung setela aku coba ternyata sangat gelap dan ngga kelihatan, akhirnya kita cuma duduk-duduk istirahat di situ. Dan lanjutkan perjalan. Tapi, aku sempet main air lho hehe.


Di tengah jalan, si Pee-Q Nurul sama Kak Gema kena lintah lagi haha. Aku jadi curiga janga-jangan aku juga. Tapi, nggga kok. Dan hari pun semakin gelap. Dengan penerangan yang terbatas, kita lanjuin perjalan. Aku denger suara temen-temen udah hopeless gitu. Mereka udah keliatan pasrah. Aku punhanya mikir yang penting aku bisa sampai rumah dengan utuh. Waktu perjalan pulang, kita lucu deh. Kasih aba-aba hati-hati berantai gitu. Hmmm…tak bisa dijelaskan dengan kata-kata bagaiman perasaan kami yang belum makan siang, pada hari yang memang bener-bener gelap masih ada di hutan dan kita bener-bener ngga pernah ke sini dan ngga tah jalan(kecuali Kak Gema).


Di tengah jalan, ketemu anak PA (ngga tahu dari mana) dan mereka member penerangan dan menemani kita jalan pulang. Dan sejak itu, dari suara temen-temen, aku tahu mereka sudah optimis lagi haha. Oiya, di jalan pulang itu, kita juga nyeberangi sungai dan tanganku sempet keputer dan ngga bisa diangkat akhirnya. Haha, tapi ngga apa-apa kok.


Setelah lama jalan dan di jalan kita ngomongin macem-macem dan ada hubungannya dengan pelajaran. Akhirnya sampai juga di parkiran dan di sana kita seneng banget. Kita langsung bersih-bersih dan mengecek diri masing-masing. Ih ternyata kakiku juga digigit lintah haha darahnya banyak banget. Setelah lama akhirnya kita pulang dengan mental siap-siap dimarahin hhehhe.

Petualangan, Part II

Medan pertama, cukup baik-baik saja karena ini memang biasa saja. Aku pernah melalui yang tidak lebih baik dari mendan ini. Meskipun, sebenarnya aku cukup khawatir melalui medan ini karena ketidakseimbanganku. Apalagi di tengah perjalan di medan ini, hujan turun yang artinya jalanan medan ini menjadi basah dan licin yang benar-benar bisa memunculkan penyakit ketidakseimbanganku. Sebenarnya, dalam perjalanan aku berharap medan ini tidak terlalu panjang karena ya begitulah (ada sesuatu yang membahayakan diriku sendiri). Di medan ini, kita sempat menjumpai jembatan yang juga jadi objek foto kita. Hihihihi aku baru sadar saat berhenti di atas jembatan aku ngga teriak-teriak. Padahal kan biasanya kalau di atas jembatan yang kaya gitu aku udah melarikan diri cepat-cepat menyeberanginya dan menghindarinya.

 Medah kedua, (aku lupa) yang jelas medan-medan berikutnya itu hutan dengan jalan kecil dan kita juga harus melewati beberapa sungai (jelas tidak aku harapkan melewati sungai di atas sebatang kayu karena sekali lagi aku alergi keseimbangan). Nah, waktu sungai pertama itu, aku baru lihat aja udah lemes. Gimana ngga coba, aku harus ngelewati sebatang kayu bundar, buat nyeberangi itu sungai di mana keadaanku paling susah buat seimbang paling ngga pernah berhasil melewati halang rintang jalan di atas bambu. Tapi, aku bukan penyerah begitu saja. Aku nunggu tante Riang yang saat itu ada di depanku buat menyelesaikan penyeberangannya dulu. Lalu, dia berhenti di tepi daratan dan berniat baik membantu aku. Namun, aku tolak dan aku pinta dia minggir karena aku mau menyeberangi dengan selamat. Dan yap, aku berhasil. Tahu dengan cara apa? Aku lari. Haha. Itu sih teoriku sendiri, kalau pelan-pelan pasti aku udah jatuh basah kuyup dan bakal dapat hukuman di rumah lebih panjang. Tapi, keberuntungan tidak berpihak pada Kak Ajeng, dia jatuh dan basah deh, untung sungainya ngga dalam dan ngga begitu deras.


Lalu, kita lanjutin perjalan, dan ada sungai lagi. Aku lihat ada yang lepas sandal, ada yang tidak. Dan aku ngga lepas sandal. Terus, ketemu sungai lagi, aku lihat pada ngga lepas sandal, yaudah aku juga ngga lepas. Tapi, tiba-tiba waktu menyeberangi sungai, oops,sandalku terbawa arus. Aku sih, cuma diem melihat itu sandal terbawa arus. Aku udah pasrah aja deh, melihat banyak batu, dan memperhitungkan kemungkinan kalau kau mengejar itu sandal apakah bisa aku dapat apa ngga. Dan aku menyimpulkan ngga bakal bisa aku kejar. Dan terlalu beresiko, kalau aku kejar,:
pertama aku kepleset terus jatuh (udah biasa),
kedua aku kepleset,jatuh luka parah(biasa juga),
ketiga, aku kepleset, jatuh, kebawa arus (pasti aku ilang, karena ngga bisa renang hehe)
keepat, aku jatuh, hilang, ngga ditemukan, atau mati disitu (aku tahu aku berlebihan).


Dan dari kemungkinan-kemungkinan itu, aku menyimpulkan lagi, yang susah ntar ngga cuma aku, tapi temen-temenku juga. Jadi, biar mereka ngga susah (karena aku udah sering nyusahin), aku ikhlasin aja itu sandal.
Eh, tapi si Lulu’ yang jalan di belakangku malah mencoba menyelamatkan sandalku, tapi gagal, dan dilanjutin Kak Gema, eh berhasil. Waktu mereka mau ngambil itu sandal, aku bilang ngga perlu diambil (entah ada yang dengar atau tidak). –makasih sudah menyelamatkan sandalku-. Setelah kejadian, itu, kalau mau lewat sungai, sandalku selalu aku lepas. Haha.


-bersambung...
ini foto di jembatan