Jumat, Mei 11, 2012

Memory of Despair



“Apa aku bisa bertemu denganmu lagi?”

Mendengar pertanyaan itu, laki-laki tua yang sedari tadi membersihkan kacamatanya itu tiba-tiba menghentikan aktvitasnya. Ruangan kecil itu pun menjadi hening. Sejenak laki-laki tua itu pun mengernyitkan alisnya dan memakai kacamatanya. Ia kemudian menatap dalam-dalam ke mata gadis kecil yang telah menanyakan pertanyaan tadi. Dalam hatinya ia tahu bahwa ia tidak ingin menjawab pertanyaan ini, namun ketika melihat matanya yang bersinar keemasan itu, dalam sekejap ia menyadari bahwa yang dihadapinya bukanlah seorang gadis kecil. Gadis itu telah siap dan ya, laki-laki tua itu sudah tidak bisa membohonginya lagi. Ia harus mengatakan yang sebenarnya.

“Jika aku bisa hidup sampai lima ratus tahun lagi kurasa jawabannya iya, tapi aku tidak bisa gadisku, hanya kamu yang bisa.”

Mendengar jawaban itu, gadis kecil itu pun menerawang jauh entah ke mana, kemudian kembali menatap mata laki-laki tua tersebut. Sebenarnya ia telah mengetahui jawaban

Selasa, Mei 01, 2012

Aqregianisantling

menghitung

terkadang jarak mereka normal dan berirama,
1. . . 2. . . 3. . . 4. . . 5. . . 6. . . 7

namun terkadang jarak mereka menjadi sangat dekat dan tidak teratur,
1. 2.34. .56. . . 7. .89101112.. . . .1314..1516. 17

dan terkadang jaraknya bisa sangat jauh,
1. . . . . . . . . . . . . 2. . . . . . . . . .3 . . . . . . . .

lalu tanpa disadari tak ada lagi yang dapat dihitung,
.    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .    .

hidup itu singkat
sesingkat piranha yang tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada mangsanya
dan sesingkat sang mangsa yang tak sempat mengucapkan wasiat terakhir pada sang pemangsa
serta sesingkat kamu membaca tulisan ini
karena aku tahu bahwa tulisan ini sama sekali tidak menarik