Sabtu, November 17, 2012

Rida, Si Gadis Penjual Cokelat

Hari yang indah untuk berbelanja, begitu pikir Rida, si gadis periang yang selalu penuh semangat menjalankan hari-harinya. Hari itu ia akan menjalankan rutinitasnya, yakni berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa nama barang sudah ia tuliskan di dalam daftar belanjaan, seperti Kopi Goodday, Indomie Goreng, dan Syrup Pandan. Walaupun terkesan seperti daftar belanjaan anak kos-kosan, namun Rida tinggal di rumah bersama keluarganya. Seleranya saja yang seperti anak kos-kosan.

Setelah menyiapkan semuanya, Rida segera bergegas menuju garasi untuk menyalakan motor kesayangannya. Deru mesin yang halus menandakan bahwa motor tersebut telah panas dan siap mengantarkan Rida berbelanja. Tanpa ragu, Rida memindahkan persneling motor ke angka satu dan memacu motornya secepat kilat menuju pusat perbelanjaan.

Hari itu, Rida memutuskan untuk berbelanja di salah satu mall paling kece di Semarang yang bernama Citraland atau disingkat CL. Tidak ada alasan khusus, hanya saja ia merasa bahwa ia ingin ke sana. Kira-kira hanya dibutuhkan lime belas menit bagi Rida untuk mencapai tempat tujuannya. Mungkin pembaca bisa menebak-nebak sendiri berapa kecepatan rata-rata Rida saat mengendarai motornya.

Singkat cerita, Rida memasuki salah satu toko di CL yang bernama Gelael. Menurut desas-desus, toko tersebut menjual banyak barang-barang unik yang tak dijual di toko manapun. Nah, Rida memiliki kebiasaan untuk membeli barang apapun yang terlihat menarik baginya meskipun itu tidak tertulis dalam daftar belanjaan. Ia pernah membeli sebuah gantungan kunci yang berbentuk kepala bayi. Menurutnya, benda itu sangat lucu, meskipun teman-temannya mengatakan kalau benda itu menakutkan. Intinya, ia berharap akan menemukan sesuatu yang menarik di Gelael hari itu.

Hanya berselang beberapa menit, keranjang belanjaan Rida sudah penuh dengan sejumlah barang. Namun semuanya masih merupakan barang-barang yang tertulis di dalam daftar belanjaannya.

"Hmm, apakah tidak ada sesuatu yang menarik ya di toko ini?" Gumam Rida.

"Anda mencari sesuatu, nona?"

Rida terkejut mendengar suara itu yang ternyata berasal dari belakangnya. Setelah berbalik, Rida pun langsung mengamati pemilik suara itu. Seorang laki-laki dengan pakaian seadanya yang menggendong ransel seukuran gajah. Oke, tidak benar-benar seukuran gajah, tapi ransel tersebut benar-benar terlalu besar, begitu pikir Rida. Yang lebih aneh lagi adalah laki-laki tersebut mendorong sebuah trolley namun di dalamnya hanya berisi makanan ringan. Mungkin ia memang suka mendorong trolley.

Karena melihat Rida tidak menjawab pertanyaannya, laki-laki itu pun meneruskan perkataannya, "Anda pasti datang ke toko ini karena mendengar desas-desus bukan?"

"Maaf, desas-desus apa ya?" Rida berpura-pura tidak tahu.

"Hoho, saya yakin Anda pasti sudah tahu desas-desus apa yang saya maksud." Laki-laki itu menjadi semakin terdengar misterius.

Rida menjadi semakin risih dengan laki-laki tidak jelas yang mengeluarkan kata-kata tidak jelas ini. Dalam hatinya, ia berpikir untuk berkata 'eh ada kodok terbang!' lalu mengambil langkah seribu ketika laki-laki itu teralihkan perhatiannya oleh kodok terbang. Namun Rida sendiri cukup penasaran dengan desas-desus tersebut dan ingin mengetahuinya lebih lanjut.

"Saya tahu Anda penasaran, jadi lebih baik langsung saja, Anda mau mengetahui benda apa yang telah didesas-desuskan oleh orang-orang itu?"

Dorongan untuk mengatakan 'eh ada kodok terbang!' semakin menjadi-jadi, namun rasa penasaran itu membuat Rida seperti terpaku tanpa bisa bergerak ataupun mengatakan apa-apa. Pada akhirnya, rasa penasaran itu mengalahkannya dan membuatnya mengangguk.

"Hehe, saya tahu Anda pasti akan mengiyakan tawaran saya, jadi biarlah saya tunjukkan benda tersebut."

Laki-laki itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam trolley dan menyingkirkan sebagian barang belanjaannya sambil mencari-cari sesuatu. Setelah merasa yakin telah menemukannya, ia menarik tangannya keluar dan menunjukkan benda yang menurutnya telah menjadi desas-desus di masyarakat.

"Inilah benda yang saya maksud."

Ketika melihatnya, Rida merasa terpana. Seolah terbuat dari cahaya, benda yang digenggam oleh laki-laki itu memancarkan sesuatu yang menyilaukan mata. Sambil tergagap, Rida berkata, "A, apakah itu Cokelat Pusaka?"

"Ya, benar sekali, ini merupakan salah satu dari Cokelat Pusaka yang hanya ada empat buah di seluruh dunia."

OMG, Cokelat Pusaka! Rida memekik dalam hatinya. Cokelat Pusaka merupakan cokelat langka yang dibuat dengan meramu seluruh bahan pembuat cokelat terbaik di dunia. Menurut desas-desus, satu gigitan cokelat Pusaka dapat membangkitkan seluruh kenangan terindah yang dimiliki seseorang, sehingga cokelat ini dapat memberikan kebahagiaan tanpa batas. Seperti yang dikatakan laki-laki itu, cokelat ini hanya terdapat empat buah di seluruh dunia Dikatakan bahwa orang yang memiliki keempat-empatnya akan menjadi orang paling bahagia di dunia.

"Dari ekspresi wajahmu, saya tahu bahwa Anda mengetahui rahasia di balik Cokelat Pusaka."

"Sebenarnya Anda ini siapa?"

"Saya adalah pemilik dari toko ini dan saya bermaksud untuk mengumpulkan keempat Cokelat Pusaka."

Perkataan itu semakin membuat Rida terkejut. Semenjak kecil, Cokelat Pusaka merupakan cerita yang selalu membuat matanya berbinar-binar. Bisa melihat keempat Cokelat Pusaka merupakan impiannya dan kini ia telah melihat salah satunya. Mungkin perasaan itulah yang membuatnya mengatakan, "Apa aku boleh membantumu menemukan keempat Cokelat Pusaka itu?"

Laki-laki itu tersenyum dan berkata, "Tentu saja, sejujurnya saya baru saja ingin meminta bantuanmu."

"Benarkah? Tapi kenapa?"

"Tidak ada alasan khusus, saya hanya baru kembali dari perjalanan jauh dan melihatmu berkeliling tidak jelas di toko saya dan saya merasa bahwa kamu bisa diandalkan. Selain itu, orang yang biasa saya mintai tolong sudah mengundurkan diri, jadi saya harus mencari orang lain."

Alasan yang aneh, tapi Rida memutuskan untuk tidak memusingkannya. "Jadi, apa yang bisa kubantu?"

"Jadi begini, di dalam tas saya yang sangat besar ini terdapat seribu cokelat terbaik hasil ramuan saya sendiri. Dengan berbekalkan tas ini, saya ingin kamu berkeliling dunia untuk mengunjungi para pecinta cokelat dan mencari informasi mengenai keberadaan tiga Cokelat Pusaka lainnya. Para pecinta cokelat itu biasanya meminta cokelat lezat sebagai imbalan, oleh sebab itu kamu harus menggunakan cokelat-cokelat di tas ini sebaik mungkin. Soal biaya perjalanan akan saya tanggung, tapi untuk biaya hidup selama di sana, kamu akan memenuhinya dengan berjualan cokelat-cokelat ini."

"Wow benarkah? Itu keren sekali, aku akan melakukannya dengan senang hati!"

"Haha, saya memang tidak salah pilih orang. Baiklah, kamu akan berangkat satu minggu lagi. Tujuanmu adalah Belgia. Sebagai negara yang dijuluki surganya cokelat, saya yakin kamu akan mendapat banyak informasi di sana. Persiapkanlah dirimu dengan baik, Rida."

"Iya, siap! Eh, darimana kamu bisa tahu namaku?" Rida agak terkejut dengan kata-kata si pemilik toko.

"Haha, sudahlah, pokoknya siap-siap saja ya."

Begitulah pertemuan pertama Rida dengan seorang pemilik toko misterius yang mengubah hidupnya. Mulai sekarang, ia akan menjadi Rida, si Gadis Penjual Cokelat yang berkeliling dunia untuk mencari tahu keberadaan Cokelat Pusaka. Seperti apa petualangan seru yang akan menantinya dan siapa saja orang-orang yang akan ditemuinya selama perjalanan nanti? Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya.