Minggu, Desember 30, 2012

Bantir, Akhir Pekan #2


Sabtu, 1 Desember 2012

Hari kedua ini, kalau dari jadwal kegiatannya adalah training and motivation. Seperti training and motivation biasanya, di sini kami para peserta diberi berbagai macam pelatihan dan mtivasi dengan tujuan agar bisa membantu kami menjadi manusia yang lebih baik.

Oh iya, pada malam sebelumnya, hari Jumat, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk para perempuan, nama kelompoknya diambil dari nama sayuran. Kelompok saya sendiri menggunakan nama paprika. Sebenarnya, yang mencetuskan nama paprika itu bukan saya (seingat saya sih begitu). Tetapi, ketika ditanya oleh pemandu mengapa kami menggunkan nama itu, saya dengan santainya menjawab, “Karena paprika warna-warni”. Sebenarnya itu saya mengarang dan hanya itu saja yang ada di pikiran saya saat mendengar pertanyaan itu. hehe.

Balik lagi ke kegiatan training and motivation. Kegiatan ini diisi oleh seorang motivator yang oke. Dan kegiatan ini berlangsung hingga sore hari. Pada sore harinya, kami para peserta diberi kesempatan untuk menyiapkan suatu persembahan yang harus ditampilkan oleh setiap kelompok pada pentas seni yang akan dilaksanakan dalam acara api unggun malam harinya.
Untuk kelompok paprika sendiri, berencana untuk memberikan sebuah persembahan yang bisa dinikmati oleh para peserta lainnya. Kami berencana ingin membuat flashmob. Dan malam harinya, beginilah hasil yang kami persembahkan:

Sabtu, Desember 29, 2012

Bantir, Akhir Pekan #1


30 November 2012,
Jumat itu, ada suatu kegiatan yang wajib saya ikuti. Hari-hari sebelumnya, hingga hari itupun saya benar-benar tidak berminat mengikuti kegiatan tersebut. Entah karena saya bosan dengan jenis kegiatan tersebut, atau entah karena saya sedang butuh satu hari saja untuk diri saya sendiri. Namun, sepertinya kedua alasan itu benar. Bagaimana tidak, kegiatan tersebut adalah outbond yang notabene semenjak saya berstatus sebagai seorang mahasiswa, saya sudah mengikuti kurang lebih sebanyak empat kali kegiatan seperti itu dalam waktu empat bulan. Dan berhubung saya orang yang tidak menyukai sesuatu yang itu-itu saja, saya sempat dan memang merasa enek dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Terlebih lagi, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam itu bertepatan dengan hari ketika kakak saya akan meninggalkan kota saya untuk beberapa bulan. Dan sudah dipastikan saya amat sangat tidak rela untuk membiarkan diri saya jauh dari kakak saya pada detik-detik sebelum kakak saya bertolak dari kota ini.

Jumat, 30 November 2012

Selasa, Desember 25, 2012

Salah Satu Tulisan


Hari ini, saya libur. Libur dalam arti sebenarnya, dan entah mengapa saya lebih senang menghabiskan hari libur ini di rumah, berasa sudah bertahun-tahun tidak pernah di rumah. Lai-lagi saya  membuat tulisan di sini karena mau curhat haha.
Jadi, sebenarnya saya menulis di sini karena dipaksa, ya mungkin memang bukan benar-benar memaksa, tapi tetap saja itu namanya paksaan. Ya meskipun, pada awalnya saya memang berniat mau menulis jika saya libur hehe. Jadi, maaf saja kalau tiap kalimat di sini sedikit banyak ngga nyambung sama sekali.
Salah satu hal saya lakukan hari ini adalah memindah beberapa tulisan aneh saya yang berada di hap eke dalam buku catatan saya yang berisi tulisan-tulisan saya. Dan selain itu, saya iseng untuk membaca-baca buku tersebut. Lalu saya menemukan satu tulisan yang kemudian menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini, hehe.
Tulisan itu bercerita tentang seseorang yang sedang menunggu. Dia begitu sabar menunggu, padahal dia sendiri tidak tahu sampai kapan dia harus menunggu. Yang dia tahu, dia hanya perlu menunggu. Dan dia rela menunggu tanpa dia tahu pasti apakah yang dia tunggu itu peduli atau tidak kepadanya. Tetapi di situ juga diceritakan bahwa sebenarnya dia juga lelah menunggu. Mungkin, suatu saat dia akan menyerah dan berhenti menunggu. Tapi, hingga saat itupun dia masih menunggu.
Saya sebenarnya berpikir, bagian dimana dia mau menunggu sampai entah kapan dan apakah yang dia tunggui itu peduli atau tidak, tetapi dia tetap setia menunggu, saya pikir itu bagian yang paling bodoh, dan benar-benar tidak masuk akal. Buat apa dia menunggu kalau hasilnya saja belum pasti begitu. Mungkin, kalau buat beberapa orang hal itu unyu haha. Tapi, setelah berpikir begitu, saya ingat bahwa cerita itu menceritakan tentang saya. Jadi, kalau saya bilang itu bodoh, berarti saya mengatai diri saya sendiri bodoh. Akhirnya, saya menarik kembali pikiran saya tadi hehe.
Jadi, cerita sebenarnya, tulisan itu dibuat ketika saya sedang menunggui seseorang. Dan memang itu cukup sangat lama. Bahkan, saya sendiri juga tidak tahu apakah seseorang yang saya tunggu itu akan datang atau tidak. Nah, seseorang itu adalah salah seorang dosen saya. Memang sih, untuk bertemu beliau itu sangat susah, dan bukan saya sendiri yang mengalaminya hehe.
Dan ini tulisan saya :

Dalam buku tersebut, hanya berisi tulisan-tulisan saya. Mungkin, tulisan-tulisan di dalam situ bisa dibilang ‘ngga jelas’. Tapi, saya tetap menyukainya. Mungkin, hampir semua tulisan di dalam buku itu terlalu abstrak (mengutip salah satu komentar teman saya) sehingga maksud dari tulisan itu harus ditebak-tebak sendiri, dan mungkin hanya yang menulis yang tahu hehe. Dan hingga saat ini tak ada orang yang diperbolehkan membacai buku tersebut sepenuhnya. Dan sekarang, buku itu hanya tinggal memiliki satu halaman yang kosong, padahal saya belum menyediakan buku yang baru. Hah.

Sudah deh, cukup. Nanti, saya jadi benar-benar curhat.

Minggu, Desember 09, 2012

Matakuliah Antikorupsi


Selamat tanggal 9 Desember dan selamat Hari Antikorupsi Internasional!

Mungkin ada yang bertanya, kenapa sih korupsi aja harus ada peringatan segala? Internasional lagi. Biar saya jelaskan

Pada awalnya, korupsi merupakan suatu permasalahan yang dianggap tabu untuk dibuka dalam ajang internasional. Hal ini disebabkan menyatakan diri sebagai negara korup adalah aib tersendiri, ditambah dengan minimnya informasi saat itu membuat berita mengenai korupsi sering tidak beredar, bahkan di negaranya sendiri.

Namun kini, korupsi telah menjadi permasalahan seluruh umat manusia. Hal ini disebabkan dunia telah menyadari bahwa korupsi bertanggungjawab terhadap lambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara. Pertemuan lintas negara pun sering dilakukan guna membandingkan bagaimana cara masing-masing negara untuk memberantas korupsi.