Kamis, Januari 17, 2013

Sebuah Keterkesanan


Perempuan Bali, sejak dulu ketika saya masih menginjak umur awal belasan saya sudah begitu terkesan dengan mereka. Bahkan, hingga sekarang pun saya masih terkesan dengan para perempuan Bali. Di samping dari tariannya yang begitu indah di mata saya, saya melihat kisah hidup perempuan Bali yang hebat juga. Ditambah lagi setelah saya menonton suatu tayangan di sebuah acara televisi yang membahas mengenai perempuan Bali, beberapa tahun silam.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sekali membahas mengenai perempuan Bali. Namun, seperti biasa, sebelum saya menuliskan apa yang ingin saya bahas, saya mulai menambah informasi mengenai hal tersebut, yaitu perempuan Bali. Sebab tidak mungkin saya hanya bisa menuliskannya dengan hanya mengandalkan pengetahuan yang masih sangat terbatas yang telah saya dapat semenjak bertahun-tahun lalu.

Tetapi, pada kenyataannya, setelah membaca sekian banyak artikel yan mengulas mengenai perempuan Bali, saya malah hanya bisa terdiam. Terlalu banyak yang ingin saya sampaikan. Dan betapa rumitnya menyampaikan hal-hal yang ternyata tidak sesederhana dengan apa yang saya rasakan.

Jadi, di sini saya minta maaf, ternyata setelah menulis sekian kata ini, saya tidak dapat membahas mengenai perempuan Bali saat ini juga. Saya merasa masih belum pantas untuk menuliskannya dan saya menjadi tetap semakin terkesan kepada mereka-mereka.

Untuk siapa saja yang membaca tulisan ini saya hanya bisa menyarankan untuk mencoba mencari informasi lain mengenasi perempuan Bali. Sebab apa yang ada dalam kehidupan mereka terlihat begitu menarik.

Dan satu, saya sangat menyukai gambaran mengenai perempuan Bali yang selalu digambarkan sebagai seorang figure perempuan yang mandiri, ulet, beretos kerja tinngi, tetapi mereka tetap memiliki sebuah bakti kepada keluarga mereka yang amat tinngi.


Semarang, Januari 2013
-rida

Rabu, Januari 16, 2013

GERD ?


Gastroesophageal Reflux Disease atau disebut GERD merupakan salah satu jenis penyakit lambung yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas di Indonesia seperti halnya maag. Meski begitu, sama halnya dengan penyakit lainnya, penyakit ini tak bisa jika diabaikan begitu saja dan dianggap remeh. Sebab, penyakit ini merupakan salah satu penyakit kronik yang bisa menyebabkan terjadinya kanker kerongkongan atau kanker lambung.

GERD adalah suatu kondisi di mana terjadi refluks/regurgitasi isi lambung/asam lambung naik ke atas atau dengan kata lain mengalir balik dari lambung menuju kerongkongan (esophagus). Dengan adanya aliran balik ini dapat menyebabkan luka pada kerongkongan.

Imajinasi dalam Hujan


Senin, 14 Januari 2013 ini, saya ada kegiatan di kampus. Memang, seharusnya sudah libur. Tapi, itu hanya kuliahnya saja yang libur, sementara kegiatan yang lainnya masih mengantri untuk saya lakukan.

Hari itu, saya ada kumpul bersama teman-teman UNSUR. Ya, meskipun hujan badai sedang melanda kota saya hari itu, saya dan beberapa teman saya tetap datang ke kampus.

Setelah menyelesaikan apa yang harus kami lakukan di kampus. Beberapa teman saya kemudian ada yang pulang, ada juga yang kembali melanjutkan kegiatan lain, dan ada juga yang seperti saya, hanya menunggu hujan badai sedikit mengurangi keganasannya baru kami beranjak dari kampus menuju rumah kami masing-masing.

Senin, Januari 14, 2013

Spaghetti Prognetti


Jumat minggu lalu adalah hari terakhir saya ujian di semester ini. Dan entah mengapa, mata kuliah terakhir yang diujikan adalah mata kuliah yang tidak saya benci, tetapi saya tidak menyukainya ketika ujian. Kenapa? Karena pada ujian mata kuliah tersebut kita sangat perlu mengandalkan ingatan kita. Ya, dan kadang saya sering memiliki sedikit masalah dengan masalah ingatan.

Baiklah, saya tidak mau membahas itu, yang mau saya bahas di sini adalah mengenai apa yang ada di pikiran saya ketika ujian. Entah mengapa setelah melihat beberapa kata dalam soal ujian tersebut, pikiran saya menjadi memikirkan berbagai macam. Dan salah satunya adalah tentang makanan.

Jumat, Januari 11, 2013

Bantir, Akhir Pekan #3


Minggu, 2 Desember 2012

Hari terakhir kegiatan di Bantir ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di luar ruangan, setelah hari sebelumnya kegiatan kebanyakan dilakukan di dalam ruangan. Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan hari itu diawali dengan kegiatan ibadah bersama dan olahraga pagi. Namun, berbeda dengan hari sebelumnya (hari sebelumnya, olahraga dilakukan dengan senam bersama  yang mana tiap kelompok diwakili satu orang anggota kelompok memberikan minimal dua gerakan senam), olahraga hari itu dengan melakukan senam aerobic yang dipandu oleh seorang instruktur senam yang entah didatangkan dari mana. Dilanjutkan dengan makan pagi bersama.

Setelah semua peserta dan panitia siap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, maka kegiatan selanjutnya dilaksanakan. Pertama, para peserta dibagi menjadi empat kelompok besar dalam kegiatan yang disebut discipline session. Tiap kelompok akan dilatih oleh seorang tentara untuk melakukan latihan dasar militer, yaitu dengan materi peraturan baris berbaris. Tetapi, kelompok saya mendapatkan pelatih yang amat sangat baik. Beliau tidak galak, malah banyak memberikan kami istirahat. Tadinya, saya pikir kami akan berlatih baris-berbaris yang melebihi dari apa yang pernah saya dapat ketika saya masih menjadi anggota aktif di PMR. Selain itu, beliau juga lebih banyak bercerita dan berbagi pengalaman selama mejadi tentara ini. Tidak hanya bercerita dan melatih baris-berbaris, beliau juga memberikan wejangan dan pesan yang berharga bagi kami semua.