Rabu, Juli 17, 2013

Liburan bersama Dark Souls

Liburan oh liburan. Banyak yang bilang kalau liburan itu merubah orang. Otak yang sehari-hari digunakan untuk menganalisis soal-soal dalam kuliah menjadi tidak terpakai lagi. Kaki yang sehari-hari digunakan untuk berpindah-pindah ruang kuliah menjadi tidak terpakai lagi. Sebaliknya, otak jadi lebih fokus dalam memecahkan puzzle-puzzle yang ada dalam video game. Kaki jadi lebih fokus untuk menahan berat badan yang sama sekali tidak mau berpindah dari sofa empuk tempat ternyaman untuk bermain video game. Hasilnya, otak pun menjadi tumpul dan kaki pun menjadi lemas. Kira-kira itulah perubahan yang terjadi padaku selama liburan ini.

Semua ini terjadi karena sebuah video game yang kebetulan kubeli di awal liburan ini. Judulnya adalah Dark Souls: Prepare to Die Edition.
Yah, judulnya memang mengerikan. . .

Jumat, Juli 12, 2013

P E S I M I S ??????????

Beberapa tahun terakhir ini saya berhadapan dengan orang-orang yang pesimis. Dan tentu saja, saya bukan termasuk orang yang bisa sangat sabar dan bukan termasuk orang yang dengan mudah begitu saja merasa pesimis. Meskipun saya seorang penganut yang menjunjung tinggi tentang penghargaan terhadap perbedaan, saya tetap saja memiliki sebuah titik jenuh dalam menghadai orang-orang pesimis.

sumber gambar : google

Bagi saya, merasa pesimis yang berlebihan itu membosankan, melelahkan, menyakitkan, dan tentu saja sangat menyebalkan. Bahkan pernah sekali waktu, saya menuliskan sebuah keluhan di salah satu akun jejaring sosial saya ketika saya merasa benar-benar jenuh hingga muak menghadapi orang pesimis yang sudah berlebihan. Saat itu saya sempat menulis lebih untuk diri saya sendiri seperti ini, “soalnya ya, orang pesimis itu ngeselin. Serius deh.”

baca selengkapnya>>