Sabtu, Januari 18, 2014

Karena Buku tentang Swiss



Aku masih sangat ingat ketika itu. Ketika itu, usiaku masih terdiri dari satu digit angka. Mungkin, sekitar 8 atau 9 tahun. Hari itu memang tidak berbeda dari biasanya, semuanya sama. Kelas juga berlangsung seperti biasanya, membahas satu mata pelajaran yang tidak aku sukai, “Ilmu Pengetahuan Sosial” (mungkin ini mengapa aku kuliah di bidang teknik namun pada pada suatu saat nanti, ini juga yang aku pertanyakan, “apakah aku benar-benar membenci IPS?”). Tetapi, bukan berarti aku membenci semua yang dipelajari di mata pelajaran tersebut. Ada beberapa pengecualian, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku tidak membenci semua hal yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut. Contohnya, aku selalu sangat menyukainya dan sangat tertarik ketika membahas tentang keadaan negeriku saat ini, tentang kekayaan dunia, tentang kondisi fisik yang ada di bumi, tentang cuaca dan iklim, dan tentu saja yang menjadi favoritku adalah ketika membahas tentang negara-negara di dunia dan tentang PBB. Iya, itu adalah dua hal yang paling menjadi favoritku. Bahkan, bukan hanya favoritku di antara hal-hal yang dipelajari pada mata pelajaran IPS, tetapi juga favoritku di antara semua hal yang dibahas di sekolah. 

Hari itu, bahasan di kelas adalah tentang negara-negara di Eropa. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, ini adalah salah satu bahasan favoritku. Bahkan, hingga menduduki bangku sekolah menengah pertamapun ini masih menjadi favorit (sepertinya sampai sekarang sih). Mengapa aku menyukai bahasan ini? Entahlah, aku hanya suka saja. Aku suka mempelajari hal yang baru, hal yang belum pernah aku temui sebelumnya. Aku suka mempelajari kebudayaan baru, beberapa hal baru, sistem yang baru, dan segalanya. Rasanya, seperti kamu pergi ke suatu tempat yang baru dan kamu menemui orang yang baru dan akan mendapat pengalaman yang baru. Ya, aku selalu suka bertemu dengan orang yang baru (mungkin ini alasan mengapa aku bercita-cita menjadi duta apapun). Ya, seperti itulah.

Hari itu, seusai pelajaran –kalau aku tidak salah ingat- aku bersama dengan teman-temanku mendiskusikan sesuatu. Dan entah bagaimana dan siapa yang memulai, timbul suatu pertanyaan, “Jika diberi kesempatan, negara mana saja yang paling ingin kau kunjungi di Eropa? Tiga saja, hanya tiga!”. Pertanyaan yang sebenarnya mudah, tapi menjadi sangat sulit ketika itu hanya tiga. Sebenarnya, aku tak bisa menyebutkan hanya tiga negara saja. Aku ingin mengunjungi semuanya. Bahkan, saat membahas negara-negara di Afrika pun aku ingin mengunjungi semuanya. Jangan bertanya mengapa, sebab aku sudah bilang, aku selalu suka mempelajari hal yang baru, apalagi tentang manusia. 

Hanya tiga, tapi akhirnya aku menjawab. Dan inilah jawabanku beserta dengan alasan-alasannya yang mungkin sedikit aneh.

Christmas light of Z├╝rich seen from Uetliberg, Switzerland Pertama, aku ingin mengunjungi Swiss. Iya, Swiss. Alasan pertamaku adalah aku ingin makan coklat dan keju langsung di sana. Aku ingin makan sebanyak yang aku mau. Aku ingin tahu bagaimana rasanya makan coklat di tempat yang dikenal bisa mengolah coklat dengan sangat enak, meskipun sebenarnya tempat itu bukanlah penghasil coklat yang sebenarnya. Selain itu, aku ingin melihat Alpen dari sana. Aku ingin merasakan salju di sana. Aku ingin ke Zurich. Aku ingin bermalam di sana. Aku ingin melihat lampu di sana. Aku ingin semuanya. Dan aku ingin tahu seperti apa tempat yang dikatakan oleh buku pelajaranku sebagai tempat dengan kehidupan yang sangat layak dan satu lagi yang penting, aku ingin tahu seperti apa negara yang netral itu.

Walking alone
Yang kedua, aku mau ke Inggris. Entahlah, aku selalu suka konsep negara ini. Aku selalu suka ketika mendengar aksen warga negaranya. Negara yang aku bilang seperti dongeng haha. Terutama London, aku ingin melihat kota itu. Aku ingin melihat orang-orang berjalan di musim gugur. Di sekitar gedung-gedung yang berbentuk lucu. Aku selalu suka itu. Aku suka warna coklat di sana. Aku ingin di sana.

File:International Court of Justice.jpgYang ketiga, aku mau ke Belanda. Aku penasaran dengan negara hukum ini. Aku ingin melihat gedung-gedung yang menjaga hukum. Kau ingat? Aku suka belajar PBB, ingat dimana letak Mahkamah Internasional PBB? Dan ini salah satu alasanku. Selain itu, aku juga ingin melihat taman di Belanda, aku juga penasaran dengan kincir angin kincir angin yang ada di sana. Aku ingin tahu seperti apa jadinya lahan rekalamasi  di sana haha.

 
Itulah tiga negara yang aku jawab saat itu, memang terdengar sedikit aneh alasan-alasanku itu. Tapi, namanya saja anak SD jawabannya tergantung dengan apa yang mereka tahu dan apa yang mereka belum tahu saat itu.

Setelah mengungkapkan tiga negara yang paling ingin aku kunjungi, temanku bertanya apakah aku tidak ingin ke Perancis. Tentu saja aku sangat ingin dan mereka menjadi bertanya mengapa aku tidak memasukkannya dalam tiga daftar tersebut. Aku hanya menjawab, sudah terlalu banyak orang yang ingin ke sana haha.

Namun sebenarnya, bukan hanya tiga negara tersebut yang ingin aku kunjungi namun juga semua negara ingin aku kunjungi. Dan setelah aku membaca buku dengan judul “Swiss, Little Snow in Zurich”, aku semakin ingin ke Swiss dan jadi ingat tentang cerita semasa SD tersebut. 

https://d202m5krfqbpi5.cloudfront.net/books/1372677705l/18141955.jpg
Swiss, Little Snow in Zurich
-rida

0 komentar,kritik, dan saran:

Posting Komentar

jangan lupa kasih komentar ya?
makasih atas komentarnya,, pasti akan sangat bermanfaat :)