Sabtu, Desember 17, 2011

Sekilas Tentang Jakarta (4)

Jakarta adalah kota dengan seribu jalan tol. Jalan itu berkelok-kelok mengelilingi setiap bagian kota Jakarta bagaikan jalur naga. Kalau berkunjung ke Jakarta, orang-orang pasti akan mengeluhkan betapa rumitnya jalan tol di Jakarta. Ditambah lagi dengan betapa macetnya jalan tol di Jakarta, membuat orang-orang akan berpikir tidak ada bedanya masuk jalan tol atau jalan biasa. Satu hal yang pasti, setiap jalan tol pasti memiliki gerbang masuk dengan tarifnya masing-masing. Nah, gerbang masuk ini merupakan salah satu dari sumber kemacetan di Jakarta. Alasannya adalah pelayanan yang sangat lama dan kecenderungan orang-orang untuk berpindah-pindah antrean dan menerobos antrean orang lain. Sikap pengemudi yang seperti inilah yang sama sekali tidak boleh ditiru karena hanya akan menguntungkan diri sendiri dan merugikan banyak orang yang telah lama mengantre di belakang. Pun begitu, sikap seperti ini merupakan sikap mayoritas pengemudi di Jakarta, jadi kalau Jakarta selalu macet itu tidak terlepas dari peran orang-orang semcam ini.

Selain sebagai sumber kemacetan, Gerbang masuk tol juga merupakan sumber dari perusakan lingkungan. Setiap hari beribu-ribu karcis masuk tol diproduksi dan dibuang di sana. Karcis itu terbuat dari kertas yang sudah pasti menggunakan pohon sebagai bahan bakunya. Aku tidak mengerti mengapa pemerintah masih mempertahankan penggunaan karcis tol yang mubazir seperti itu. Seharusnya pemerintah segera menggunakan metode lain, seperti penggunaan kartu tol yang harus dikembalikan begitu keluar jalan tol. Dengan begitu setidaknya penggunaan kertas dapat diminimalisir.

Gerbang masuk tol juga dapat berfungsi sebagai sumber pekerjaan. Entah mengapa cukup banyak orang yang mengantre untuk dapat bekerja sebagai petugas gerbang tol. Biasanya mereka adalah mahasiswa yang ingin bekerja sambilan, tapi terkadang ada juga orang-orang yang telah cukup berumur bekjerja di sini. Seperti apa pekerjaan mereka? mereka sebatas menerima uang dari pengguna jalan tol, memberikan karcis, sekaligus kembalian. Untuk menjalankan tugasnya, mereka dibekali dengan kemampuan memilih uang kembalian yang tepat dan melipatnya bersama karcis, dengan kecepatan yang sungguh mengagumkan. Itulah kemampuan khusus yang hanya dimiliki para petugas gerbang tol.

Karena pekerjaan yang monoton ini, petugas jalan tol biasanya sangat tidak antusias dalam menjalani pekerjaannya. Kebanyakan dari mereka selalu terlihat lesu dan bosan. Terkadang untuk mengisi kebosanan mereka akan menyetel lagu kesukaan dengan keras melalui mini compo yang dibawanya sendiri atau iPod bagi yang berpunya.

Tapi, ada satu gerbang tol di Jakarta yang sangat unik dibandingkan gerbang tol lainnya. Gerbang tol ini bernama Gerbang Dukuh 2. Mengapa disebut unik? Karena ini adalah satu-satunya gerbang tol di Jakarta-sepanjang pengetahuanku- yang seluruh petugas gerbangnya bersikap amat ramah dan murah senyum pada setiap pengguna jalan tol. Aku melewati gerbang ini setiap hari dan aku selalu merasakan aura yang menyenangkan dari setiap petugas di sana. Begitu memasuki gerbang, mereka akan menyapa terlebih dahulu dengan ucapan selamat pagi, sambil mengeluarkan senyuman terbaiknya. Melihat hal itu, tentu mustahil untuk tidak membalas senyumnya, mesipun jalan di depan masih sangat macet.

Ya, senyum memang pekerjaan mudah, tapi orang-orang sering lupa untuk melakukannya. Para petugas di Gerbang Dukuh 2 tersebut pasti menyadari itu dan mereka mencoba untuk mengubahnya. Disadari atau tidak, sikap yang ditunjukkan oleh para petugas di Gerbang Dukuh 2 itu akan menyemangati setiap pengguna jalan tol untuk menghadapi kemacetan yang bagaikan neraka. Aku selalu senang melewati gerbang itu dan aku benar-benar ingin berterimakasih pada mereka. Mereka telah membuktikan bahwa pekerjaan mereka, biarpun sering dianggap remeh, mampu memberikan sesuatu yang berarti pada banyak orang. Itulah bukti bahwa pekerjaan apapun, selama dilakukan sepenuh hati dan sungguh-sungguh pasti akan membawa kebaikan pada banyak orang.

Yang jelas, melewati jalan tol adalah keseharian warga Jakarta yang menggunakan mobil untuk transportasi. Apalagi untuk yang tinggal di pinggiran Jakarta, menggunakan jalan tol adalah pilihan yang terbaik dengan segala kekurangannya. Meskpun sampai sekarang belum ditemukan solusi yang tepat untuk kemacetan di Jakarta, itu bukanlah alasan untuk mengeluh. Ya, jalani sja dengan sepenuh hati, seperti orang-orang di Gerbang Dukuh 2, dan hidup tidak akan pernah terasa berat.

Kamis, Desember 15, 2011

Singing #4

I like your smile, I like your vibe,
I like your style, but its not why I love you.
And I, I like the way, you're such a star,
But that's not why I love you.
hey, do you feel? Do you feel me?
Do you feel what I feel too?
Do you need, do you need me?
Do you need me?
...
I'm not sure you know,
that the reason I love you is you,
being you, just you
the reason I love you
is all that we've been through.
And that's why i love you

-AL-I love you-


Selasa, Desember 13, 2011

INISIATIF

Inisiatif keluargaku :)

Jumat, Desember 09, 2011

Kisah Patung Pancoran




Orang-orang memanggilku Patung Pancoran. Alasannya karena aku selalu nongkrong di Pancoran. Bagiku, nama ini sangatlah menggelikan. Mengapa aku harus dinamai karena lokasiku berada? Padahal patung-patung lain memiliki nama-nama keren yang biasanya berfungsi untuk memperingati suatu kejadian heroik. Sebenarnya, aku memiliki nama keren yang merupakan pemberian penciptaku, Ir. Soekarno, yaitu Patung Dirgantara. Nama ini diberikan karena presiden Soekarno menginginkan agar orang-orang terinspirasi untuk selalu memiliki kejujuran dan keberanian hingga ingin mengarungi angkasa sepertiku. 

Awalnya, aku merasa sangat terhormat dengan tugas itu. Berkat itu, setiap hari aku rela nongkrong di ketinggian yang luar biasa ini dengan posisi menantang dan tangan mengacung ke angkasa. Terik matahari tak pernah menggangguku, apalagi aku juga tak dapat berkeringat. Ya, aku selalu bangga dengan diriku dan namaku, namun itu dulu.

Kini aku menyadari bahwa keberadaanku sangatlah tidak berarti. Aku melihat dari ketinggian ini betapa orang jujur sangatlah sulit untuk ditemukan. Hampir setiap hari aku melihat di bawahku, pencopet, penjambret, penebar ranjau paku, orang-orang hina yang suka melecehkan perempuan di Halte Busway, penipu, calo, etc, etc, etc. Kemudian aku melihat lebih jauh lagi ke gedung raksasa beratap hijau, rumah bagi orang-orang yang menyebut diri mereka wakil rakyat. Sungguh jika aku dapat meludah, pasti cat hijau pada atap gedung itu sudah luntur dan atapnya juga akan berlubang karena dibombardir oleh cairan dirgantaraku, yang kubayangkan memiliki kecepatan 100 mil per jam.  Sungguh, kelakuan orang-orang yang bekerja di gedung itu tak dapat kumaafkan. Merekalah sumber dari setiap masalah di negeri ini termasuk kriminalitas yang kulihat setiap hari di bawahku. Aku ingin marah, benar-benar ingin, tapi aku tak bisa.

Aku diciptakan oleh presiden Soekarno agar orang-orang terinspirasi untuk selalu memiliki kejujuran dan keberanian untuk mengarungi angkasa sepertiku, namun aku gagal. Bukan hanya gagal, namaku pun terlupakan dari benak orang-orang. Kemarin aku mendengar seorang ibu yang bercerita pada anaknya, "Hey nak, liat patung yang lucu itu deh, itu namanya Patung Pancoran." Rasanya aku ingin menangis. Sedih sekali rasanya karena bukan hanya melupakan namaku, mereka juga menganggap keberadaanku tidak lebih dari badut penghibur. 

Dalam hatiku yang terbuat dari perunggu ini aku menangis sekuat-kuatnya. Aku menangis karena tak mampu memenuhi tugasku untuk menginspirasi orqng-orang. Aku menangis lebih keras lagi karena namaku telah dilupakan oleh orang-orang. Namun air mataku habis ketika aku menyadari bahwa aku hanyalah sebuah patung yang tak mampu berbuat apa-apa. Aku jauh lebih hina dari seekor nyamuk yang hanya dapat menggigit(paling tidak gigitan nyamuk itu dapat membunuh orang-orang yang menyebut diri wakil rakyat yang sangat kubenci itu). Aku jauh lebih hina dari dekomposer yang hanya dapat memakan (setidaknya mereka dapat memusnahkan mayat orang-orang yang menyebut diri wakil rakyat yang sangat kubenci itu). Aku benar-benar sesuatu yang amat hina dan aku benar-benar tidak berarti.

Kalau aku boleh membuat permintaan, maka aku hanya ingin dapat merubah posisiku. Aku lelah mengacungkan tanganku karena ternyata aku tidak mampu menginspirasi orang dengan begitu. Aku ingin mengubah posisiku menjadi menengadahkan tangan layaknya manusia yang berdoa pada Tuhan. Mungkin dengan begitu, aku lebih mampu untuk menginspirasi orang banyak. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, tapi permintaan terakhirku, tolonglah, kalian tak perlu mengingat namaku, tapi ingatlah bahwa aku diciptakan untuk menginspirasi orang-orang agar selalu berbuat jujur dan berani. Aku mencintai negeri ini karena penciptaku pun begitu. Jadi kuharap, kalian juga dapat mencintai negeri ini sepertiku. Aku percaya kalian mampu. Sementara itu, aku akan tetap berdiri di ketinggian luar biasa ini, mengacungkan tanganku ke angkasa, dan menatap jauh ke depan. Ke masa depan di mana setiap orang di negeri ini dapat hidup dengan bahagia tanpa saling mencurigai dan menjunjung tinggi kejujuran. 

Kamis, Desember 01, 2011

1/12

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga rahmat, berkat dan kasih sayang-Nya selalu dilimpahkan kepada para penderita AIDS di seluruh dunia.


Setiap tahunnya, sejak tahun 1988, tepatnya pada tanggal 1 Desember, umat manusia memperingati hari AIDS Sedunia. Peringatan ini sama sekali bukan hal yang patut diselamati atau disambut dengan gembira karena peringatan ini adalah untuk mengingatkan kita, bahwa umat manusia masih belum menang sepenuhnya dari penyakit ganas dan menular bernama AIDS. Sampai akhir tahun 2010, tercatat 34 juta orang yang hidup bersama penyakit ganas ini. Sebagian diantaranya mendapatkan perlakuan medis yang baik sementara sebagian lainnya hidup tanpa mendapat perlakuan medis, bahkan ada yang dikucilkan dari masyarakat karena takut tertular. Pengucilan terhadap penderita AIDSini sangat sangat salah karena seorang penderita AIDS sangat membutuhkan support yang kuat dari orang-orang terdekatnya untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, pengetahuan yang baik mengenai AIDS dan cara-cara penularannya sangatlah penting untuk kita ketahui.