Selasa, Juli 31, 2012

Semacam Tempat Menyenangkan


Semarang, kotaku yang sangat panas tapi sangat aku cinta. Entah megapa, biar panasnya seperti itu, beberapa minggu ini saya jadi sangat mencintai kota ini dan bersyukur harus menjalani kehidupan di kota ini karena efek menonton televisi.
Semarang, kota (yang menurut saya) cukup kecil, tapi didaulat menjadi ibu kota salah satu Provinsi di Pulau Jawa ini memang saat ini terkesan seperti tidak lagi memiliki cukup lahan hijau yang luas dan menenangkan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana menenangkan diri haha. Dari dahulu, sebagai seorang yang menyukai tempat luas yang tenang tapi hijau, saya berpikir bagaimana mungkin saya bisa menemukan tempat seperi itu di kota saya tercinta ini? Tapi, entah karena terlalu sering berimajinasi atau terlalu suka berkhayal, saya berpikir suatu hari nanti pasti mungkin. Namun, ya tetap saja setiap berpikir seperti itu, yang namanya logika saya ngga pernah mau kalah, dan selalu bilang pada diri saya sendiri agar tidak terlalu berharap.

Senin, Juli 30, 2012

Fragmentasi 2' 37''


Sore itu masih cukup terang rasanya. Namun entah mengapa udara dingin sudah mulai merasuk dan entah bagaimana seluruh bulu kudukku berdiri. Aku tahu tak seharusnya aku di sini, aku harus pergi.

Tik tok tik tok tik tok tik tok



Dua jam 37 menit sebelumnya

Jarum pendek yang tertancap pada jam tanganku sudah mulai mendekati angka lima. Aku tidak begitu tertarik sesungguhnya. Apa yang membuatku benar-benar tertarik adalah melihat jarum detiknya yang berputar-putar mengelilingi jam tanganku tanpa henti. Ujung jarumnya diukir sedemikian rupa supaya membentuk gambar hati yang sering kulihat pada sebuah perayaan di pertengahan Februari (aku tidak bisa mengingat apa namanya). Laksana panah cupid, mungkin itulah yang bisa menggambarkan jarum detik pada jam tanganku membuatku betah mengamatinya berjam-jam. Aku sangat menyukainya. Sayang aku sudah tidak menyukai orang yang memberikannya lagi, tapi toh jam tangan ini tetap milikku bukan?



Dua jam 21 menit sebelumnya

Menunggu itu membosankan, apalagi kalau harus menunggu tanpa memiliki sesuatu pun untuk dikerjakan. Tapi apalagi yang bisa kulakukan? Sampai sang klien datang kurasa aku hanya bisa bermain-main dengan jam tangan ini. Kuharap ia akan segera datang.



Satu jam 11 menit sebelumnya

Mungkin ini hanya kebetulan, namun aku melihatnya lagi. Apa yang ia lakukan di sini? Aku tak habis pikir. Seolah-olah dunia ini hanya sebesar daun kelor, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengannya? Di tempat seperti ini? Di saat seperti ini? Aku tidak paham, tapi bagaimanapun juga aku tak bisa menghindar bukan? Eh sebentar, dia tidak melihatku, ah dia pergi ke atas––yes! Aku tak perlu bertemu dengannya. Itu berarti saatnya mengambil langkah seribu––tapi tunggu dulu! Apa itu yang tergeletak di sana? Sebuah dompet? Miliknya?



59 menit sebelumnya

Mungkin karena sedang kepo, aku pun terbirit-birit mengambilnya dan bergegas untuk pergi ke kamar mandi terdekat. Aku pilih bilik kosong yang berada paling pojok, tepat di sebelah Janitor's room, berharap tak kan ada satu orang pun yang terpikir bahwa ada seorang manusia di sini. Begitu masuk ke dalam bilik kosong itu aku merasakan napasku memburu kencang, dadaku sesak, sesak sekali. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan diriku terlebih dahulu. Bagiku ini sesuatu yang tak menyenangkan dan aku tahu aku harus tenang harus tenang harus tenang harus tenang. Kupandangi lagi jarum detik cupid itu dan mulai menghitung sampai 30.

1  .2 . .3 .  . 4  . .5 . .6 . . 7 . .. . 8 . 9 . . . . 10 . . . .11 . . .12 .  13 . . . 14 . . 15 . . 16 . . .17 . . .18 . .19 . .20 . . .21 . . 22 . . 23 . 24 . . . 25 . . . . .26 . . . . . .27 . . . . . .28 . .. . . . .29 . . . . . .30



24 menit sebelumnya

Tak ada satu pun yang lebih berarti di dunia ini, selain cinta
Manusia boleh menjelajahi seisi dunia
Mencari uang sebanyak-banyaknya
Mencoba menemukan satu bentuk kebahagiaan sejati
Namun sebelum menemukan cinta, manusia tak kan pernah puas
Ia akan terus mencari, terus mencari, terus mencari
Sampai ia menemukannya atau sampai ia mati dan membusuk
Begitulah takdir manusia yang sama menyedihkannya dengan. . . 

Berakhir, tulisan itu terpotong begitu saja. Aku tetap tidak bisa memahaminya, sama seperti biasanya. Kulipat kembali kertas tersebut dan kumasukkan kembali ke dalam dompetnya. Kutenangkan lagi napasku sambil mendongak ke atas dan berpikir, "Sekarang apa yang akan kulakukan dengan benda ini?"



Present Time

Kulihat kembali jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Bulu kudukku terasa merinding. Ternyata ini sudah bukan sore lagi. Tak kusangka ternyata aku sudah menghabiskan satu jam di dalam bilik ini. Kuyakin tempat ini pun sudah akan tutup sebentar lagi. Oh dasar bodoh. 

Sabtu, Juli 28, 2012

Selamat Ulang Tahun Rida :D


Haloo,
Saya mau cerita nih tentang hari Senin, 23 Juli 2012.

Ceritanya diawali dengan kejadian pada tanggal 22 Juli 2012 malam hari. Malam tu, saya lagi iseng buka salah satu situs jejaring sosial saya. Terus, saya ketemu sama salah satu teman saya yang lucu (baca=Rahmi). Entah mengapa, saya dan Rahmi yang awalnya mau tidur saat itu, malah ngga jadi tidur, kita malah ngobrol kesana-kemari kaya ngga pernah ketemu bertahun-tahun haha. Setelah merasa hampir puas ngobrol sama satu anak itu, saya memutuskan untuk mengakhiri obrolan dan tidur karena hari sudah menjelang larut malam. Namun, entah mengapa saya malah susah tidur.

Hingga pada akhirnya sampai juga pada tanggal 23 Juli 2012, dan saya yang mulai bisa tertidur, tiba-tiba terbangun karena suatu bunyi. Itu bunyi hape saya yang menandakan sms masuk,

Rabu, Juli 25, 2012

Selamat Hari Anak Nasional :D


Semarang, 23 Juli 2012

Untuk kesekian kalinyaa,
SELAMAT HARI ANAK NASIONAAAL  :D
HIDUP ANAK BANGSA ! hehe.

Tepat di hari yang sama 19 tahun yang lalu, seorang anak perempuan yang lucu lahir ke bumi. Karena lucu, entah bagaimana si anak itu bisa dipanggil Rida.
Dan sekarang si Rida sudah semakin lucuuu. (ini yang nulis bukan saya)
Dan ini juga sama artinya dengan hari ini si Rida (saya) ulang tahun haha. Rasanya kok udah tua banget ya?

23 Juli tahun ini, apa yang saya rasakan?

Sama seperti biasanya sih, saya merasa biasa-biasa saja. Saya bukan orang yang selalu men-spesial-kan apa itu ulang tahun. Kalau dibilang hari ulang tahun istimewa itu iya memang tidak salah. Tapi, hari apa saja menurut saya itu spesiaal, seperti saya hahaha.

Tapi, untuk kali ini saya merasa, seneng tapi sedih juga sih.

Pertama, saya sedih karena ya seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, saya tambah tua. Aa sediiih banget sebenernya. Tapi, yasudahlah memang harus seperti itu, tapi saya nga tua kok, beneran deh. Sedih kedua nih ya, seperti yang dulu pernah saya bilang, saya ingin bikin dan makan cokelat stoberi sendiri, tapi ngga kesampean juga huhu. Dan yang ketiga, setiap saya ulang tahun itu kan bulan-bulan tahun ajaran baru, berarti saya sudah bukan jadi mahasiswa baru lagi, daaan saya bakal dipanggil “mbak”, hey saya tidak sukaaaa.

Itu tadi sedih-sedihnya hari ini, dan sekarang senengnya. Sebenernya, sedih-sedihnya itu ngga dominan sih, dan ngga terlalu berpengaruh ahahaha. Tapi, yang berpengaruh terhadap kehidupan saya hari ini itu ya senengnya. Saya senaaang sekali hari ini haha.

Mengapa saya senang? mm, tidak perlu saya ceritakan ya, yang jelas saya sangat senang haha. Saya mau cerita yang lain saja ya.

Di hari ulang tahun ini, banyak doa, cerita, selamat, dan sebagainya. Haha.

Yasudah, sekian dulu ya, nanti di postingan selanjutnya saya mau cerita tentang hari Senin itu.


Rida

Jumat, Juli 06, 2012

Juli, Cokelat, dan Strawberry

hello hellooo,
Akhirnya saya kembali lagi setelah sekian lama saya bersembunyi, hehe
Oke, sebenernya sekarang saya ingin menulis tentang banyak hal, tapi sepertinya itu tidak memungkinkan. Jadi, saya memilih topik ini. Well, langsung saja ya sampaikan.  :)

 Welcome July
Seneng setengah sedih sbenarnya setiap kali saya mengucapkan kalimat itu. Bagaimana bisa? Ya, tentu bisa lah, biasanya bulan Juli saya akan berada di lingkungan baru dan meninggalkan lingkungan lama (baca=tahun ajaran baru). Pertama saya sedih harus meninggalkan lingkungan lama, kedua saya harus berjuang lagi dari awal untuk tahun ajaran baru, dan ketiga saya jadi tambah tuaa. Namun, seneng juga di bulan ini bisa dapat teman-teman baru, bisa mengenal lebih banyak orang, bisa belajar lebih banyak hal, dan bisa dapat kado haha.
Di bulan Juli tahun ini, rasanya ingin sekali membuat sesuatu yang sudah sangat lama sekali ingin saya buat dan nikmati sendiri hehe. Yap, saya ingin membuat cokelat stoberi versi saya sendiri. Kelihatannya memang sederhana, tapi entah mengapa hal-hal kecil sederhana semacam itu selalu sulit untuk saya penuhi. Sepeti yang sudah saya katakan tadi, saya mau mencoba memenuhi keinginan ini di Juli kali ini, maka dari itu saya akan memulainya dengan sedikit menulis tentang chocolate strawberry (cokelat stroberi)
Cokelat Stroberi -manis asam dalam satu-
mau bikin cokelat stroberi?gampang kok, kamu cuma butuh buah stroberi segar dan beberapa batang cokelat (jenis cokelat bisa disesuaikan selera)
Caranya, kita lelehkan itu cokelat yang kita punya, terus lapisi aja itu stoberi dengan cokelat sesuai selera (mau dicelupin ke cokelat, mau dilapisin, atau yang lainnya boleh kok), terus dinginkan dan silakan dinikmati.
Selain itu, cokelat stoberi juga bisa dinikmati hanya dengan stroberi diapadukan dengan lelehan cokelat sebagai sausnya. :)

cokelat stroberi