Minggu, Desember 30, 2012

Bantir, Akhir Pekan #2


Sabtu, 1 Desember 2012

Hari kedua ini, kalau dari jadwal kegiatannya adalah training and motivation. Seperti training and motivation biasanya, di sini kami para peserta diberi berbagai macam pelatihan dan mtivasi dengan tujuan agar bisa membantu kami menjadi manusia yang lebih baik.

Oh iya, pada malam sebelumnya, hari Jumat, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, untuk para perempuan, nama kelompoknya diambil dari nama sayuran. Kelompok saya sendiri menggunakan nama paprika. Sebenarnya, yang mencetuskan nama paprika itu bukan saya (seingat saya sih begitu). Tetapi, ketika ditanya oleh pemandu mengapa kami menggunkan nama itu, saya dengan santainya menjawab, “Karena paprika warna-warni”. Sebenarnya itu saya mengarang dan hanya itu saja yang ada di pikiran saya saat mendengar pertanyaan itu. hehe.

Balik lagi ke kegiatan training and motivation. Kegiatan ini diisi oleh seorang motivator yang oke. Dan kegiatan ini berlangsung hingga sore hari. Pada sore harinya, kami para peserta diberi kesempatan untuk menyiapkan suatu persembahan yang harus ditampilkan oleh setiap kelompok pada pentas seni yang akan dilaksanakan dalam acara api unggun malam harinya.
Untuk kelompok paprika sendiri, berencana untuk memberikan sebuah persembahan yang bisa dinikmati oleh para peserta lainnya. Kami berencana ingin membuat flashmob. Dan malam harinya, beginilah hasil yang kami persembahkan:

Sabtu, Desember 29, 2012

Bantir, Akhir Pekan #1


30 November 2012,
Jumat itu, ada suatu kegiatan yang wajib saya ikuti. Hari-hari sebelumnya, hingga hari itupun saya benar-benar tidak berminat mengikuti kegiatan tersebut. Entah karena saya bosan dengan jenis kegiatan tersebut, atau entah karena saya sedang butuh satu hari saja untuk diri saya sendiri. Namun, sepertinya kedua alasan itu benar. Bagaimana tidak, kegiatan tersebut adalah outbond yang notabene semenjak saya berstatus sebagai seorang mahasiswa, saya sudah mengikuti kurang lebih sebanyak empat kali kegiatan seperti itu dalam waktu empat bulan. Dan berhubung saya orang yang tidak menyukai sesuatu yang itu-itu saja, saya sempat dan memang merasa enek dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Terlebih lagi, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam itu bertepatan dengan hari ketika kakak saya akan meninggalkan kota saya untuk beberapa bulan. Dan sudah dipastikan saya amat sangat tidak rela untuk membiarkan diri saya jauh dari kakak saya pada detik-detik sebelum kakak saya bertolak dari kota ini.

Jumat, 30 November 2012

Selasa, Desember 25, 2012

Salah Satu Tulisan


Hari ini, saya libur. Libur dalam arti sebenarnya, dan entah mengapa saya lebih senang menghabiskan hari libur ini di rumah, berasa sudah bertahun-tahun tidak pernah di rumah. Lai-lagi saya  membuat tulisan di sini karena mau curhat haha.
Jadi, sebenarnya saya menulis di sini karena dipaksa, ya mungkin memang bukan benar-benar memaksa, tapi tetap saja itu namanya paksaan. Ya meskipun, pada awalnya saya memang berniat mau menulis jika saya libur hehe. Jadi, maaf saja kalau tiap kalimat di sini sedikit banyak ngga nyambung sama sekali.
Salah satu hal saya lakukan hari ini adalah memindah beberapa tulisan aneh saya yang berada di hap eke dalam buku catatan saya yang berisi tulisan-tulisan saya. Dan selain itu, saya iseng untuk membaca-baca buku tersebut. Lalu saya menemukan satu tulisan yang kemudian menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini, hehe.
Tulisan itu bercerita tentang seseorang yang sedang menunggu. Dia begitu sabar menunggu, padahal dia sendiri tidak tahu sampai kapan dia harus menunggu. Yang dia tahu, dia hanya perlu menunggu. Dan dia rela menunggu tanpa dia tahu pasti apakah yang dia tunggu itu peduli atau tidak kepadanya. Tetapi di situ juga diceritakan bahwa sebenarnya dia juga lelah menunggu. Mungkin, suatu saat dia akan menyerah dan berhenti menunggu. Tapi, hingga saat itupun dia masih menunggu.
Saya sebenarnya berpikir, bagian dimana dia mau menunggu sampai entah kapan dan apakah yang dia tunggui itu peduli atau tidak, tetapi dia tetap setia menunggu, saya pikir itu bagian yang paling bodoh, dan benar-benar tidak masuk akal. Buat apa dia menunggu kalau hasilnya saja belum pasti begitu. Mungkin, kalau buat beberapa orang hal itu unyu haha. Tapi, setelah berpikir begitu, saya ingat bahwa cerita itu menceritakan tentang saya. Jadi, kalau saya bilang itu bodoh, berarti saya mengatai diri saya sendiri bodoh. Akhirnya, saya menarik kembali pikiran saya tadi hehe.
Jadi, cerita sebenarnya, tulisan itu dibuat ketika saya sedang menunggui seseorang. Dan memang itu cukup sangat lama. Bahkan, saya sendiri juga tidak tahu apakah seseorang yang saya tunggu itu akan datang atau tidak. Nah, seseorang itu adalah salah seorang dosen saya. Memang sih, untuk bertemu beliau itu sangat susah, dan bukan saya sendiri yang mengalaminya hehe.
Dan ini tulisan saya :

Dalam buku tersebut, hanya berisi tulisan-tulisan saya. Mungkin, tulisan-tulisan di dalam situ bisa dibilang ‘ngga jelas’. Tapi, saya tetap menyukainya. Mungkin, hampir semua tulisan di dalam buku itu terlalu abstrak (mengutip salah satu komentar teman saya) sehingga maksud dari tulisan itu harus ditebak-tebak sendiri, dan mungkin hanya yang menulis yang tahu hehe. Dan hingga saat ini tak ada orang yang diperbolehkan membacai buku tersebut sepenuhnya. Dan sekarang, buku itu hanya tinggal memiliki satu halaman yang kosong, padahal saya belum menyediakan buku yang baru. Hah.

Sudah deh, cukup. Nanti, saya jadi benar-benar curhat.

Minggu, Desember 09, 2012

Matakuliah Antikorupsi


Selamat tanggal 9 Desember dan selamat Hari Antikorupsi Internasional!

Mungkin ada yang bertanya, kenapa sih korupsi aja harus ada peringatan segala? Internasional lagi. Biar saya jelaskan

Pada awalnya, korupsi merupakan suatu permasalahan yang dianggap tabu untuk dibuka dalam ajang internasional. Hal ini disebabkan menyatakan diri sebagai negara korup adalah aib tersendiri, ditambah dengan minimnya informasi saat itu membuat berita mengenai korupsi sering tidak beredar, bahkan di negaranya sendiri.

Namun kini, korupsi telah menjadi permasalahan seluruh umat manusia. Hal ini disebabkan dunia telah menyadari bahwa korupsi bertanggungjawab terhadap lambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara. Pertemuan lintas negara pun sering dilakukan guna membandingkan bagaimana cara masing-masing negara untuk memberantas korupsi. 

Sabtu, November 17, 2012

Rida, Si Gadis Penjual Cokelat

Hari yang indah untuk berbelanja, begitu pikir Rida, si gadis periang yang selalu penuh semangat menjalankan hari-harinya. Hari itu ia akan menjalankan rutinitasnya, yakni berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa nama barang sudah ia tuliskan di dalam daftar belanjaan, seperti Kopi Goodday, Indomie Goreng, dan Syrup Pandan. Walaupun terkesan seperti daftar belanjaan anak kos-kosan, namun Rida tinggal di rumah bersama keluarganya. Seleranya saja yang seperti anak kos-kosan.

Setelah menyiapkan semuanya, Rida segera bergegas menuju garasi untuk menyalakan motor kesayangannya. Deru mesin yang halus menandakan bahwa motor tersebut telah panas dan siap mengantarkan Rida berbelanja. Tanpa ragu, Rida memindahkan persneling motor ke angka satu dan memacu motornya secepat kilat menuju pusat perbelanjaan.

Hari itu, Rida memutuskan untuk berbelanja di salah satu mall paling kece di Semarang yang bernama Citraland atau disingkat CL. Tidak ada alasan khusus, hanya saja ia merasa bahwa ia ingin ke sana. Kira-kira hanya dibutuhkan lime belas menit bagi Rida untuk mencapai tempat tujuannya. Mungkin pembaca bisa menebak-nebak sendiri berapa kecepatan rata-rata Rida saat mengendarai motornya.

Singkat cerita, Rida memasuki salah satu toko di CL yang bernama Gelael. Menurut desas-desus, toko tersebut menjual banyak barang-barang unik yang tak dijual di toko manapun. Nah, Rida memiliki kebiasaan untuk membeli barang apapun yang terlihat menarik baginya meskipun itu tidak tertulis dalam daftar belanjaan. Ia pernah membeli sebuah gantungan kunci yang berbentuk kepala bayi. Menurutnya, benda itu sangat lucu, meskipun teman-temannya mengatakan kalau benda itu menakutkan. Intinya, ia berharap akan menemukan sesuatu yang menarik di Gelael hari itu.

Hanya berselang beberapa menit, keranjang belanjaan Rida sudah penuh dengan sejumlah barang. Namun semuanya masih merupakan barang-barang yang tertulis di dalam daftar belanjaannya.

"Hmm, apakah tidak ada sesuatu yang menarik ya di toko ini?" Gumam Rida.

"Anda mencari sesuatu, nona?"

Rida terkejut mendengar suara itu yang ternyata berasal dari belakangnya. Setelah berbalik, Rida pun langsung mengamati pemilik suara itu. Seorang laki-laki dengan pakaian seadanya yang menggendong ransel seukuran gajah. Oke, tidak benar-benar seukuran gajah, tapi ransel tersebut benar-benar terlalu besar, begitu pikir Rida. Yang lebih aneh lagi adalah laki-laki tersebut mendorong sebuah trolley namun di dalamnya hanya berisi makanan ringan. Mungkin ia memang suka mendorong trolley.

Karena melihat Rida tidak menjawab pertanyaannya, laki-laki itu pun meneruskan perkataannya, "Anda pasti datang ke toko ini karena mendengar desas-desus bukan?"

"Maaf, desas-desus apa ya?" Rida berpura-pura tidak tahu.

"Hoho, saya yakin Anda pasti sudah tahu desas-desus apa yang saya maksud." Laki-laki itu menjadi semakin terdengar misterius.

Rida menjadi semakin risih dengan laki-laki tidak jelas yang mengeluarkan kata-kata tidak jelas ini. Dalam hatinya, ia berpikir untuk berkata 'eh ada kodok terbang!' lalu mengambil langkah seribu ketika laki-laki itu teralihkan perhatiannya oleh kodok terbang. Namun Rida sendiri cukup penasaran dengan desas-desus tersebut dan ingin mengetahuinya lebih lanjut.

"Saya tahu Anda penasaran, jadi lebih baik langsung saja, Anda mau mengetahui benda apa yang telah didesas-desuskan oleh orang-orang itu?"

Dorongan untuk mengatakan 'eh ada kodok terbang!' semakin menjadi-jadi, namun rasa penasaran itu membuat Rida seperti terpaku tanpa bisa bergerak ataupun mengatakan apa-apa. Pada akhirnya, rasa penasaran itu mengalahkannya dan membuatnya mengangguk.

"Hehe, saya tahu Anda pasti akan mengiyakan tawaran saya, jadi biarlah saya tunjukkan benda tersebut."

Laki-laki itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam trolley dan menyingkirkan sebagian barang belanjaannya sambil mencari-cari sesuatu. Setelah merasa yakin telah menemukannya, ia menarik tangannya keluar dan menunjukkan benda yang menurutnya telah menjadi desas-desus di masyarakat.

"Inilah benda yang saya maksud."

Ketika melihatnya, Rida merasa terpana. Seolah terbuat dari cahaya, benda yang digenggam oleh laki-laki itu memancarkan sesuatu yang menyilaukan mata. Sambil tergagap, Rida berkata, "A, apakah itu Cokelat Pusaka?"

"Ya, benar sekali, ini merupakan salah satu dari Cokelat Pusaka yang hanya ada empat buah di seluruh dunia."

OMG, Cokelat Pusaka! Rida memekik dalam hatinya. Cokelat Pusaka merupakan cokelat langka yang dibuat dengan meramu seluruh bahan pembuat cokelat terbaik di dunia. Menurut desas-desus, satu gigitan cokelat Pusaka dapat membangkitkan seluruh kenangan terindah yang dimiliki seseorang, sehingga cokelat ini dapat memberikan kebahagiaan tanpa batas. Seperti yang dikatakan laki-laki itu, cokelat ini hanya terdapat empat buah di seluruh dunia Dikatakan bahwa orang yang memiliki keempat-empatnya akan menjadi orang paling bahagia di dunia.

"Dari ekspresi wajahmu, saya tahu bahwa Anda mengetahui rahasia di balik Cokelat Pusaka."

"Sebenarnya Anda ini siapa?"

"Saya adalah pemilik dari toko ini dan saya bermaksud untuk mengumpulkan keempat Cokelat Pusaka."

Perkataan itu semakin membuat Rida terkejut. Semenjak kecil, Cokelat Pusaka merupakan cerita yang selalu membuat matanya berbinar-binar. Bisa melihat keempat Cokelat Pusaka merupakan impiannya dan kini ia telah melihat salah satunya. Mungkin perasaan itulah yang membuatnya mengatakan, "Apa aku boleh membantumu menemukan keempat Cokelat Pusaka itu?"

Laki-laki itu tersenyum dan berkata, "Tentu saja, sejujurnya saya baru saja ingin meminta bantuanmu."

"Benarkah? Tapi kenapa?"

"Tidak ada alasan khusus, saya hanya baru kembali dari perjalanan jauh dan melihatmu berkeliling tidak jelas di toko saya dan saya merasa bahwa kamu bisa diandalkan. Selain itu, orang yang biasa saya mintai tolong sudah mengundurkan diri, jadi saya harus mencari orang lain."

Alasan yang aneh, tapi Rida memutuskan untuk tidak memusingkannya. "Jadi, apa yang bisa kubantu?"

"Jadi begini, di dalam tas saya yang sangat besar ini terdapat seribu cokelat terbaik hasil ramuan saya sendiri. Dengan berbekalkan tas ini, saya ingin kamu berkeliling dunia untuk mengunjungi para pecinta cokelat dan mencari informasi mengenai keberadaan tiga Cokelat Pusaka lainnya. Para pecinta cokelat itu biasanya meminta cokelat lezat sebagai imbalan, oleh sebab itu kamu harus menggunakan cokelat-cokelat di tas ini sebaik mungkin. Soal biaya perjalanan akan saya tanggung, tapi untuk biaya hidup selama di sana, kamu akan memenuhinya dengan berjualan cokelat-cokelat ini."

"Wow benarkah? Itu keren sekali, aku akan melakukannya dengan senang hati!"

"Haha, saya memang tidak salah pilih orang. Baiklah, kamu akan berangkat satu minggu lagi. Tujuanmu adalah Belgia. Sebagai negara yang dijuluki surganya cokelat, saya yakin kamu akan mendapat banyak informasi di sana. Persiapkanlah dirimu dengan baik, Rida."

"Iya, siap! Eh, darimana kamu bisa tahu namaku?" Rida agak terkejut dengan kata-kata si pemilik toko.

"Haha, sudahlah, pokoknya siap-siap saja ya."

Begitulah pertemuan pertama Rida dengan seorang pemilik toko misterius yang mengubah hidupnya. Mulai sekarang, ia akan menjadi Rida, si Gadis Penjual Cokelat yang berkeliling dunia untuk mencari tahu keberadaan Cokelat Pusaka. Seperti apa petualangan seru yang akan menantinya dan siapa saja orang-orang yang akan ditemuinya selama perjalanan nanti? Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya.





Senin, Oktober 29, 2012

Malala Yaosufzai: The Pride of Pakistan



Ia bukanlah sekedar perempuan Pakistan berusia 15 tahun pada umumnya. Dengan berbekalkan sebuah blog di internet, ia menyuarakan kegetiran hatinya akan situasi di Pakistan. Ia adalah Malala Yousufzai, seorang perempuan yang telah mempersatukan seluruh Pakistan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sosok Malala menjadi fenomena pada 9 Oktober 2012, ketika sekelompok orang bertopeng dari Taliban melakukan penyerangan pada bus sekolah yang ditumpanginya dan menembaknya di kepala dan leher. Dalam penyerangan tersebut, Malala merupakan target utamanya.

Sabtu, Oktober 13, 2012

Ini Hari Jumat

Jumat, 12 Oktober 2012,
dengan segala perasaan negatif dan segala kekecewaan, aku membiarkan diriku membawa semua ragaku menuju suatu tempat. Entah mengapa rasanya begitu muak, marah, kecewa, dan semua hal negatif lainnya ikut denganku hari itu. Aku pikir, hanya aku saja yang merasakannya, tetapi ternyata tidak. Beberapa temanku juga merasakan hal yang sama, entah kebetulan atau apa. Dan benar saja, ada kejadian-kejadian tidak seharusnya dan tidak semestinya di kelas itu hari itu. Lalu, mengatasi semua kebingunganku hari itu, aku mengajak mereka membuat sebuah puisi berjalan.
Dan inilah hasilnya.. :)

Pusisi 12102012

untuk lebih jelasnya, ada di sini : puisi

_rida

Sabtu, September 22, 2012

Harus Menulis


Hari ini saya dipaksa untuk menulis, entah mengapa. Tetapi sekarang saya jadi bingung apa yang harus saya tulis. Sebenarnya, dari kemarin dan beberapa jam lalu pun saya juga kepikiran untuk menulis sesuatu. Namun, karena memang penyakit pelupa saya, jadilah saya lupa apa yang mau saya tulis karena tidak langsung saya tuliskan.

Karena hal di atas, saya sekarang jadi ingat tentang apa yang pernah disampaikan kaka kelas saya mengenai sebuah ide. Jadi, dalam suatu acara dia pernah menyampaikan bahwa saat ini banyak yang mengeluhkan tentang bagaimana caranya mendapatkan ide. Lalu, dia berkata kalau sebenarnya itu memang tidak mudah jika kita hanya berpikir bagaiman mendapatkan ide. Namun, biasanya ide itu didapat dari apa yang kita lakukan atau kit abaca atau kita lihat atau apapun yang kita alami dan apapun yang ada di sekitar kita jika kita mau memikirkan hal tersebut. Misalnya saja nih ya, kita melihat adanya suatu fenomena di alam lalu kita berpikir itu adalah masalah, kalau kita mau berpikir lagi, pasti aka nada pertanyaan-pertanyaan dari dalam diri kita sendiri. Misalnya, mengapa masalah tersebut bisa terjadi? Apa dampaknya? Lalu, bagaimana caranya mengatasi dan mencegah agar masalah tersebut tidak bertambah besar?

Kamis, September 20, 2012

Pergulatan

Belakangan ini rasanya sulit sekali untuk menulis. Kegiatan yang terlalu banyak dan diakhiri dengan perjuangan menghadapi kemacetan membuat otak ini terasa sangat berat untuk diputar. Sebetulnya itu bukan alasan untuk mengeluh. Seorang penulis memang wajar jika memiliki jam terbang yang tinggi dan itu seharusnya dapat digunakannya untuk memberikan inspirasi.

Ya, sebenarnya banyak sekali inspirasi yang kudapat akhir-akhir ini. Banyak kegiatan yang kuikuti, banyak orang yang kutemui, seharusnya jika dituliskan semua, itu bisa jadi buku yang tebalnya beratus-ratus halaman (serius). Masalahnya, menulis itu tidak mudah. Dan menyediakan waktu untuk menulis itu jelas sangat sangat tidak mudah.

Harus diakui, untuk menjadi seorang penulis profesional yang dapat menghidupi diri dan keluarganya hanya dari tulisannya, dibutuhkan kedisiplinan tingkat tentara. Setiap hari setidaknya harus ada waktu untuk membaca, berkegiatan outdoor, dan tentu saja menulis.Sebagai contoh, Raditya Dika, yang kita kenal memiliki mobilitas yang amat tinggi karena kemampuan standup comedy-nya, selalu menyediakan waktu tiga jam dari pukul 11 malam sampai 1 pagi hanya untuk menulis. Ia mengatakan bahwa ia tidak peduli seberapa banyak tulisan yang dihasilkan dalam tiga jam itu. Yang penting adalah kita bisa disiplin melakukan itu setiap hari tanpa terputus. Dengan begitu, ide akan selalu mengalir dengan mudah.

Dan ya, jujur cuma itu yang bisa kutulis dari hasil pergulatan pikiran malam ini hehe. Intinya, berusahalah untuk selalu menyediakan waktu untuk menulis, maka ide pun akan muncul. Semoga bermanfaat!

-G-

Selasa, September 04, 2012

Sang Petani

Di balik semua kerendahan hatinya tersimpan rasa yang tak dapat diungkapkan. Dia bukanlah siapa-siapa. Hanya seorang petani di ladang yang tak pernah subur. Dia tahu bahwa apa yang dia kerjakan tak kan pernah menghasilkan sesuatu yang berarti. Namun dia telah memutuskan untuk menutup telinga dari apa yang dikatakan orang lain. Apa yang dia yakini, itulah yang akan dia lakukan dengan sepenuh hatinya.

Demi melakukan apa yang ia yakini, telah banyak hal yang dia korbankan. Namun itu tak mengapa karena baginya, hatinyalah yang terpenting. Selama dia masih memiliki hati, maka apapun dapat dia berikan. Selama dia dapat memuaskan hatinya, apapun akan ia lepaskan. Seperti itulah ketetapan yang dia miliki.

Suatu ketika, cangkul yang dia gunakan untuk pekerjaan sehari-harinya patah. Membuatnya tak dapat mengerjakan apa yang diyakini oleh hatinya. Tapi dia tidak sedih, karena dia tahu bahwa itu bukanlah sesuatu yang tidak dapat diperbaiki. Walaupun harus mengorbankan beberapa hari lagi, namun demi kembali melakukan pekerjaannya, dia merelakannya.

Akibat hari-hari yang dikorbankannya tersebut, satu-satunya kesempatan baginya untuk mendapat pekerjaan yang lain pun hilang. Ya, sebelumnya memang belum diceritakan, namun sesungguhnya petani tersebut telah mendapatkan penawaran untuk bekerja di ladang yang subur, jauh lebih baik dari ladang yang dikerjakannya. Dan dia menolaknya.

Hati sang petani tetap tak bisa berbohong. Selama hatinya menyatakan tidak, maka tidaklah satu-satunya kata yang akan ia keluarkan.

Setelah melalui beberapa hari yang melelahkan, akhirnya cangkul milik sang petani selesai diperbaiki. Hatinya begitu gembira, karena akhirnya dapat mengerjakan sesuatu yang sangat disukainya lagi. Dengan setengah berlari, sang petani bergegas menuju ladangnya yang tak pernah subur. Bermaksud untuk kembali mencangkul.

Kalau ditanya mengapa dia terus melakukan pekerjaan yang jelas-jelas tak membawa hasil semacam itu, dia hanya menjawabnya dengan seutas senyum. Senyum yang membuat sang penanya akan merasa tak sopan untuk kembali bertanya. Sang penanya kemudian akan merasa takjub dengan keteguhan hati sang petani. Dia kemudian akan mulai berdoa agar sang petani mendapatkan hasil yang baik baginya.

Siapakah dia? Dia bukan siapa-siapa
Hanya seorang petani
Di ladang yang tak pernah subur
Dan ia melakukan pekerjaannya dengan hati

Rabu, Agustus 08, 2012

Suatu Kehilangan


Pernah mengalami suatu kehilangan? Bagaimana dengan kehilangan suatu benda yang sangat penting? Pernahkah? Lalu, bagaimana rasanya? Oke, semua orang pasti memiliki jawaban sendiri-sendiri.

Beberapa saat yang yang lalu, mungkin sekitar hampir dua minggu yang lalu, saya merasa kehilangan SIM (Surat Izin Mengemudi) milik saya. Dan, hebatnya saya baru sadar sekitar tiga hari setelah hilang hehe. Dan lagi, saya ingatnya itu waktu sedang berada di suatu tempat umum malam hari bersama keluarga saya. Saat itu, saya iseng membawa dompet saya (biasanya kalau saya pergi sama keluarga saya seperti itu, saya ngga pernah yang namanya bawa dompet ataupun handphone saya hehe). Kemudian, saya juga masih iseng lagi mencoba mengecek isi dompet saya dan saya tidak melihat SIM saya yang imut ada di tempatnya. Tadinya, saya masih tenang, saya pikir SIM saya tersebut masuk ke bagian lain di dalam dompet saya. Namun, tetap saja tidak ada. Dan dengan intonasi yang biasa saja saya bilang, “Loh, SIM aku mana ya?”. Ibu saya, kakak saya, dan ayah saya langsung merespon. Hehe, lalu saya hanya bilang “ya, mungkin ketinggalan di rumah.”

Senin, Agustus 06, 2012

Menggambar Pohon

Aku suka sekali menggambar pohon. Kalau sedang melamun atau sedang bosan dan sambil memegang alat tulis dan kertas, maka voila! Tiba-tiba ada gambar pohon di kertas itu. Ini adalah kebiasaan yang sudah berlangsung semenjak seorang temanku–yang dikenal sebagai ahlinya agama–tiba-tiba mendatangiku yang sedang asik menggambar tokoh kartun favoritku dan berkata, ”Gema, menggambar manusia itu dosa loh.” Sontak aku pun bertanya, apa iya? Dan ia pun menjawab, ”Iya, karena itu terlihat seolah kamu berusaha untuk menyaingi Tuhan. Kalau mau menggambar, gambar saja hewan dan tumbuhan, itu jauh lebih baik.” Dan ya, sebagai seorang anak kecil yang tak tahu apa-apa, aku pun percaya saja padanya.

Jumat, Agustus 03, 2012

19 Tahun 9 Hari 8 Jam 15 Menit

Kamis, 2 Agustus 2012, pukul 15.00 WIB

Ketika itu, saya sedang menikmati tidur siang saya hehe. Lalu, saya merasa ada orang yang memanggil nama saya, tapi saya pikir itu ada dalam mimpi saya saja hehe sebab saya memang belum rela kalau harus bangun saat itu juga.

Lalu, entah karena apa akhirnya saya bangun juga dan melihat ke depan rumah saya. Ternyata, di depan rumah saya sudah terparkir dua sepeda motor dan di seberang motor tersebut duduk tiga orang perempuan yang tidak asing bagi saya. Lantas saya membuka pintu, dan berkata “Kalian ngapain di sini?” Haha, ternyata mereka itu adalah si Fitri, Juniar, dan Aci. Dan ternyata lagi, suara orang yang memanggil nama saya ketika tidur itu bukan di mimpi saya, tapi ya suara mereka bertiga. (maaf yaa hehe).

Selasa, Juli 31, 2012

Semacam Tempat Menyenangkan


Semarang, kotaku yang sangat panas tapi sangat aku cinta. Entah megapa, biar panasnya seperti itu, beberapa minggu ini saya jadi sangat mencintai kota ini dan bersyukur harus menjalani kehidupan di kota ini karena efek menonton televisi.
Semarang, kota (yang menurut saya) cukup kecil, tapi didaulat menjadi ibu kota salah satu Provinsi di Pulau Jawa ini memang saat ini terkesan seperti tidak lagi memiliki cukup lahan hijau yang luas dan menenangkan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana menenangkan diri haha. Dari dahulu, sebagai seorang yang menyukai tempat luas yang tenang tapi hijau, saya berpikir bagaimana mungkin saya bisa menemukan tempat seperi itu di kota saya tercinta ini? Tapi, entah karena terlalu sering berimajinasi atau terlalu suka berkhayal, saya berpikir suatu hari nanti pasti mungkin. Namun, ya tetap saja setiap berpikir seperti itu, yang namanya logika saya ngga pernah mau kalah, dan selalu bilang pada diri saya sendiri agar tidak terlalu berharap.

Senin, Juli 30, 2012

Fragmentasi 2' 37''


Sore itu masih cukup terang rasanya. Namun entah mengapa udara dingin sudah mulai merasuk dan entah bagaimana seluruh bulu kudukku berdiri. Aku tahu tak seharusnya aku di sini, aku harus pergi.

Tik tok tik tok tik tok tik tok



Dua jam 37 menit sebelumnya

Jarum pendek yang tertancap pada jam tanganku sudah mulai mendekati angka lima. Aku tidak begitu tertarik sesungguhnya. Apa yang membuatku benar-benar tertarik adalah melihat jarum detiknya yang berputar-putar mengelilingi jam tanganku tanpa henti. Ujung jarumnya diukir sedemikian rupa supaya membentuk gambar hati yang sering kulihat pada sebuah perayaan di pertengahan Februari (aku tidak bisa mengingat apa namanya). Laksana panah cupid, mungkin itulah yang bisa menggambarkan jarum detik pada jam tanganku membuatku betah mengamatinya berjam-jam. Aku sangat menyukainya. Sayang aku sudah tidak menyukai orang yang memberikannya lagi, tapi toh jam tangan ini tetap milikku bukan?



Dua jam 21 menit sebelumnya

Menunggu itu membosankan, apalagi kalau harus menunggu tanpa memiliki sesuatu pun untuk dikerjakan. Tapi apalagi yang bisa kulakukan? Sampai sang klien datang kurasa aku hanya bisa bermain-main dengan jam tangan ini. Kuharap ia akan segera datang.



Satu jam 11 menit sebelumnya

Mungkin ini hanya kebetulan, namun aku melihatnya lagi. Apa yang ia lakukan di sini? Aku tak habis pikir. Seolah-olah dunia ini hanya sebesar daun kelor, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengannya? Di tempat seperti ini? Di saat seperti ini? Aku tidak paham, tapi bagaimanapun juga aku tak bisa menghindar bukan? Eh sebentar, dia tidak melihatku, ah dia pergi ke atas––yes! Aku tak perlu bertemu dengannya. Itu berarti saatnya mengambil langkah seribu––tapi tunggu dulu! Apa itu yang tergeletak di sana? Sebuah dompet? Miliknya?



59 menit sebelumnya

Mungkin karena sedang kepo, aku pun terbirit-birit mengambilnya dan bergegas untuk pergi ke kamar mandi terdekat. Aku pilih bilik kosong yang berada paling pojok, tepat di sebelah Janitor's room, berharap tak kan ada satu orang pun yang terpikir bahwa ada seorang manusia di sini. Begitu masuk ke dalam bilik kosong itu aku merasakan napasku memburu kencang, dadaku sesak, sesak sekali. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan diriku terlebih dahulu. Bagiku ini sesuatu yang tak menyenangkan dan aku tahu aku harus tenang harus tenang harus tenang harus tenang. Kupandangi lagi jarum detik cupid itu dan mulai menghitung sampai 30.

1  .2 . .3 .  . 4  . .5 . .6 . . 7 . .. . 8 . 9 . . . . 10 . . . .11 . . .12 .  13 . . . 14 . . 15 . . 16 . . .17 . . .18 . .19 . .20 . . .21 . . 22 . . 23 . 24 . . . 25 . . . . .26 . . . . . .27 . . . . . .28 . .. . . . .29 . . . . . .30



24 menit sebelumnya

Tak ada satu pun yang lebih berarti di dunia ini, selain cinta
Manusia boleh menjelajahi seisi dunia
Mencari uang sebanyak-banyaknya
Mencoba menemukan satu bentuk kebahagiaan sejati
Namun sebelum menemukan cinta, manusia tak kan pernah puas
Ia akan terus mencari, terus mencari, terus mencari
Sampai ia menemukannya atau sampai ia mati dan membusuk
Begitulah takdir manusia yang sama menyedihkannya dengan. . . 

Berakhir, tulisan itu terpotong begitu saja. Aku tetap tidak bisa memahaminya, sama seperti biasanya. Kulipat kembali kertas tersebut dan kumasukkan kembali ke dalam dompetnya. Kutenangkan lagi napasku sambil mendongak ke atas dan berpikir, "Sekarang apa yang akan kulakukan dengan benda ini?"



Present Time

Kulihat kembali jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Bulu kudukku terasa merinding. Ternyata ini sudah bukan sore lagi. Tak kusangka ternyata aku sudah menghabiskan satu jam di dalam bilik ini. Kuyakin tempat ini pun sudah akan tutup sebentar lagi. Oh dasar bodoh. 

Sabtu, Juli 28, 2012

Selamat Ulang Tahun Rida :D


Haloo,
Saya mau cerita nih tentang hari Senin, 23 Juli 2012.

Ceritanya diawali dengan kejadian pada tanggal 22 Juli 2012 malam hari. Malam tu, saya lagi iseng buka salah satu situs jejaring sosial saya. Terus, saya ketemu sama salah satu teman saya yang lucu (baca=Rahmi). Entah mengapa, saya dan Rahmi yang awalnya mau tidur saat itu, malah ngga jadi tidur, kita malah ngobrol kesana-kemari kaya ngga pernah ketemu bertahun-tahun haha. Setelah merasa hampir puas ngobrol sama satu anak itu, saya memutuskan untuk mengakhiri obrolan dan tidur karena hari sudah menjelang larut malam. Namun, entah mengapa saya malah susah tidur.

Hingga pada akhirnya sampai juga pada tanggal 23 Juli 2012, dan saya yang mulai bisa tertidur, tiba-tiba terbangun karena suatu bunyi. Itu bunyi hape saya yang menandakan sms masuk,

Rabu, Juli 25, 2012

Selamat Hari Anak Nasional :D


Semarang, 23 Juli 2012

Untuk kesekian kalinyaa,
SELAMAT HARI ANAK NASIONAAAL  :D
HIDUP ANAK BANGSA ! hehe.

Tepat di hari yang sama 19 tahun yang lalu, seorang anak perempuan yang lucu lahir ke bumi. Karena lucu, entah bagaimana si anak itu bisa dipanggil Rida.
Dan sekarang si Rida sudah semakin lucuuu. (ini yang nulis bukan saya)
Dan ini juga sama artinya dengan hari ini si Rida (saya) ulang tahun haha. Rasanya kok udah tua banget ya?

23 Juli tahun ini, apa yang saya rasakan?

Sama seperti biasanya sih, saya merasa biasa-biasa saja. Saya bukan orang yang selalu men-spesial-kan apa itu ulang tahun. Kalau dibilang hari ulang tahun istimewa itu iya memang tidak salah. Tapi, hari apa saja menurut saya itu spesiaal, seperti saya hahaha.

Tapi, untuk kali ini saya merasa, seneng tapi sedih juga sih.

Pertama, saya sedih karena ya seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, saya tambah tua. Aa sediiih banget sebenernya. Tapi, yasudahlah memang harus seperti itu, tapi saya nga tua kok, beneran deh. Sedih kedua nih ya, seperti yang dulu pernah saya bilang, saya ingin bikin dan makan cokelat stoberi sendiri, tapi ngga kesampean juga huhu. Dan yang ketiga, setiap saya ulang tahun itu kan bulan-bulan tahun ajaran baru, berarti saya sudah bukan jadi mahasiswa baru lagi, daaan saya bakal dipanggil “mbak”, hey saya tidak sukaaaa.

Itu tadi sedih-sedihnya hari ini, dan sekarang senengnya. Sebenernya, sedih-sedihnya itu ngga dominan sih, dan ngga terlalu berpengaruh ahahaha. Tapi, yang berpengaruh terhadap kehidupan saya hari ini itu ya senengnya. Saya senaaang sekali hari ini haha.

Mengapa saya senang? mm, tidak perlu saya ceritakan ya, yang jelas saya sangat senang haha. Saya mau cerita yang lain saja ya.

Di hari ulang tahun ini, banyak doa, cerita, selamat, dan sebagainya. Haha.

Yasudah, sekian dulu ya, nanti di postingan selanjutnya saya mau cerita tentang hari Senin itu.


Rida

Jumat, Juli 06, 2012

Juli, Cokelat, dan Strawberry

hello hellooo,
Akhirnya saya kembali lagi setelah sekian lama saya bersembunyi, hehe
Oke, sebenernya sekarang saya ingin menulis tentang banyak hal, tapi sepertinya itu tidak memungkinkan. Jadi, saya memilih topik ini. Well, langsung saja ya sampaikan.  :)

 Welcome July
Seneng setengah sedih sbenarnya setiap kali saya mengucapkan kalimat itu. Bagaimana bisa? Ya, tentu bisa lah, biasanya bulan Juli saya akan berada di lingkungan baru dan meninggalkan lingkungan lama (baca=tahun ajaran baru). Pertama saya sedih harus meninggalkan lingkungan lama, kedua saya harus berjuang lagi dari awal untuk tahun ajaran baru, dan ketiga saya jadi tambah tuaa. Namun, seneng juga di bulan ini bisa dapat teman-teman baru, bisa mengenal lebih banyak orang, bisa belajar lebih banyak hal, dan bisa dapat kado haha.
Di bulan Juli tahun ini, rasanya ingin sekali membuat sesuatu yang sudah sangat lama sekali ingin saya buat dan nikmati sendiri hehe. Yap, saya ingin membuat cokelat stoberi versi saya sendiri. Kelihatannya memang sederhana, tapi entah mengapa hal-hal kecil sederhana semacam itu selalu sulit untuk saya penuhi. Sepeti yang sudah saya katakan tadi, saya mau mencoba memenuhi keinginan ini di Juli kali ini, maka dari itu saya akan memulainya dengan sedikit menulis tentang chocolate strawberry (cokelat stroberi)
Cokelat Stroberi -manis asam dalam satu-
mau bikin cokelat stroberi?gampang kok, kamu cuma butuh buah stroberi segar dan beberapa batang cokelat (jenis cokelat bisa disesuaikan selera)
Caranya, kita lelehkan itu cokelat yang kita punya, terus lapisi aja itu stoberi dengan cokelat sesuai selera (mau dicelupin ke cokelat, mau dilapisin, atau yang lainnya boleh kok), terus dinginkan dan silakan dinikmati.
Selain itu, cokelat stoberi juga bisa dinikmati hanya dengan stroberi diapadukan dengan lelehan cokelat sebagai sausnya. :)

cokelat stroberi